Feeds:
Posts
Comments

Archive for April 23rd, 2007

Haruskah Zakat

Karena Jual Mobil?

Jumat, 20 Apr 07 09:36 WIB

Assamu ‘alaikum wr. wb.

Ustadz Ahmad yang saya hormati,

Saya baru saja melakukan penjualan kendaraan lama dengan maksud untuk membeli kendaraan yang baru, karena kondisi yang lama sudah kurang layak pakai.

Pertanyaan saya, apakah hasil penjualan kendaraan yang lama wajib terkena zakat? Besarnya berapa ustadz, apakah pengali nya tetap 2, 5%?

Syukron atas jawaban yang diberikan

Waiz

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita mengenal adanya zakat perniagaan atau perdagangan. Dalam bahasa arab sering disebut dengan istilah ‘urudhut-tijarah.

Namun tidak setiap transaksi jual beli bisa dikategorikan sebagai bentuk perdagangan. Tentu sangat berbeda antara seseorang menjual harta miliknya dengan seseorang yang melakukan aktifitas perdagangan.

Bahkan aktifitas perdagangan sekalipun tidak lantas terkena kewajiban untuk berzakat. Para ulama fiqih mensyaratkan banyak hal agar sebuah aktifitas perdagangan itu harus dikeluarkan zakatnya.

Masalah Haul

Di antaranya adanya haul, yaitu masa setahun hitungan tahun qamariyah yang harus terpenuhi sebelumnya. Di manaperdagangan yang dijalankan sudah berjalan selama 1 tahun. Dan bila belum genap satu tahun, maka syarat wajib zakatnya belum terpenuhi. Maka tidak ada kewajiban zakat.

Ketentuan Umum Tentang Zakat Perdagangan

Sebuah perdagangan yang telah memenuhi ketentuan yang akan kami terangkan berikut ini, maka ada kewajiban untuk mengeluarkan zakatnya.

1. Yang Dizakati adalah modal yang berputar

Zakat perdangan dihitung bukan dari asset yang digunakan untuk perdagangan atau dari profit yang diterima, namun dari modal yang berputar untuk membeli barang yang akan diperdangankan.

Dengan demikian, kalau seseorang buka toko kelontong misalnya, maka asset seperti bangunan toko, lemari, rak, cash register, kulkas, timbangan dan semua perlengkapan yang ada di dalam toko, tidak termasuk yang harus dihitung untuk dikeluarkan zakatnya.

Yang harus dikeluarkan zakatnya adalah harta yang dikeluarkan untuk membeli stok barang di toko Anda itu.

2. Modal Berputar itu harus sudah melewati nisab

Nisab zakat perdagangan adalah harga 85 gram emas. Bila uang yang keluar untuk membeli barang yang akan dijual lagi itu telah mencapai nilai angka seharga 85 gram emas, maka sudah cukup nishabnya.

Misalnya, harga emas sekarang ini Rp 100.000, – per gram. Maka nishab zakat perdagangan adalah 85 gram x Rp 100.000, – = Rp 8.500.000, -.

3. Perdagangan itu telah berlangsung selama satu tahun hijriyah

Perhitungan haul dalam masalah zakat atau yang dimaksud dengan satu tahun adalah berdasarkan tahun qamariyah atau tahun hijriyah. Bukan dengan tahun syamsiyah atau yang sering dikenal dengan tahun masehi.

Besar zakat yang dikeluarkan ada 2, 5% dari modal yang berputar pada saat hendak membayar zakat, bukan dari besar kecilnya keuntungan atau nilai rata-rata fluktuasi naik turunnya modal.

4. Pembayarannya dilakukan tiap tahun (haul) hijriyah

Sudah dijelaskan di atas.

Demikian pandangan kami tentang apakah menjual mobil wajib mengeluarkan zakat. Pendapat ini bukan berarti kita tidak boleh mengeluarkan harta kepada orang yang membutuhkan.

Pendapat ini hanya ingin memberi batasan bahwa kewajiban itu harus ada dasarnya. Sebab kalau kita katakan wajib zakat, berarti semua orang yang menjual mobil dan tidak bayar zakat, akan berdosa semuanya.

Namun lepas dari semua itu, kita tetap sangat dianjurkan untuk selalu berinfaq dan menyisihkan sebagian harta kita. Dan untuk itu Allah SWT telah menyediakan balasan yang berlipat ganda. Hanya saja, dari segi hukum, kita tidak mengatakannya wajib.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Advertisements

Read Full Post »

Bolehkah

Kartu Langganan Kereta Dipakai Oleh Orang Lain

Senin, 23 Apr 07 09:34 WIB

Assalamu`alaikum wr. Wb

Ustad, di jepang ini kita bisa memiliki kartu langganan kereta untuk satu rute tertentu (misalnya dari rumah ke kampus), untuk jangka waktu satu bulan dan bisa diperpanjang lagi. Dikartu tersebut tercantum nama pemilik. Yang ingin saya tanyakan bolehkah kartu tersebut dipakai oleh orang lain?

Jazakallah khair atas jawaban Ustad.

Anisah
anisah at eramuslim.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kami tidak mengatakan anda salah alamat, tetapi pertanyaan seperti ini lebih tepat dijawab oleh perusahaan kereta api yang anda tumpangi. Adakah perusahaan itu mengizinkan kartu berlangganan seorang anggota digunakan oleh orang lain dengan seizin pemilik kartu?

Kalau jawaban dari perusahaan itu boleh, maka silahkan saja. Sebab yang punya hak sudah membolehkannya. Anda boleh meminjamkan kartu berlangganan itu untuk siapa saja yang diizinkan oleh perusahaan kereta api.

Sebaliknya, bila perusahaan itu telah menetapkan bahwa tidak boleh kartu itu digunakan oleh selain pemilik yang namanya tertera di kartu itu, maka tentu saja hukumnya tidak boleh. Sebab yang punya kereta api tidak mengizinkan.

Hukum Islam sangat memperhatikan masalah hak milik, di mana seseorang dilarang mengambil hak milik orang lain tanpa seizin dari pemiliknya. Yang dimaksud dengan pemilik di sini adalah institusi atau jabatan yang memang dipercaya dan mendapat hak untuk mengizinkan, bukan oknum yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Seperti di negeri ini di mana perusahan kereta api di Jabotabek mengaku rugi 6 milyar sehari, padahal kereta itu tidak pernah sepi penumpung, bahkan sampai naik di atap. Tetapi kok setiap hari rugi, bagaimana logikanya?

Logikanya sederhana, banyak penumpang itu bukan berarti banyak yang bayar. Kalau pun bayar, belum tentu bayar secara benar. Sehingga pemasukannya selalu tidak sesuai dengan biaya operasional. Mentalitas seperti ini tidak terjadi di Jepang, sehingga sebaiknya anda pun juga tidak ikut-ikutan membawa budaya tidak Islami dari negeri kita ke Jepang. Cukup negara kita saja yang amburadul managemen perkereta-apiannya, jangan ditularkan ke negara lain.

Bahkan kalau perlu, budaya tertib dan membayar dari negeri lain, kita terapkan di negeri Indonesia tercinta ini. Toh, seseorang tidak akan jatuh miskin dan mati kelaparan hanya karena bayar karcis kereta api.

Maka sebaiknya anda konfirmasi ulang kepada pihak perusahaan kereta api, bolehkah hal itu? Kalau tidak boleh, maka be a good citizen dan be a good moslem.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Read Full Post »

Foto

Perkawinan Non-Muslim

Senin, 23 Apr 07 09:01 WIB

Assalumualaikum wr wb

Pak ustadz yang terhormat,

Saya bekerja di bidang komputer graphic, dan salah satu teman saya mengajak saya untuk bergabung untuk mengerjakan sebuah proyek sampingan mengedit foto perkawinan, dan kadang perkawinan non muslim, baik itu foto di dalam gereja atau di luar dengan segala upacaranya. Walaupun saya hanya mengedit foto tapi saya ragu apakah boleh kita ikut serta di dalam pekerjaan itu?

Dan apa batasanya bila kita hendak bekerja sama dengan orang non muslim?Terima kasih sebelumnya dan mohon bantuannya.

Wassalamualaikum, wr. wb.

Edy

Edy

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebagai muslim yang taat, tentu anda akan merasakan sebuah keragunan yang beratketika harus mengerjakan tugas yang kurang sejalan dengan iman anda. Boleh jadi anda akan berkata, mendingan mengerjakan proyek yang berbau dakwah walaudibayar murah, ketimbang dibayar mahal tetapi harus mengerjakan proyek yang kurang sejalan dengan isi hati.

Ketahuilah bahwa problematika seperti ini bukan dirasakan oleh anda seorang. Tetapi ada berjuta muslim seperti anda di dunia ini yang merasakan hal yang sama, terjebakpada perangkapyang sama.

Dan ini merupakan salah satu bagian dari problematika umat Islam dewasa ini, di mana begitu banyak umat Islam ‘harus dan terpaksa’ mengerjakan sesuatu yang tidak disukainya. Demi sekedar menyambung hidupnya, mereka harus dibenturkan dengan realita yang keras, yang tidak sejalan dengan isi hati dan aqidahnya.

Khusus dalam masalah anda, karena baru sekedar usaha sampingan, di mana anda sudah punya kerja pokok dengan penghasilan yang cukup, maka pada hakikatnya anda masih punya pilihan. Anda bisa menerima job itu atau menolaknya.

Tinggal anda pertimbangkan, apa saja keuntungan yang anda dapat dari mengerjakan projek sampingan itu. Sedangkan kerugiannya sudah jelas, yaitu anda mengerjakan hal-hal yang kurang sejalan dengan iman anda.

Foto Perkawinan Agama Lain

Sebenarnya ketika anda mengerjakan projek poto pernikahan biasa, yang tidak terkait dengan agama tertentu, tidak ada masalah dengan hal itu.

Namun ceritanya memang akan menjadi lain tatkala pernikahan itu dilakukan di gereja. Tentu potografer harus ikut masuk ke gereja. Entah kalau anda yang kerjanya sekedar melakukan editing.

Tentang hukum masuk gereja, sebenarnya tidak ada nash yang mengharamkannya. Dan hukumnya memang tidak haram, asalkan di luar acara keagamaan yang sedang dilangsungkan.

Hukumnya menjadi haram tatkala seorang muslim ikut dalam ritual keagamaan agama lain. Baik dilakukan di dalam rumah ibadah mereka atau di luar rumah ibadah. Jadi yang menjadi titik masalah bukan tempatnya, namun ritual acaranya. Umat Islam diharamkan hadir dan ikut dalam sebuah ritual keagamaan selain agama Islam.

Tinggal kita nilai sekarang, apakah sebuah ritual pernikahan di gereja itu bagian dari ritual ibadah atau bukan. Kalau termasuk ritual ibadah, maka umat Islam haram untuk menghadirinya. Sedangka bila di luar ibadah, maka boleh menghadirinya.

Adapun bila anda bekerja di dalam studio dan hanya melakukan editing, anda tidak akan terkena hukum haramnya menghadiri acara agama lain. Kira-kira sama dengan kasus sopir taksi muslim yang berpenumpang jamah yang mau ke gereja. Di sini muncul sebuah perbedaan, apakah hal itu termasuk ke dalam kriteria tolong menolong dalam kebaikan ataukah tolong menolong dalam keburukan?

Dan apakah mengerjakan editing foto wedding di gereja atau yang berbau syiar agama lain termasuk menolong dalam hal keburukan, para ulama pun masih berdebat panjang.

Yang jelas, keberadaan seorang non muslim di dalam negeri Islam sangat djamin. Mereka berhak membangun rumah ibadah, serta mendapatkan kebebasan untuk menjalankan agamanya.

Dan menolong orang lain, apapun agamanya, selama tidak bertentangan dengan prinsip dasar Islam, juga dianjurkan dalam agama Islam.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

 

Read Full Post »

Antara

Berbekam dan Thaharah

Senin, 23 Apr 07 08:21 WIB

Assalaamualaikum.

Ustadz, dilihat dari proses mengeluarkan racun melalui bekam bila diamati berarti esensinya mensucikan darah dari racun = thaharah cuma beda objek. Apakah bekam hukumnya bisa wajib?

Ana melihat proses bekam berkembang dilihat dari aspek teknologi yang digunakan (contoh: pakai lanset dan cop). Sebenarnya praktek yang digunakan Nabi Muhammad bagaimana?

Adakah panduan dalam Al-Quran atau Hadits dalam berbekam?

Gifariy
gifariy at eramuslim.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Secara nash, kita memang menemukan banyak hadits yang menyebutkan tentang hijamah (berbekam) yang mengarah kepada hukum yang mewajibkan. Namun sebenarnya para ulama masih berbeda pendapat tentang hukumnya, bahkan masih juga berbeda pendapat tentang apakah hijamah itu bagian dari syariat atau bukan.

Di antara nash tentang hijamah (berbekam) antara lain:

Dari Jabir bin Abdillah ra bahwa dia berkata kepada orang sakit yang dijenguknya, “Tidak akan sembuh kecuali dengan berbekam. Sungguh aku mendengar Rasulullah SAW berkata bahwa pada berbekam itu ada kesembuhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Salma pelayan Rasulullah SAW berkata bahwa tidak ada seorang pun yang mengadukan penyakitnya kepada Rasulullah SAW di kepala kecuali beliau memerintahkan, “Berbekamlah.” (HR Abu Daud dengan isnad hasan)

Dari Abi Hurairah ra berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, “Berbekamlah (pada tanggal) 17, 19 dan 21. Karena itu obat dari segala penyakit. (HR Abu Daud dengan isnad hasan dengan syarat dari Muslim)

Dr. Yusuf Al-Qaradawi dan juga banyak ulama di masa lalu, ketika membahas tentang hukum hijamah ini, berpendapat bahwa hijamah tidak lebih dari sebuah teknologi kesehatan yang sedang berkembang di masa lalu. Kalau pun ada riwayat bahwa nabi Muhammad SAW melakukan hijamah (dibekam), bukan berarti hal itu menjadi bagian dari risalah beliau sebagai nabi.

Menurut beliau, ketika nabi memberi pengarahan tentang berbekam, beliau sedang tidak dalam kapasitas sebagai pembawa risalah, melainkan sebagai orang yang punya pengalaman teknis dengan hijamah. Jadi sekedar ijtihad, bukan syariat yang turun dari langit.

Persis dengan kasus ketika beliau mengatur posisi pasukan dalam perang Badar. Oleh para shahabat yang jauh lebih berpengalaman, petunjuk nabi ini dianggap kurang tepat. Setelah memastikan bahwa ketetapan itu bukan wahyu melainkan hanya ijithad nabi belaka, maka posisi pasukan pun diubah supaya lebih menguntungkan. Dan hal itu sangat dimungkinkan.

Tentang adanya tindakan nabi yang menjadi bagian dari syariah dan bukan syariah, kalau kita telusuri dalam literatur, kita akan bertemu dengan sebuah kitab yang sangat menarik dalam membahas hal ini. Penulisnya adalah Syeikh Ad-Dahlawi.

Dalam kitabnya, Hujjatullah Al-Balighah, beliaumengatakan bahwa sunnah (perkataan dan perbuatan) nabi itu terbagi menjadi dua klasifikasi:

  1. Pertama, bagian yang terkait dengan hukum syariah, di mana hukumnya bisa ditetapkan menjadi 5, yaitu wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram.
  2. Kedua, bagian yang tidak terkait dengan hukum syariah, melainkan sekedar menjadi bagian dari fenomena sosial, teknologi dan hal-hal yang berbau teknis pada zaman dan wilayah tertentu.

Dan praktek hijamah ini dikelompokkan sebagai perbuatan nabi SAW yang bukan termasuk syariah. Sehingga hukumnya tidak terkait dengan hukum wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Hukumnya dikembalikan kepada semata-mata pertimbangan logika dan pengalaman empiris. Kalau ternyata teknologi hijamah itu masih bisa cocok dan sesuai dengan ilmu kesehatan yang berkembang sekarang, maka silahkan dipakai. Tetapi kalau tidak, maka tinggalkan saja.

Maka kalau kita menggunakan logika Ad-Dahlawi, silahkan saja gunakan teknologi hijamah ini bila secara empiris dan ilmu kesehatan dianggap sangat bermanfaat. Tetapi agaknya tidak ada kaitannya dengan hukum wajib atau sunnah. Semua dikembalikan kepada manfaatnya.

Adapun tentang penggunaan beragam peralatan dan perkembangan teknologi hijamah, silahkan saja dikembangkan sebebas-bebasnya, karena masalah ini bukan ritual agama. Misalnya dengan teknologi plester seperti koyo yang bisa menyerap ‘darah kotor’. Tentu sangat praktis dan bisa didapat dipinggir jalan serta bisa digunakan kapan saja.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

 

Read Full Post »

Gereja itu Akhirnya

Beralih Menjadi Masjid

Dunia Islam Oleh : Redaksi 20 Apr 2007 – 7:25 pm

Di tengah dinginnya malam musim dingin tahun ini, sebuah kota kecil yang sangat terpencil di pedalaman Inggris sepakat untuk mengizinkan beralih fungsinya sebuah bekas gereja Kristen menjadi sebuah masjid.

Pemungutan suara terbatas, yang diadakan oleh pemerintah daerah setempat ini, menandai akhir perjuangan sengit komunitas kecil umat Islam untuk mendapatkan tempat ibadah. Dengan mengubah sebuah gereja Metodis menjadi sebuah masjid. Gereja ini sebelumnya sudah beralih fungsi menjadi pabrik, sejak ditinggal kabur jemaahnya 40 tahun lalu.

Pertarungan ini menandai kegelisahan warga Inggris terhadap minoritas Islam, khususnya mengenai akan masuknya kelompok teroris. Ketaatan umat Islam pada agama telah memicu meningkatnya sikap sekuler orang Inggris.

Inggris boleh saja terus mengaku sebagai negara Kristen. Tapi kenyataannya, jumlah umat Islam yang taat beragama mengungguli jumlah umat kristen yang sudi datang ke gereja. Demikian survei yang dilakukan Chirstian Research, lembaga yang khusus mendokumentasikan umat Kristiani di Inggris.

Jumlah umat Islam di Inggris sekitar 1.6 juta jiwa, atau sekitar 2.7 persen dari jumlah total penduduk. Sedang populasi di Clitheroe 14.500 jiwa.

Di Clitheroe, kota kecil di utara Manchester, pergulatan ini melibatkan para profesional muda keturunan Pakistan yang penuh gairah berhadapan tradisi ketat warga setempat. Di kota ini istana Norman dan gereja Anglikan sudah berdiri sejak 1122.

Kami sudah 30 tahun berusaha untuk mendapatkan tempat ibadah,” kata Sheraz Arshad (31), pemimpin komunitas Muslim setempat. Arshad adalah warga keturunan Pakistan. Ayahnya bernama Muhammad Arshad, imigran dari Rawalpndi yang datang pada 1965 untuk bekerja di pabrik semen di pinggir kota. Arshad sendiri bekerja sebagai manejer proyek di British Aerospace.

Masyarakat di sini menganggap diri mereka sebagai penghalang terakhir berdirinya masjid yang menjadi fenomena tersendiri di kota industri ini. Tekad kuat Arshad untuk membangun masjid di Clitheroe jelas tidak mulus.

Ayahnya yang wafat pada 2000 lalu, mewarisi perjuangan untuk mendirikan masjid bagi sekitar 300 warga muslim di sana, dan Arshad siap melanjutkan perjuangan.

Saya pikir, kenapa saya diperlakukan tidak adil. Seperempat gaji saya untuk membayar pajak. Dari sini saya tergerak untuk berjuang mendirikan masjid,” kata Arshad.

Hingga kini, Arshad dan ayahnya telah delapan kali mengajukan permohonan pendirian masjid, bahkan pernah berencana membeli sebuah rumah di pinggir kota untuk dijadikan masjid. Bahkan katanya dia pernah berusaha membeli tanah dari dewan kota, tapi ditolak mentah-mentah.

Arshad sering mendapati cemoohan pada pertemuan dengan dewan kota. “Pulang kau, Paki!,” kenang Arshad sedih.

Pemda setempat beralasan, pendirian masjid ini dikhawatirkan akan menarik para pendatang – khususnya muslim – untuk pindah ke Clitheroe. Sebuah surat pembaca di suratkabar lokal, The Clitheroe Advertiser dan Times mengatakan, meningkatnya populasi umat Islam di dua kota tetangga Blackburn dan Preston juga akan terjadi di Clitheroe.

Menanggapi hal ini, Arshad tergerak untuk membuktikan dirinya seorang muslim moderat, yang bersedia ambil bagian di setiap kegiatan kota tersebut. Dia membentuk kelompok pramuka antaragama, bernama Beaver Scouts, yang menghargai berbagai acara keagamaan termasuk acara agama Tao dan tahun baru Yahudi.

Arshad juga mendirikan Pusat Pendidikan Islam Madina, sebuah kelompok antaragama bagi orang dewasa.

Dia juga melakukan persuasi kepada Pemda setempat untuk mendirikan sebuah komite, dan mengadakan sejumlah kuliah berseri tentang konflik global yang menarik para tokoh akademisi penting.

Pada malam pemungutan suara 21 Desember lalu, gedung dewan disesaki 150 orang. Polisi siap siaga di luar gedung. Suara untuk Masjid unggul 7 banding 5, dan tidak ada aksi kekerasan.

Saya berpikir akan mengundurkan diri, jika faktanya kita akan kalah,” kata Arshad. “Tapi hasil akhirnya sangat mengharukan“.

Menurut rencana tata kota, gereja hanya boleh difungsikan sebagai tempat ibadah. Itulah sebabnya dewan kota menginzinkan untuk mengalihkan fungsi gereja tua tersebut menjadi masjid. Demikian dikatakan Geoffrey Jackson, Ketua Eksekutif LSM Trinity Parnership, seorang Metodis yang turut mendukung perjuangan Arshad.

Jackson juga memuji sikap/kelakuan Arshad. “Dia seorang pria yang unggul, punya aksen Lancashire (logat Inggris pedalaman yang kental-red), lahir dan besar di sini, dan mengenyam pendidikan di Clitheroe,” ungkap Jackson.

Tapi perjuangan belum berakhir. Di balik kesepakatan tadi, masih tersimpan dendam di antara mereka yang kontra. Buktinya adanya hal itu, adalah perusakan beberapa kaca jendela gereja (masjid) tersebut.

Di jalan utama Clitheroe, meskipun Pemda setempat mengizinkan berdirinya masjid, pengaruh perkembangan Islam masih dikhawatirkan warga setempat.

Terdapat begitu banyak perlawanan,” kata Robert Kay, seorang sopir bayaran. Tapi Kay mengatakan, orang-orang yang berjuang atas masjid adalah orang yang gigih, yang tidak menyerah begitu saja.

Pada 1960an Gereja Metodis Gunung Zion berubah fungsi menjadi pabrik (ukiran/kerajinan kayu) yang diekspor ke timur tengah. Masa mulai menurunnya jumlah umat kristiani yang pergi ke gereja.

Saat ini, Kristen Metodis Inggris yang taat beragama kurang dari 500,000 orang. Sedang umat Kristen, hanya sekitar 6 persen saja yang masih rutin datang ke gereja. Demikian diungkapkan Peter Brierly, Direktur Eksekutif Christian Research. Meski belum didapat angka pasti, banyak kalangan sepakat, bahwa umat Islam Inggris lebih sering datang ke masjid dibanding umat Krisrten yang datang ke gereja.

Gangguan simbolik terhadap Islam di puncak kekuasaan Inggris sudah selesai. Di universitas Oxford, warga kota baru-baru ini, menentang pembangunan Pusat Studi Islam, tapi aksi mereka tidak sukses. Sebelumnya umat Islam tidak mempunyai wakil di Majelis Pewakilan Tinggi, tapi sekarang ada 7 orang wakil umat Islam di sana. Ini terjadi sejak satu dekade berkuasanya Partai Buruh di Inggris.

Di deaerah pemukiman buruh, kesenjanga terlihat jelas antara pribumi kulit putih dengan imigran muslim Asia, dari bekas negara jajahan Inggris, Pakistan dan Banglades pada 1970an. Warga kulit putih tidak begitu suka menikah, anak-anak yang lahir lebih banyak dari hasil hubungan luar nikah. Berbeda dengan umat Islam, hal demikian jelas bertentangan.

Tingginya konsumsi alkolhol oleh warga kulit putih memperlebar jarak kedua komunitas ini. Di Blackburn dan Preston meningkatnya jumlah umat Islam membuatnya jadi eksklusif. Berkembangnya pengaruh sekolah Islam “Wahhabi” jelas terlihat pada wanita-wanita pakaian hitam lebar yang menutupi seluruh tubuh mereka kecuali mata saja.

Di Blackburn terdapat sekitar 30,000 muslim dari 80,000 total populasi. Terdapat sekitar 40 masjid yang berdiri berdampingan dengan gereja kuno. Hal inilah yang ditakutkan para oposisi pembangunan masjid di Clitheroe.

Arshad kini berencana untuk merenovasi gereja tersebut, di sisi lain umat Kristen Clitheroe kekurangan pengunjung gereja. Di gereja Maria Magdalena yang didirikan pada abad 12, jemaah yang hadir turun drastis jadi sekitar 90 orang saja pada tiap Minggu.

Para pengunjungnya rata-rata berusia 75 tahun“kata Pederi (pendeta wakil paus) Anglikan, Philip Dearden. Kata Philip, upacara pembabtisan atau pemberian nama sudah jarang dilakukan. Bahkan Philip hanya mencatat 7 pernikahan tahun ini.

Lancashire adalah tempat terakhir untuk melihat sekularisasi di Inggris,” cetus Dearden, pria berusia 64 tahun.

Sangat drastis kita melihatnya. Orang-orang tidak peduli lagi dengan agama, mereka tidak datang lagi.

Di Kendal, kota kecil tetangga Clitheroe, seorang paderi Anglikan bernama Alan Billings menulis sebuah buku berjudul, “Secular Lives, Sacred Hearts: The Role of the Church in a Time of No Religion” (Kehidupan Sekuler, Hati yang Suci: Peran Gereja di Saat Tidak Adanya Agama).

Katanya meningkatnya aksi oposisi terhadap masjid di antara warga kulit putih adalah refleksi kegelisahan warga Inggris yang semakin menjadi-jadi sejak aksi bom bunuh diri pada Juli 2005 lalu.

Sering kali diekspresikan dalam penolakan yang samar seperti, akan bertambahnya mobil, bertambahnya penduduk,” jelas Billings yang juga kontributor tetap program keagamaan di BBC ini. “Tapi itu benar-benar kegelisahan mendalam terhadap apa yang terjadi di masyarakat. Rasa takut tentang apa yang akan terjadi terhadap kebudayaan dan rasa kecintaan terhadap Inggris.

Pada pertemuan tiap hari Sabtu, hanya terkumpul sekitar 50 jemaah saja, hampir semuanya beruban (usia senja). Billings menegaskan bahwa gereja sedang dalam tekanan. Islam sekarang telah menjadi alternatif selain Kristen.

Pada Minggu belakangan ini, hanya ada satu anak saja yang hadir sekolah minggu. Buku cerita, kertas, dan pensil tergeletak begitu saja, hanya ada seorang guru dengan seorang murid usia 6 tahun. Ruangan lainnya kosong melompong.

Kontras sekali dengan Shamim Ahmad Miah (26) ustad keturunan Pakistan di Accrington, kota sebelah Clitheroe. Di sini Miah mengajar bahasa Arab dan al-Qur’an pada 30 orang murid, usia 5-15 tahun, tiga kali sehari.

Di sini Miah mengajar 10 murid sekolah dasar, duduk di kursi dengan meja terang gedung pertemuan setempat, dia mengajar baca tulis Arab. Dia membagikan sejumlah kertas pada setiap murid untuk menulis beberapa huruf. “Pelan-pelan, ini adalah sebuah seni,“kata Miah.

Arshad berencana untuk mengundang Miah menjadi imam di Clitheroe. “Dia seorang progresif,” puji Arshad.

Tidak akan ada perombakan besar-besaran terhadap bangunan gereja, sekedar menurunkan salib yang masih terpampang di atas.

Para wanita dibolehkan untuk shalat di ruang utama, “tidak di pojokan,” kata Arshad.

Kita tidak memasang kubah. Itu (kubah) akan terlihat cantik di Mesir dan Turki, tapi di Inggris malah akan terlihat seperti bawang raksasa. Adzan juga tidak akan keraskan ke luar masjid. Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan di dalam,” katanya. [nytimes.com/Surya/cha/hidayatullah]

BACA:
Inggris adalah Tempatnya Muslim

Read Full Post »

Kartini :

Dari Kegelapan Menuju Cahaya
Oleh : Redaksi 21 Apr 2007 – 6:00 pm

Dalam surat Al Baqarah Ayat 257, Kartini menemukaan kata-kata yg amat menyentuh nuraninya ; “Orang-orang yg beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya ( MInadzdzulumaati Ilaan Nuur )“. lalu kenapa kita tak pernah mengetahui nya ?

DOOR DUITERNIS TOT LICHT
( Habis Gelap Terbitlah Terang )

Tinta Sejarah Belum Lagi kering menulis namanya, namun wanita-wanita negerinya sdh terbata-bata membaca cita-citanya. Tujuh tahun yg lalu namanya kembali mencuat ke permukaan setelah seorang sejarawan Indonesia mempermasalahkan gelar kepahlawanannya. Lepas dari kaitan itu kita tak perlu mempermasalahkan dia benar atau salah atau pantaskah ia mendapat gelar pahlawan atau tidak, yang pasti sejarah harus diungkapkan baik dan buruknya & terserah kpd pendengar sejarah utk menilai dan berinterpretsi thd sejarah tsb.

Kartini tdk dapat diartikan lain kecuali sesuai dengan apa yg tersirat dalam kumpulan suratnya; “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT“, yg terlanjur diartikan oleh Armijn Pane sbg, “Habis Gelap Terbitlah Terang“. Sedangkan Prof. Dr. Haryati Soebadio, Dirjen Kebudayaan Depdikbud, yg notabene cucu RA Kartini mengartikannya sbg “idari Gelap Menuju Cahaya“, yg kalau kita lihat dalam Al Qur’an akan tertulis sbg, “Minadzhdzhulumati Ilaan Nuur“. Ini merupakan inti ajaran Islam yg membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya (iman).

Kartini ada dlm proses kegelapan menuju cahaya, tapi cahaya itu belum sempurna menyinari krn terhalang oleh usaha westernisasi . Kartini yg dikukung oleh adat dan dituntun oleh Barat telah mencoba meretas jalan menuju ke tempat yg terang. Dan apakah yg kita lakukan kini merupakan langkah-langkah maju ataukah surut ke belakang…?

KARTINI : “….IBU ADALAH SEKOLAH BAGI ANAK-ANAKNYA”

Berapa banyak dewasa ini jabatan dan kedudukan penting yg pada mulanya dipegang oleh kaum pria kini dipegang oleh kaum wanita. Berapa banyak pula jumlah pekerjaan yg dimasuki oleh kaum wanita sehingga banyak kaum pria yg hrs kehilangan pekerjaannya.

Seorang wanita sekalipun tdk bekerja maka ia tdk akan kehilangan nafkahnya, karena ia hidup dari tanggungan hidup suaminya. Tapi apa artinya jika seorang pria kehilangan pekerjaannya..? Maka mulut yg ada dibelakangnya, yaitu mulut istri dan anak-anaknya akan tetap menganga menanti kehadirannya, mengharapkan sesuatu yg dibawanya. Apa jadinya negeri ini jika kaum prianya menganggur ? Kalau bukan petaka, tentu paling tdk negeri ini menjadi “Lembah Amazone “.

Padahal wanita lebih diperlukan sebagai “sekolah” bagi anak-anaknya. Dan bukan sbg kuda beban atau ayam-ayam pengais yg tertatih-tatih dan tersuruk-suruk menanggalkan pribadinya yg asli. Kartini tdk pernah mengimpikan wanita-wanita sesudah generasinya menjadi bebas tanpa kendali atau merebut hak lelaki hingga mengingkari fitrahnya.

SURAT KEPADA STELLA
(tertanggal 18 Agustus 1899)
“Sesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku hrs merangkak, bila hendak berlalu dihadapanku. kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, hrslah ia turun duduk di tanah dengan menundukkan kepala sampai aku tak terlihat lagi. Mereka hanya boleh menegurku dgn bahasa kromo inggil. Tiap kalimat haruslah diakhiri dgn “sembah”. Berdiri bulu kuduk, bila kita berada dlm lingkungan keluarga Bumiputera yg ningrat. Bercakap-cakap dgn orang lain yg lebih tinggi derajatnya haruslah perlahan-lahan, jalannya langkah-langkah pendek-pendek, gerakannya lambat-lambat spt siput. Bila berjalan cepat dicaci orang, disebut sbg kuda liar. Peduli apa aku dgn segala tata cara itu…..Segala peraturan itu buatan manusia dan menyiksa diriku saja. Kamu tdk dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket keningratan di dunia Jawa itu….

Tapi sekarang mulai dgn aku, antara kami (kartini, Roekmini dan Kardinah) tdk ada tatacara itu lagi. Perasaan kami sendirilah yg akan menunjukkan atau menentukan sampai batas mana cara Liberal itu boleh dijalankan.

Bagi saya hanya ada dua macam keningratan, keningratan pikiran (fikroh), dan keningratan budi (akhlaq). Tdk ada manusia yg lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat org membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sdh beramal sholeh org yg bergelar macam Graaf atau Baron..? Tidaklah dapat dimengerti oleh pikiranku yg picik ini,..”

Sebelum kita melanjutkan surat-surat Kartini yg lain ada baiknya kita melihat sahabat pena Kartini yg merupakan musuh-musuh dlm selimut yg berusaha mempengaruhi Kartini dgn cara dan pahamnya masing-masing.

Mereka itu adalah :

 

1. Mr. J.H Abendanon
Datang ke Hindia tahun 1900. Ditus oleh pemerintah Belanda utk melaksanakan politik Ethis. Tugasnya adalah sbg Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan. Karena masih baru ia meminta nasehat teman sehaluan politiknya yaitu Snouck Hurgronje. Snouck memiliki konsepsi politik Asosiasi, menurutnya memasukkan peradaban BArat dlm masyarakat pribumi adalah cara yg paling ampuh utk membendung dan mengatasi Islam di Hindia Belanda. Tapi tdk mungkin mempengaruhi rakyat sebelum kaum ningratnya dibaratkan akan semakin mudah membaratkan rakyat Bumi putera. Untuk itu maka langkah pertama yg hrs diambil adalah mencari orang-orang ningrat yg Islamnya tdk teguh lalu dibaratkan. Dan pilihan pertama adalah Kartini.

2. Annie Glassor
Seorang guru yg mempunyai akte bahasa dan mengajar secara privat bahasa Perancis kpd Kartini. Annie Glasser dikirim oleh Abendanon utk memata-matai dan mengikuti perkembangan Kartini. Melalui Annie Glasser-lah Abendanon mendidik, mempengaruhi dan menjatuhkan Kartini.

3. Stella (Estalle Zeehandelaar)
Sewaktu dlm masa pingitan ( + 4 tahun ) Kartini banyak membaca utk menghabiskan menghabiskan waktunya. Tetapi Kartini tdk puas mengikuti perkembangan pergerakan wanita di Eropa hanya melalui majalah & buku-buku. Krn ingin mengetahui keadaan sesungguhnya maka Kartini memasang iklan disebuah majalah negeri Belanda, yaitu Hollandsche Lelie. Dgn segera iklan itu disambut oleh Stella, wanita Yahudi anggota pergerakan Feminis di Belanda yg bersahabat karib dgn gembong Sosialis, Ir H. VAn Kol.

4. Ir H Van Kol
Pernah tinggal di Hindia Belanda selama 16 tahun. Ia berkenalan dgn Kartini dan berusaha memperjuangkan Kartini agar dpt pergi ke Belanda atas biaya pemerintah Tinggi Belanda. Tapi rupanya ada udang di balik batu. Ia berharap dpt mengajak Kartini ke Belanda sbg saksi hidup tentang kebobrokan pemerintah Hindia Belanda di tanah jajahan. Melalui Kartini, Van Kol ingin mengungkapkan penyelewengan yg dilakukan para pejabat Hindia Belanda. Sehingga partai Sosialis, tempatnya bercokol, dpt berkuasa di parlemen & menjatuhkan partai yg berkuasa.

5. Ny Van Kol (Nellie Van Kol)
Seorang penulis berpendirian humanis dan progresif. Org yg paling berperan mendangkalkan aqidah Islamiah Kartini. Pada mulanya ia bermaksud menjadikan Kartini sbg seorang Kristen tapi gagal. Mulanya ia berbuat seolah-olah sbg penolong yg mengangkat Kartini dari keadaan tdk mempedulikan agama menjadi penuh perhatian. Bahkan ia berhasil mengakhiri “Gerakan mogok sholat dan mogok ngaji” yang dilakukan Kartini.

Kita buka kembali beberapa cuplikan surat Kartini yg sedikit membuka siapa dan mau apa ia.
…Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik, orang baik-baik itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi pula, dialah orang Eropa “ (kepada Stella, 25 Mei 1899)

” Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland, karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yg telah aku pilih “. (kepada Ny Ovinksoer, 1900)

” Sekarang kami merasakan badan kami lebih kokoh, segala sesuatu tampak lain sekarang. Sudah lama cahaya itu tumbuh dalam hati kami. Kami belum tahu waktu itu dan Ny Van Kol yg menyibak tabir yg tergantung dihadapan kami. Kami sangat berterimakasih kepadanya, “ (kepada Ny Ovinksoer, 12 Juli 1902)

” Ny Van Kol banyak bercerita kepada kami tentang Yesus yg Tuan muliakan itu, tentang rasul-rasul Petrus dan Paulus, dan kami senang mendengar itu semua,” (kepada Dr Adriani, 5 Juli 1902)

” Malaikat yg baik beterbangan disekeliling saya dan Bapak yg ada dilangit membantu saya dlm perjuangan saya dengan bapakku yg ada di dunia ini,” (kepada Ny Ovink Soer, 12 Juli 1902)

Itulah beberapa surat yg Kartini layangkan kpd orang-orang yang menjadi “sahabat”nya, dan yg berkiblat kpd Kristen atau yg berusaha menggiringnya ke arah pemikiran Barat.

BERUSAHA MENJADI MUSLIMAH SEJATI
Kartini memiliki pengalaman yg tdk menyenangkan semasa belajar mengaji. Ibu guru mengajinya memarahi dia dan menyuruhnya keluar karena Kartini menanyakan makna ayat Al Qur’an yg dibacanya tadi.

Inilah suratnya kepada Stella tertanggal 6 November 1899 dan kepada Abendanon tertanggal 15 Agustus 1902 ;

“Mengenai agama Islam, Stella, aku hrs menceritakan apa. Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dgn umat agama lain. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tdk boleh memahaminya.

Al Qur’an terlalu suci, tdk boleh diterjemahkan ke dlm bahasa apapun. Di sini tdk ada yg mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur’an tetapi tdk mengerti apa yg dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tdk mengerti apa yg dibacanya. Sama saja halnya spt engkau mengajar aku membaca buku berbahasa Inggris, aku hrs menghafal kata demi kata, tetapi tdk satupun kata yg kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi soleh pun tdk apa-apa asalkan jadi orang baik hati, bukankah begitu Stella..??

” Dan waktu itu aku tdk mau lagi melakukan hal-hal yg aku tdk mengerti sedikitpun. Aku tdk mau lagi melakukan hal-hal yg aku tdk tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tdk mau lagi membaca Al Qur’an, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan bahasa asing yg aku tdk mengerti apa artinya, dan jangan-jangan ustadz-ustadzahku pun tdk mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya nanti aku akan mempelajari apa saja.

Aku berdosa. Kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tdk boleh mengerti artinya.”.

Sampai pada suatu ketika Kartini berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak. Saat itu sedang berlangsung pengajian bulan khusus utk anggota keluarga. Kartini ikut mendengarkan pengajian bersama Raden Ayu yg lain dari balik Khitab (tabir). Kartini tertarik kpd materi yg sedang diberikan, tafsir Al Fatihah, oleh Kyai Saleh Darat, ulama besar yg sering memberikan pengajian di beberapa kabupaten di sepanjang pesisir utara. Setelah selesai pengajian, KArtini mendesak pamannya agar bersedia untuk menemaninya utk menemui Kyai Saleh Darat.

” Kyai perkenankan saya menanyakan sesuatu, bagaimanakah hukumnya apabila seseorang yg berilmu namun menyembunyikan ilmunya..?

Tertegun sang Kyai mendengar pertanyaan Kartini yg diajukan secara diplomatis. Kyai Saleh Darat paham betul akan maksud pertanyaan yg diajukan Kartini krn sebelumnya pernah terlintas dalam pikirannya. (Dialog ini dicatat oleh Ny. Fadillah Bc. Hk Cucu Kyai Saleh Darat)

Singkat cerita tergugahlah sang Kyai utk menterjemahkan Al Qur’an ke dlm bahasa Jawa. Dan ketika hari pernikahan Kartini tiba, Kyai Saleh Darat memberikan kepadanya terjemahan Al Qur’an juz pertama. Mulailah Kartini mempelajari Al Qur’an. Tapi sayang sebelum terjemahan itu rampung, Kyai Saleh Darat berpulang ke rahmatullah.

Dalam surat Al Baqarah Ayat 257, Kartini menemukaan kata-kata yg amat menyentuh nuraninya ;
” Orang-orang yg beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya ( MInadzdzulumaati Ilaan Nuur ) “.

Kartini amat terkesan dgn ayat ini, krn ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari pemikiran jahiliyah kpd pemikiran terbimbing oleh Nuur Ilahi. Dan sebelum wafatnya Kartini, dlm banyak suratnya mengulang kata-kata “ Dari gelap menuju cahaya “, yg ditulis dalam bahasa Belanda sbg ” Door Duisternis Toot Licht “.

Yang kemudian dijadikan kumpulan surat Kartini oleh Abendanon yg sama sekali tdk mengetahui bahwa kata-kata itu dikutip dari AlQur’an. Ditambah lagi diterjemahkan sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang” oleh Armijn Pane.

Setelah pengajian tsb terjadilah perubahan besar dalam diri Kartini. Kini ia mulai memahami Islam. Coba simak beberapa suratnya lagi ;

” Sudah lewat masanya, tadinya mengira bhw masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yg paling baik tiada taranya, maafkan kami, tetapi apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna..?? Dapatkah Ibu menyangkal bhw dibalik hal yg indah dlm masyarakat Ibu terdapat banyak hal yg sama sekali tdk patut dinamakan peradaban ?? “ (kepada Ny Abendanon, 27 October 1902)

” Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kpd rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka Kristenisasi…………….bagi orang Islam, melepaskan kepercayaannya sendiri dan memeluk agama lain merupakan dosa yg sebesar-besarnya……..pendek kata, boleh melakukan zending, tetapi janganlah meng-kristen-kan orang lain. Mungkinkah itu dilakukan ? “ (kepada E.C Abendanon, 31 january 1903)

Memang kumpulan surat-surat Kartini bukanlah kitab suci. Tapi kalau kita telaah kembali maka akan nampaklah apa cita-citanya yg luhur.

Sayang itu semua sudah mengalami banyak deviasi sejak diluncurkan dahulu, setelah berlalu tiga generasi konsep Kartini tentang emansipasi semakin hari semakin hari jauh meninggalkan makna pencetusnya. Sekarang dgn mengatasnamakan Kartini para feminis justru berjalan dibawah bayang-bayang alam pemikiran Barat, suatu hal yg malah ditentang oleh Kartini. Bagaimana tanggapanmu wahai para wanita..??

wassalaamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh,

Hilal Achmad
Taken From : Permata, Bogor

Read Full Post »

Kenapa

Air Liur Anjing Najis?

Senin, 23 Apr 07 07:49 WIB

Assalamualaikum Wr. Wb

Ustadz saya mempunyai teman beragama non muslim. Dia menanyakan kpd saya?

  1. Kenapa air liur anjing itu najis?
  2. Apa perbedaan air liur anjing dengan binatang lainya seperti kucing?
  3. Mohon disertakan hadist dan ayat yang menjelaskan tentang hal tersebut?

Atas perhatiaan dan bantuannya saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah membalas semua kebaikan ustadz.

Wassalam

Dwi

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Air liur anjing dihukumi sebagai benda najis karena memang kehendak Allah SWT. Mungkin ada banyak hikmah di balik najisnya air liur itu, namun lepas dari apa saja hikmahnya, kenajisannya sudah pasti.

Mungkin ada orang yang mengatakan bahwa di dalam air liur anjing ada bakteri dan kuman yang mematikan, oke lah. Tetapi keberadaan bakteri dan kuman itu bukan satu-satunya faktor mengapa air liur anjing itu menjadi najis.

Seandainya suatu hari ditemukan teknologi yang bisa membunuh bakteri dan kuman pada air liur anjing, akankah kita ubah hukumnya menjadi tidak najis? Tentu saja tidak. Sebab kenajisan air liur anjing sudah ditetapkan lewat nash yang sharih dan shahih.

Nash Atas Najisnya Air Liur Anjing

Di dalam Al-Quran Al-Kariem kita tidak akan menemukan nash itu, kita hanya akan menemukanya di dalam hadit nabawi. Di antaranya adalah:

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bila anjing minum dari wadah air milikmu, harus dicuci tujuh kali.(HR Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW bersabda, “Sucinya wadah minummu yang telah diminum anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah.(HR Muslim dan Ahmad).

Berbeda dengan haramnya rokok yang tidak ditetapkan oleh nash, tetapi berdasarkan adanya sifat mematikan serta racun yang membahayakan. Para ulama -sebagianya- ada yang mengharamkan, karena sifatnya yang berbahaya. Nah, seandainya nanti ditemukan teknologi rokok yang aman untuk kesehatan, tentu hukumnya tidak haram. Sebab keharaman rokok itu karena berbahaya untuk kesehatan. Seandainya ‘illat-nya bisa dihilangkan, maka hukumnya pun berubah.

Agama: Logika dan Ritual

Pertanyaan seperti ini memang wajar bila keluar dari orang yang tidak beragama Islam, atau dari orang yang tidak punya konsep agama dalam alam pikirannya. Sehingga segala sesuatu hanya diukur berdasarkan logika yang bersifat pisik.

Sedangkan konsep agama, khususnya Islam, punya pola pikir yang tidak semata-mata berdasarkan logika pisik, tetapi ada beberapa logika lain yang tidak ada kaitannya dengan hal-hal yang berbau pisik.

Kalau kedua logika yang berbeda itu diadu, tentu tidak akan ada titik temunya.

Urusan najis, apa pun bentuknya termasuk air liur anjing, adalah urusan ritual yang bersifat sakral. Tentu tidak ada kaitannya dengan pertimbangan logika dan pandangan pisik.

Agama Islam mempunyai dua sisi tersebut, yaitu pertimbangan logika pisik dan logika ritual. Dalam bahasa yang lebih sederhana, ada wilayah rohani dan ada wilayah jasmani.

Hal-hal yang terkait dengan wilayah ritual dan sakral, adalah daerah yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Di antaranyaadalah masalah bentuk-bentuk ritual peribadatan. Shalat, misalnya. Tidak ada penjelasan logis, kenapa harus 5 waktu? Kenapa harus berdiri, rukuk, sujud? Kenapa harus baca Al-Fatihah? Kenapa harus 2, 3 dan 4 rakaat? Kenapa harus menghadap kiblat? Kenapa harus suci dari najis, hadats kecil dan hadats besar?

Karena semua itu adalah bentuk ritual, di mana Allah SWT sebagai tuhan, telah menetapkan semua hal itu. Sebagai tuhan, Dia hanya mau disembah dengan cara yang Dia inginkan dan Dia tetapkan sendiri. Semua itu maunya tuhan, bukan maunya manusia.

Jadi semua terserah tuhan, mau disembah dengan cara apa Dia. Kita sebagai manusia, tidak punya urusan dengan semua ritual itu. Kalau tuhan menyuruh kita berdiri, maka kita pun berdiri. Kalau tuhan memerintahkan kita nungging, maka kita nungging, kalau tuhan mau kita nyungsep, maka kita pun nyungsep.

Dan kalau tuhan bilang bahwa air liur anjing itu najis, ya kita pun memperlakukannya sebagai benda najis. Kalau tuhan mengatakan bahwa untuk membersihkan bekas air liur anjing itu harus dengan mencucinya 7 kali dan salah satunya dengan tanah, maka kita tinggal melakukannya saja. Titik dan selesai urusan.

Sebaliknya, seandainya tuhan bilang air liur anjing itu tidak najis, suci, baik buat kesehatan, menambah tenaga, penuh berkah, bisa menambah rejeki dan melariskan dagangan, atau bisa mengobati kadas, kudis, kurap dan seterusnya, maka kita pun akan minum air liur anjing tiap haribarangkali.

Semua terserah tuhan, apa maunya Dia dengan benda-benda ciptaan-Nya. Dia bilang haram, kita bilang haram. Dia bilang najis, kita bilang najis.

Nah, konsep seperti ini tidak dikenal di kalangan orang tidak beragama, . atau di kalangan umat Islam yang masih saja gamang dalam membedakan mana yang sakral dan mana yang tidak sakral. Bagi mereka, ukuran najis dan tidak najis itu hanya semata-mata diukur dengan pertimbangan selera mereka sendiri. Najis adalah apa yang dirasa oleh mereka sebagai najis.

Kalau mereka merasa bahwa sesuatu itu harus najis, maka dikatakan najis. Sebaliknya kalau mereka merasa bahwa suatu benda itu enaknya tidak dianggap najis, maka mereka pun menetapkan bahwa benda itu tidak najis. Jeleknya, ketika melihat ada orang yang mengikuti petunjuk dari tuhan bahwa benda itu najis, mereka pun mencela dan menjelekkannya. Sebagai bagi mereka, hak untuk menetapkan sesuatu itu najis atau tidak, bukan di tangan tuhan, tetapi di tangan mereka sendiri.

Seolah tuhan tidak punya hak preogratif untuk menetapkan sebuah kenajisan. Bagi mereka -barangkali- tuhan hanya berhak untuk sekedar menciptakan alam semesta, sedangkan menetapkan hukum dan aturan ritual, serahkan saja kepada manusia. Sebab manusia ‘lebih tahu’ dari tuhan. Karena manusia merasa punya akal, sehingga boleh bersaing dengan tuhan dalam urusan mengatur hukum dan ritual. Naudzu billa tsumma naudzu billah.

 

Read Full Post »

Older Posts »