Feeds:
Posts
Comments

Archive for April 3rd, 2007

Munculnya Imam Mahdi

Judul Artikel:  

Tanda Hari Kiamat : Munculnya Imam Mahdi

 

 

Deskripsi:  

“Akan keluar di akhir umatku al-Mahdi, Allah akan memberikan hujan untuknya, bumi akan mengeluarkan tumbuh-tumbuhan baginya, dan dibagikan harta dengan merata, ternak melimpah, umat bertambah besar. Dan dia akan hidup selama 7 atau 8 (yakni tahun).” (HR. Hakim dalam Mustadrak dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah 2/328 hadits ke 711). Maka perhatikanlah dalil-dalil berikut ini, marilah kita beriman akan datangnya Imam Mahdi, sebagaimana hal ghaib lainya.

 

 

Isi Artikel:
Tanda-tanda hari Kiamat

Ketika para shahabat sedang duduk-duduk membicarakan tentang hari kiamat, muncullah Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya kepada mereka:

مَا تَذْكُرُونَ؟

“Apa yang sedang kalian bicarakan?”

Maka para shahabat menjawab:

السَّاعَةَ.

“Hari Kiamat”.

Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ السَّاعَةَ لَا تَكُونُ حَتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَالدُّخَانُ وَالدَّجَّالُ وَدَابَّةُ الْأَرْضِ وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَطُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قُعْرَةِ عَدَنٍ تَرْحَلُ النَّاسَ. وفي روية: الْعَاشِرَةِ نُزُولُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه مسلم وأحمد والترمذي وأبو داود)

Sesungguhnya hari kiamat tidak akan terjadi sehingga terjadinya sepuluh tanda-tandanya. Ditenggelamkannya ke dalam bumi di tiga negeri di timur, barat dan jazirah Arab; munculnya asap, Dajjal, binatang melata di bumi (yang dapat berbicara), Ya’juz dan Ma’juz, terbitnya matahari dari barat, apa yang muncul dari dasar ‘Adn yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya. (Dalam riwayat lain): yang kesepuluh turunnya Isa bin Maryam صلى الله عليه وسلم. (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud)

Di dalam riwayat-riwayat selain Muslim dijelaskan bahwa turunnya Isa عليه السلام adalah ketika kaum muslimin dipimpin oleh Imam Mahdi. Berarti imam Mahdi muncul sebelum turunnya Isa. Jadi, diantara tanda-tanda hari Kiamat yang besar (kubra) adalah munculnya Imam Mahdi. Ia akan memimpin seluruh kaum muslimin di dunia dengan penuh keadilan dan kemakmuran.

Imam Mahdi memenuhi bumi dengan keadilan

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudry رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلاَفٍ مِنَ النَّاسِ وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَرْضَى عَنْهُ سَاكِنُ السَّمَاءِ وَسَاكِنُ الْأَرْضِ يَقْسِمُ الْمَالَ صِحَاحًا. (رواه أحمد)

Aku berikan kabar gembira kepada kalian tentang akan dibangkitkannya Imam Mahdi pada umatku untuk memimpin seluruh manusia di kala terjadinya perselisihan dan kegoncangan. Maka dia akan memenuhi bumi ini dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kejahatan dan kedhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi ridla kepadanya. Dia membagi harta kepada manusia dengan merata. (HR. Ahmad).

Berkata al-Haitsami: “Hadits ini juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya dengan ringkas dan diriwayatkan oleh imam dengan beberapa sanad. Abu Ya’la juga meriwayatkan dengan ringkas dan rawi-rawinya adalah rawi-rawi tsiqah (terpercaya)”. (Majma’uz Zawaid 77 hal. 313-314; Lihat Asyrathu asy-Sya’ah oleh Yusuf bin Abdullah al-Waabil.

Kemakmuran pada masa Imam Mahdi

Dalam riwayat lain dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

يَخْرُجُ فِي آخر أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يَسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهَا وَيُعْطَى الْمَالُ صِحَاحًا وَتكْثِرُ الَمَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ يَعِيْشُ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا (يَعْنِي حِجَجًا). (رواه الحاكم في المستدرك وصصحه الألباني في الصحيحة 2/328 رقم 711)

Akan keluar di akhir umatku al-Mahdi, Allah akan memberikan hujan untuknya, bumi akan mengeluarkan tumbuh-tumbuhan baginya, dan dibagikan harta dengan merata, ternak melimpah, umat bertambah besar. Dan dia akan hidup selama 7 atau 8 (yakni tahun). (HR. Hakim dalam Mustadrak dan dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah 2/328 hadits ke 711)

Imam Mahdi dari turunan Ahlul Bait

Diriwayatkan pula hadits-hadits tentang munculnya Imam Mahdi para shahabat lain seperti Ali bin Abi Thalib, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

الْمَهْدِيُّ مِنَّا أَهْلِ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللهُ فِي لَيْلَةٍ. (رواه أحمد في مسنده وابن ماجه في سننه وصححه الألباني في صحيح الجامع الصغير رقم 6611)

Al-Mahdi dari kami ahlul bait, Allah “memperbaikinya” dalam semalam. (HR. Ahmad dalam Musnadnya; Ibnu Majah dalam Sunan-nya; dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Jami’ush Shaghir no. hadits 6611)

Berkata Ibnu Katsir: “Yakni Allah menerima taubatnya, mengampuninya, memberikan taufiq kepadanya, mengilhamkan dan membimbingnya.” (An-Nihayah fil Fitan wal Malahim, Ibnu Katsir 1/29).

Sifat Imam Mahdi: lebar jidatnya dan mancung hidungnya

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudry, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

اَلْمَهْدِيُّ مِنَّي أَجْلَى الْجَبْهَةُ أَقْنَى اْلأَنْفُ يَمْلأُ اْلأَرْضُ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجُوْرًا، يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ. (رواه أبو داود في سننه والحاكم في مستدركه. قال الألباني: اسناده حسن؛ انظر صحيح الجامع 6/22-23 رقم 6612)

Al-Mahdi dariku, lebar jidatnya, mancung hidungnya, memenuh bumi dengan kebijaksanaan dan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kedhaliman dan kejelekan. Dia menguasai tujuh tahun. (HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya, Hakim dalam Mustadraknya; Berkata al-Albani: “Isnadnya hasan”. Lihat Shahihul Jami’: 6/222-223 hadits no. 6612)

Imam Mahdi dari keturunan Fathimah

Diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwasanya ia mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata:

اَلْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ. (رواه أبو داود)

Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “al-Mahdi dari keluargaku dari keturunan Fatimah. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah; Dishahihan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ hadis no. 6610)

Imam Mahdi mengimami shalat kaum muslimin dan Nabi Isa عليه السلام

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

يَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمُ الْمَهْدِي تَعَال صَلَّى بِنَا. فَيَقُوْلُ: لاَ إِنَّ بَعْضَهُمْ أَمِيْرِ بَعْضٍ تَكْرِمَةَ اللهُ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ.

Akan turun Isa bin Maryam, kemudian berkata penguasa mereka: “Kemarilah, shalatlah mengimami kami”. Maka Isa berkata: “Tidak, sesungguhnya sebagian mereka pemimpin sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah kepada umat ini”. (HR. Harits bin Abu utsamah dalam Musnad-nya sebagaimana dalam kitab al-Manaarul Munif oleh Ibnul Qayyim, hal. 147-148 dan dalam al-Fatawi oleh Suyuthi 2/64; Berkata Ibnul Qayyim: “Isnad hadits ini jayyid”)

Diriwayatkan pula dalam Shahih Muslim dengan tanpa menyebutkan al-Mahdi:

…فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُولُ لَا إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الْأُمَّةَ . (رواه مسلم)

… Maka turun Isa bin Maryam, kemudian berkata penguasa mereka yaitu al-Mahdi: “Kemarilah, shalatlah mengimami kami”. Maka Isa berkata: “Tidak, sesungguhnya sebagian mereka pemimpin sebagian yang lain, sebagai kemuliaan dari Allah kepada umat ini”. (HR. Muslim)

Nama Imam Mahdi: Muhammad bin Abdillah

Diriwayatkan tentang nama Imam Mahdi dan nama bapaknya dalam beberapa hadits, diantaranya apa yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud, bahwasanya bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

لَا تَذْهَبُ أَوْ لَا تَنْقَضِي الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي. وفي رواية: يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِي. (رواه أبو داود في سننه، قال الألباني: صحيح، انظر صحيح الجامع الصغير رقم 5180)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: Tidak akan lenyap dunia ini hingga Arab dikuasai oleh seseorang dari keluargaku yang namanya mencocoki namaku. Dalam riwayat lain: Namanya mencocoki namaku dan nama bapaknya mencocoki nama bapakku (HR. Abu Dawud; Berkata al-Albani: “Hadits shahih”; lihat Shahihul Jami’u ash-Shaghir hadits no. 5180)

Berkata Ibnu Katsir رحمه الله tentang nama Imam Mahdi: “Dia adalah Muhammad bin Abdullah al-Alawi al-Fathimi al-Hasani. (an-Nihayah al-Fitan wal Malahim, juz 1 hal. 29)

Yakni Muhammad bin Abdullah anak Ali bin Abi Thalib dari Fathimah turunan al-Hasan.

Mutawatirnya hadits tentang al-Mahdi

Beberapa para ulama mengatakan bahwa hadits-hadits tentang Imam Mahdi adalah mutawatir seperti:

1. al-Hafidh Abul Hasan as-Sijistani

رحمه الله

Beliau رحمه الله berkata: “Telah mutawatir berita-berita dari Nabi صلى الله عليه وسلم yang menyebutkan imam Mahdi. Dan bahwasanya dia dari ahlul bait nabi صلى الله عليه وسلم, menguasai selama tujuh tahun, memenuhi bumi dengan keadilan. Bahwa isa عليه السلام turun membantu beliau memerangi Dajjal dan beliaulah yang mengimami shalat sedangkan Isa عليه السلام bermakmum di belakangnya”.

2. Muhammad as-Safarini رحمه الله

Beliau berkata: “Telah banyak riwayat-riwayat tentang keluarnya Imam Mahdi hingga mencapai derajat mutawatir maknawi dan telah tersebar berita tersebut di kalangan para ulama ahlus sunnah hingga menjadi aqidah dan keyakinan mereka”.

3. Imam asy-Syaukani رحمه الله

Beliau رحمه الله berkata: “Hadits-hadits tentang mutawatirnya berita Imam mahdi al-Muntadhar (yang ditunggu) yang kita bisa berpijak dengannya ada lima puluh hadits. Di dalamnya ada yang shahih, hasan, dan ada pula yang dlaif namun terdukung dengan keduanya. Maka yang demikian adalah mutawatir dengan tidak ada keraguan dan kerancuan padanya. Bahkan tepat untuk dikatakan mutawatir berita yang diriwayatkan kurang dari itu sebagaimana dalam kaidah-kaidah musthalah hadits. Adapun ucapan-ucapan para shahabat yang menyatakan dengan jelas akan munculnya Imam Mahdi, maka lebih banyak lagi dan memiliki hukum marfu’ karena dalam perkara ini tidak memungkinkan seseorang berijtihad”.

4. Shiddiq Hasan Khan رحمه الله

Beliau رحمه الله berkata: “Hadits-hadits yang tersebut tentang Imam Mahdi dengan berbagai macam riwayatnya sangat banyak dan telah mencapai derajat mutawatir maknawi. Diriwayatkan dalam sunan dan lain-lainnya dalam kitab-kitab para ulama Islam, mu’jam-mu’jam dan musnad-musnad.

Tempat turunnya Imam Mahdi

Berkata Ibnu Katsir رحمه الله: “…Maka keluarlah Imam Mahdi dari negeri masyrik, bukan dari gua Samira seperti yang dipahami oleh orang-orang bodoh dari kalangan Syi’ah…. (an-Nihayah al-Fitan wal Malahim, juz 1 hal. 290)

Beliau رحمه الله berkata juga: “Nanti Imam Mahdi akan didukung oleh orang-orang dari negeri masyriq, membelanya, menolongnya, menunaikan perintahnya, dan mengokohkan kedudukannya. Bendera-bendera mereka hitam yang menunjukkan kesederhanaan dan ketenangan, karena bendera Rasulullah صلى الله عليه وسلم pun hitam yang dijuluki dengan ‘aqab. (an-Nihayah al-Fitan wal Malahim, juz 1 hal. 290)

Wallahu a’lam.
(judul asli Tanda-tanda Hari Kiamat, munculnya Imam Mahdi, penulis asli Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed)

 

Advertisements

Read Full Post »

Rokok:

Halal atau Haram?

Selasa, 3 Apr 07 05:47 WIB

Assalamua’laikum warohmatullahi wabarokatuh.

Buat Ustadz, saya ucapkan terima kasih kerana sudi menerima pertanyaan saya ini.

Mohon sekali agar ustadz menjelaskan hukum dan kedudukan rokok dalam pandangan syariah. Sebab saya bingung sekali. Seorang teman dengan tegas sekali menyebutkan bahwa rokok itu haram. Namun banyak sekali ustadz dan kiayi yang saya lihat mata kepala sendiri, mereka asyik menyedot rokok, bahkan di dalam pengajian.

Maka wajar dong kalau saya bingung, mana yang benar nih? Yang satu bilang haram, tapi yang lain asyik merokok. Barangkali ustadz bisa menjelaskan duduk masalahnya.

Jazakallahu khairan kathiira. Wassalamua’laikum warohmatullah.

Mujahid_fillah85
mujahid_fillah85 at eramuslim.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Masalah hukum keharaman rokok adalah masalah ikhitlaf, di mana para ulama tidak secara menyeluruh mengharamkannya, juga tidak secara menyeluruh menghalalkannya.

Halal dan haramnya rokok yang menjadi titik perbedaan ulama terjadi karena banyak faktor. Misalnya masalah benda yang disebut rokok itu sendiri. Ternyata rokok yang diperdebatkan hukumnya, terdiri dari banyak jenis. Setiap ganti generasi, rokok pun ikut berganti.

Di masa lalu, rokok adalah tembakau yang dibakar dan asapnya dihisap. Efek yang langsung dirasakan di masa lalu adalah sekedar bau mulut. Saat itu belum ada penelitian lebih dalam tentang efek negatif rokok buat kesehatan. Tidak seperti sekarang, para ahli telah menemukan bahwa dalam sebatang rokok ternyata terkandung tidak kurang dari 200 jenis racun yang amat berbahaya.

Di masa lalu, orang-orang belum tahu bahwa ada ancaman kesehatan yang sangat serius dalam sebatang rokok. Sehingga umumya tidak ada yang menulis bahwa rokok haram hukumnya. Maka pemandangan yang sering kita lihat sangat signifikan, di banyak wilayah, para ustadz, kiyai, pimpinan pondok pesantren, bahkan tokoh agama, banyak yang masih asyik mengepulkan asap rokok, bahkan termasuk ketika acara pengajian dan keagamaan.

Rupanya, dalam kitab fiqih mereka, rokok tidak sampai diharamkan, melainkan hanya sampai makruh.

Lho kok bisa? Bukankah rokok itu berbahaya dan mematikan? Mengapa hanya dihukumi makruh saja? Mengapa tidak sampai haram? Apakah para ustadz dan tokoh agama itu tidak punya otak?

Mungkin kita dengan cepat akan segera berpikir demikian. Tetapi sabar dulu, jangan terburu nafsu untuk memvonis mereka sebagai orang yang kurang perhatian terhadap masalah halal dan haram.

Ada baiknya kita melakukan riset kecil-kecilan. Begini, coba perhatikan jenis atau bentuk rokok di masa lalu. Ternyata benda yang disebut rokok di masa lalu sedikit berbeda dengan rokok di masa sekarang. Perhatikan rokok yang asyik disedot oleh simbah-simbah kita di desa, mereka ternyata meracik sendiri dan melinting sendiri. Terkadang, tembakau mereka bungkus dengan daun bambu (kaung) untuk dijadikan rokok.

Menurut sebagian dokter, ternyata yang sangat berbahaya dari sebatang rokok itu justru kertas pembungkus rokok. Karena kertas itu terbuat dari unsur-unsur kimiawi, salah satunya adalah tar. Tar inilah yang sangat berbahaya, bahkan jauh lebih berbahaya dari tembakaunya sendiri yang mengandung nikotin.

Tembakau, menurut sebagian ahli, meski mengandung nikotin, namun bila dihisap dengan kadar tertentu, tidak terlalu berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, para penghisap cerutu, umumnya lebih aman dari resiko bahaya kesehatan, ketimbang para penghisap rokok. Bahkan pada beberapa segi, daun tembakau berguna untuk kesehatan dan kekuatan gigi. Ingat, nenek-nenek di desa dan kebiasaan mereka makan sirih dan tembakau.

Dengan kenyataan jenis rokok di masa lalu yang tidak mengandung tar dan cenderung berbeda dengan rokok di zaman sekarang yang mengandung 200 jenis racun berbahaya pada kertasnya, maka wajar sekali bila fatwa rokok di masa lalu berbeda dengan fatwa rokok di masa sekarang.

Umumya para kiayi dan ustadz yang hobi merokok masih terpaku dengan fatwa makruh tentang rokok di masa lalu, yang memang resiko bahaya kesehatannya jauh di bawah resiko kesehatan pada rokok zaman sekarang. Sayangnya, yang mereka hisap saat ini adalah rokok dengan kandungan racun yang sudah sangat berbahaya. Seharusya, kalau mereka ingin mengatakan bahwa hukum rokok itu sekedar makruh, karena membuat mulut berbau, yang mereka hisap adalah rokok lintingan khas masa lalu. Tanpa 200 jenis racun yang berbahaya. Bukan rokok zaman sekarang yang jelas-jelas beresiko terhadap kesehatan, seperti paru-paru, jantung dan lainnya.

Maka fatwa tentang rokok ini harus dilengkapi dengan jenis rokok dan bahayanya, agar kita bisa mendudukkan perkaranya secara lebih tepat. Mengingat tidak ada satu pun dalil yang sharih (eksplisit) dan shahih (valid) dari perkataan, perbuatan atau taqrir Rasulullah SAW tentang najisnya rokok. Rokok jelas bukan benda najis. Kalau lah rokok itu diharamkan, semata-mata bukan karena sifat najisnya, tetapi karena kandungan racunnya yang sangat berbahaya.

Namun kalau ada benda yang dinamakan sebagai rokok, tetapi tidak mengandung racun yang berbahaya, maka tidak ada illat untuk mengharamkannya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Read Full Post »

Haramkah

Lukisan Gambar Nabi SAW

Selasa, 3 Apr 07 12:13 WIB

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Salam sejahtera buat pak ustadz yang dihormati. Semoga pak ustadz sentiasa dinaungi oleh rahmat Allah.

Pertanyaan saya adalah:

  1. Adakah larangan melukis gambar Nabi SAW itu haram secara total? Saya sedikit keliru kerana saya pernah melihat lukisan gambar Nabi SAW memberi khutbah yang dilukis sekitar zaman Turki Uthmaniyyah.
  2. Adakah larangan ini buat lukisan gambar Nabi Muhammad saja? Bagaimana dengan nabi-nabi sebelumnya seperti Nabi Isa, Nabi Musa dan lain-lain.
  3. Suatu ketika dulu, satu filem kartun tentang Nabi Musa (Prince of Egypt) telah diterbitkan. Soalan saya, bolehkah kita umat Islam membuat filem yang serupa tentang Nabi Musa ataupun nabi-nabi lain?

Semoga pak ustadz dapat memberikan penjelasan yang seksama dengan dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Sekian, terima kasih.

Wa’alaikkumsalam warohmatullahi wabarokatuh.

Wafiy

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Keharaman untuk menggambar nabi Muhammad SAW dan juga nabi-nabi yang lain, oleh para ulama ditetapkan berdasarkan kemustahilan untuk memastikan bahwa gambar itu benar-benar yang sebenarnya. Mengingat tidak ada satu orang pun orang di dunia ini yang tahu wajah para nabi. Karena tidak satu pun yang saat para nabi itu hidup yang hingga sekarang ini masih hidup.

Semua lukisan dan gambar tentang para nabi itu 100% bukan wajah mereka. Dan menurut para ulama, kalau pun gambar-gambar itu dilukis, sama sekali bukan gambar nabi, melainkan hayal dan imajinasi pelukisnya.

Seandainya yang digambar itu hanya orang biasa yang bukan nabi, mungkin masalahnya tidak serumit kalau yang digambar itu nabi. Menggambar atau melukis wajah seorang nabi adalah sebuah kerumitan tersendiri dari segi hukum. Mungkin anda bertanya, mengapa harus jadi rumit? Bukannah tujuan menggambar nabi itu baik, yaitu agar lebih mendekatkan kita kepada sosok nabi itu?

Ya, masalahnya menjadi rumit lantaran seorang nabi adalah pembawa risalah resmi dari Allah. Maka bukan hanya pembicaraannya saja yang jadi ukuran, tetapi semua tindak tanduk dan bahkan hingga masalah wajah dan potongan tubuhnya, adalah bagian utuh dari risalah itu.

Penggambaran wajah dan tubuh seorang nabi, sedikit banyak sangat berpengaruh kepada esensi syariat yang disampaikannya. Mengingat di kemudian hari setelah wafatnya para nabi itu, banyak orang yang berdusta tentang nabi. Baik dusta tentang perkataannya, perbuatannya, taqrirnya (sikap), termasuk berbohong tentang kondisi pisiknya.

Dan perbuatan berbohong atas apa yang apa yang dibawa oleh seorang nabi merupakan dosa yang amat serius. Ancamannya tidak tanggung-tanggung, yaitu kedudukan di dalam neraka.

من كَذَبَ عليَّ مُتَعَمِّدًا فلْيَتَبوأ مقعده من النار

Siapa yang berbohong tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempatnya di neraka. (HR Bukhari Muslim)

Dengan berdasarkan hadits ini, maka para ulama sepakat untuk mengharamkan gambar nabi Muhammad SAW, juga gambar para nabi yang lain. Mengingattidak ada seorang pun manusia yang hidup di zaman ini yang pernah melihat wajah nabi Muhammad SAW dan juga nabi lainnya. Dari mana lukisan nabi itu didapat, kalau bukan dari hayal dan imajinasi? Hayal dan imajinasi pada hakikatnya adalah kebohongan, meski niatnya mungkin baik.

Kita bisa simpulkan bahwa haramnya menggambar wajah seorang nabi, bukan semata-mata karena ditakutkan bahwa gambar akan menghina nabi, melainkan masalah keaslian dan kejujuran gambar itu sendiri. Bahwa tidak ada kebenaran dalam gambar itu dan gambar itu bukan gambar nabi.

Seharusnya masalah ini juga berlaku buat para shahabat nabi, para tabi’in dan atba’ut tabiin. Mengingat keagungan dan ketinggian kedudukan mereka dalam agama ini.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

 

Read Full Post »

Bid’ahkah?

Ulang Tahun Perusahaan,

Selasa, 3 Apr 07 09:28 WIB

Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah saya sudah mempunyai suami dan bekerja di sebuah ‘warnet ” di mana warnet itu beberapa hari lagi akan genap 8 tahun maka pemilik warnet itu berencana tuk merayakan hari ulang tahun yang ke 8 itu.

Saya sendiri lebih pass mengatakan SYUKURAN karena saya tau Ulang tahun itu perbuatan yang tidak diajarkan oleh Nabi Nya kepada umatnya. Dan berencana akan Jalan jalan ke suatu tempat hiburan di daerah jakarta utara…

Sebelum kita berangkat ke tempat itu maka ada pembentukan panitia agar acaranya berjalan dengan lancar.. dalam panitia itu terpilihlah saya dan suami saya menjadi salah satu Seksi…. di mana saya ditugas kan mencari Snack dan Kue ulang tahun tersebut.. yang saya ingin tanyakan

Berdosakah saya menjadi salah satu peserta +panitia dalam acara tersebut?

Akankah langkah saya di hitung dihari KIAMAT nanti bila saya bepergian untuk mencari snack/ kue ulang tahun itu?

Apa yang harus saya lakukan dalam menyikapi hal ini…?

Terima kasih

Wassalamualikum

Hamba Allah

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di zaman Rasulullah SAW memang tidak pernah terjadi perayaan ulang tahun perusahaan. Bahkan boleh jadi, perusahaan-perusahaan seperti di zaman sekarang pun belum ada. Jadi kita tidak bisa membuat keputusan hukum begitu saja tentang masalah ini, hanya karena belum ada contohnya di zaman Nabi SAW.

Tentu saja kita pun tidak bisa main vonis bahwa segala bentuk fenomena masyarakat yang tidak ada contohnya di zaman nabi menjadi haram hukumnya. Mengingat di dalam kaidah fiqih, kita justru mendapat ketentuan yang sebaliknya. Kaidah itu sangat terkenal dan menjadi ukuran dalam mengeluarkan fatwa hukum, yaitu:

الأصل في الأشياء الإباجة

Hukum dasar segala sesuatu adalah boleh

Khususnya dalam masalah sosial kemasyarakatan, atau masalah budaya, atau kebiasaan yang berkembang di suatu masyarakat, atau masalah muamalat dan seterusnya. Hukumnya dasarnya adalah boleh, halal dan tidak ada larangan.

Sebaliknya, khusus dalam masalah ritual peribadatan, sepenuhnya adalah hak nabi Muhammad SAW. Kita diharamkan untuk membuat ritual-ritual khusus untuk penyembahan kepada Allah SWT, kecuali bila diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Misalnya, kita diharamkan membuat teknis shalat sendiri, yang berbeda dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Kita juga diharamkan membuat bentuk-bentuk manasik haji sendiri, di luar apa yang telah diajarkan oleh nabi Muhammad SAW.

Sebab hak untuk membuat ritual peribadatan hanya milik Rasulullah SAW, yang tentunya bersumber dari Allah SWT juga. Allah SWT sebagai tuhan, hanya mau disembah dengan cara-cara khusus yang telah ditentukan oleh Dirinya. Maksudnya, bentuk penyembahan yang bersifat ritual.

Sedangkan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan urusan ritual peribadatan, maka Allah SWT telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk berkreasi, berinovasi, berkembang dan berbudaya. Prinsipnya sederhana, selama tidak ada larangan yang bersifat khusus, maka silahkan kerjakan apa saja.

Ulang Tahun: Ritual Ibadah Atau Bukan?

Sekarang tinggal kita kaji bersama, kira-kira bentuk peringatan ulang tahun perusahaan itu termasuk wilayah ritual peribadatan atau bukan?

Kalau diniatkan sebagai ritual peribadatan, maka jelaslah tidak ada syariat yang mengaturnya. Jelas tidak ada contoh dari bentuk-bentuk ritual yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Jelas tidak ada ajaran khusus yang beliau sampaikan. Sehingga hukumnya haram dan bid’ah sekaligus.

Namun kalau sama sekali tidak ada kaiannya dengan ritual peribadatan, sekedar bagian dari fenomena umum biasa, maka dari mana kita bisa mengatakan bahwa sebuah perbuatan itu haram atau bid’ah?

Sebab untuk memvonis sesuatu menjadi haram, khususnya dalam masalah sosial di luar urusan ritual peribadatan, harus ada dalil yang shahih dan sharih. Shahih artinya sanad riwayatnya bisa diterima secara kaidah hukum kritik hadits. Sharih artinya larangan itu bersifat tegas, eksplisit serta jelas-jelas menyebutkan bentuk perbuatan yang diharamkan. Bukan sesuatu yang masih bersifat multi tafsir atau bisa ditafsirkan ke sana kemari.

Sebab pada dasarnya, setiap orang itu boleh mengerjakan apapun, kecuali Allah memang secara tegas mengharamkannya. Sebagaimana dahulu di surga, Allah SWT menghalalkan kepada Adam as dan isterinya untuk bebas melakukan segala sesuatu, kecuali ada satu larangan saja, yaitu mendekati pohon.

Maka sebagai anak-anak Adam, kita pun telah diberikan kewenangan untuk melakukan apapun di muka bumi ini, selama tidak ada larangan untuk melakukannya.

Ulang Tahun Perusahaan Dengan Syukuran

Apa yang anda katakan bahwa anda lebih setuju untuk menyebut acara itu sebagai syukuran memang sudah sangat tepat. Dan syukuran atas telah berjalannya sebuah perusahaan selama 8 tahun dengan melakukan sebuah acara tertentu, sebenarnya juga tidak pernah ada contohnya di zaman Rasulullah SAW.

Tetapi pasti anda sepakat untuk mengatakan bahwa syukuran seperti itu bukan termasuk bid’ah yang diharamkan Allah SWT. Yang penting, esensi acara syukuran itu sendiri tidak mengandung hal-hal yang diharamkan Allah SWT. Misalnya, acara itu harus bebas dari alkohol (baca: khamar), zina, maksiat, serta hal-hal yang memang secara prinsipil telah ditegaskan hukum keharamannya oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Tidak mengapa bila acara itu diselingi dengan sedikit hiburan untuk mendapatkan kegembiraan. Sebab Islam tidak melarang kita untuk menghibur diri dan bergembira ria. Asalkan hiburan itu sendiri pun tetap berada di dalam koridor yang tidak terlarang secara syariah.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Read Full Post »

Syaratnya….

AS Siap Dialog Nuklir dengan Iran,

Selasa, 3 Apr 07 13:51 WIB

AS menyatakan siap membuka hubungan bilateral dengan Iran dan melakukan dialog terkait proyek nuklir Iran yang kini menjadi topik perdebatan yang kian memanas. Namun niat AS itu bukan tanpa syarat.

Syarat yang diberikan pun cenderung sepihak dan memaksakan kehendak, yakni Iran harus hentikan dulu proyek pengembangan uraniumnya. Baru setelah itu dialog.

Menlu AS Condoleezaa Rice mengemukakan hal itu dalam pertemuan bersama sejumlah kolumnis media massa AS. “Jika Iran menghentikan proyek pengembangan uraniumnya, dan kemudian melibatkan kami dalam dialog, kita harus membuka peluang yang bisa bermanfaat ini, untuk bisa membuka hubungan bilateral yang bisa mengoptimalkan banyak hal, ” ujar Rice.

Menurut Rice, AS siap terlibat dalam dialog yang dilakukan oleh enam negara pemerhati masalah nuklir Iran (AS, Rusia, China, Inggris, Prancis, Jerman). Tapi sampai kini, katanya, kesiapan itu masih belum mungkin diwujudkan.

Semenara itu, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad akan menggelar konperensi pers tentang perkembangan baru proyek nuklir yang berhasil dicapai Iran. Dua hari lalu, ia telah menjanjikan pada rakyat Iran, “Kalian akan mendengarkan berita tentang proyek nuklir negeri kalian”, tanpa memberitahu kapan pastinya informasi baru itu akan ia sampaikan pada rakyat Iran.

Iran sendiri sampai hari ii masih tetap bertekad melanjutkan proyek nuklirnya. Tapi Iran menolak bila dianggap menolak pantauan International Atomic Energy Agency (IAEA).

Perkembangan proyek pengembangan uranium Iran memang memicu kekhawatiran besar. Tokoh ahli nuklir asal Rusia Yevjeny Vilokov, mengatakan bahwa senjata nuklir Iran hanya soal waktu saja. Yevjeny yang juga pakar ilmu fisika dan bertugas membantu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, “Sudah sangat jelas Iran memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi senjata nuklir. ”

Sementara Iran mengatakan, program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai. (na-str/aljzr) –eramuslim.com-

Read Full Post »