Feeds:
Posts
Comments

Archive for January 8th, 2007

Yang Wajib diketahui Setiap Muslim

yangwajib.pdf

Advertisements

Read Full Post »

Sebuah Fenomena

Yang Mulai Diremehkan Para Istri 

Banyak rumah tangga hancur berantakan setelah berjalan sekian tahun hanya karena perkara kecil. Baik perkara itu berasal dari suami atau dari istri. Namun jika suatu wanitanya baik, maka negaranya akan baik. Berlandaskan itu maka perlu kiranya sang istri mengetahui hak-hak suami atasnya, sehingga-Insyaallah- rumah tangga akan berjalan langgeng.

Hak-hak seorang suami atas isterinya banyak dan luhur, yang demikian itu karena agungnya hak suami atas isterinya. Rasululloh ShalAllohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, yang artinya: “Seandainya aku diperbolehkan menyuruh seseorang untuk bersujud kepada orang lain, pasti telah kusuruh seorang wanita untuk bersujud kepada suaminya.”Ketaatan seorang isteri kepada suaminya adalah sebuah kewajiban, jika ia (istri) membangkang dan terus menerus dalam menyelisihi suaminya, maka ia akan selalu berada dalam murka Allah hingga sang suami ridla kepadanya.

Berikut kita nukilkan secara ringkas tentang beberapa hak suami atas isterinya:

Hendaknya seorang isteri tidak mengurangi ketaatan kepada suaminya, sedangkan asal ketaatan adalah dalam hal-hal yang ma”ruf (sesuai syar”i). Hal ini sesuai dengan sabda Rasul ShalAllohu ‘alaihi wa sallam, yang artinya kurang lebih: “Tidaklah ketaatan itu kecuali yang ma”ruf”

Hendaknya ketika suami tidak ada, isteri tidak memasukkan kerumah suaminya, seseorang yang bukan ShalAllohu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Janganlah kalian masuk kepada wanita, . Maka berkata seorang sahabat Anshar: Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu dengan ipar?. Beliau menjawab : Ipar adalah maut.”

Dan juga karena sabdanya, yang artinya: “Dan sesungguhnya kalian (wahai para suami) yaitu mereka hendaknya tidak memasukkan kerumah kalian seorang yang kalian tidak sukai, maka jika mereka melakukan hal itu maka pukullah dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Dan mereka juga punya hak atas kalian yaitu menafkahi mereka dan memberikan mereka pakaian secara ma”ruf.”

Hendaknya isteri tidak keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya, jika ia berbuat demikian (keluar rumah tanpa ijin) maka ia terus berada dalam kemaksiatan dan ia layak untuk mendapat adzab.

Diperbolehkan bagi wanita untuk keluar ke pasar dan sebagainya untuk memenuhi kebutuhannya dengan tetap mempunyai rasa malu yang besar dan mempunyai komitmen dengan pakain syar”i dan menjaga anggota badan dari melakukan kemungkaran-kemungkaran.

Karena hadits Aisyah yang berkata: ”Telah keluar Saudah bintu Zam”ah pada suatu malam, maka Umar melihatnya dan mengenalinya, kemudian dia berkata: Demi Alloh, sesungguhnya engkau tidak tersembunyi dari kami. Maka kembalilah Saudah kepada Nabi, kemudian Saudah menceritakan hal itu kepada rasulullah, ketika itu beliau berada dirumahku (A”isyah -red) sedang makan malam dan ditangan beliau ada tulang, makaturunlah wahyu kepada beliau, yang memberikan keringanan terhadap masalah itu, Beliau berkata: Sungguh Alloh mengijinkan kalian (para wanita) untuk keluar memenuhi kebutuhan-kebutuhan kalian. Sedangkan untuk shalat para wanita lebih baik dirumah.

Hendaknya isteri menjaga harta suaminya, maka ia tidak menggunakannya tanpa ridha suaminya dan tidak membelanjakannya tanpa sepengetahuan suaminya, karena sabda Rasululloh ShalAllohu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Janganlah seorang wanita menginfakkan sesuatupun dari rumah suaminya kecuali dengan ijin suaminya.”

Hendaknya siteri memberikan pelayanan kepada suami dirumahnya, dan membantunya untuk mendapatkan rasa hidup yang indah, maka sesungguhnya hal itu mebantunya (suami) untuk bisa mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiranya untuk melaksanakan kewajibannya.

Dan jika seorang isteri tidak mampu melakukan sesuatu, maka suami tidak boleh membebani apa yang diluar batas kemampuannya. sementara jika suami bisa melakukannya, maka hendaknya ia melakukannya, karena hadits A”isyah : Bahwa Rasulullah biasa menjahit pakaiannya sendiri, menambal kasutnya (sandal) dan beliau berlaku sebagaimana seorang lelaki dirumahnya.

Hendaknya isteri bersyukur (berterima kasih) atas segala kebaikan suami kepadanya dan janganlah isteri mengingkari kebaikan suaminya, maka sesunguhnya yang demikian itu akan mendatangkan kebencian dari Allah, karena Nabi ShalAllohu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Alloh tidak mau melihat wanita yang tidak tahu terima kasih kepada suaminya sedang ia (wanita) tidak merasa cukup kepadanya (suaminya).”

Dan juga karena sabda ShalAllohu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Diperlihatkan kepadaku neraka, maka sebagian besar penghuninya adalah para wanita yang kufur. Dikatakan :” Apakah mereka kufur kepada Allah Rasullah menjawab : Mereka kufur terhadap suami mereka dan mereka mengingkari kebaikan suami mereka. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa, kemudian ia (wanita tersebut) melihat sesuatu (yang tidak disukainya), ia akan berkata : Aku sama sekali belum pernah melihat mu.” (HR: Bukhari dan Muslim)

Hadits ini merupakan peringatan penting bagi para wanita yang beriman kepada Allah dan bagi wanita yang mengaharapkan kampung akherat. Dalam hal ini ada bukti dari hadits lain: “Penghuni surga yang paling sedikit adalah dari kalangan wanita” (HR: Muslim dan Akhmad)

Maka tidak pantas seorang wanita yang mencari keselamatan kemudian menyelisihi suami kepada yang selain diberikan suami dengan kufur/mengingkari kebaikan suaminya atau banyak mengeluh karena sebab-sebab yang sangat sepele. Dan wanita mana yang saja yang menyakiti suaminya akan dilaknat para bidadari (wanita-wanita surga yang disediakan sebagai istri-istri pria beriman) maka ia (wanita) akan berada dijurang kehancuran jika terus menerus melakukan perkara yang dilarang itu. Sesuai dengan sabda Rasululloh ShalAllohu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia, kecuali berkata istrinya yang dari bidadari : Janganlah kau sakiti dia (suami) – semoga Allah mencelakakanmu – maka tidak lain dia (suami) disisimu hanya seorang asing yang sebentar lagi akan meningalkanmu menuju kami.” (HR: AT- Tirmizi, Ibnumajah, dan Akhmad). MediaMuslim.Info

Read Full Post »

Dampak Pengabaian

Terhadap Amal Sunnah Sehari-Hari

Al-Ikhwan.net | 13 November 2006 | 20 Syawal 1427 H | Abi AbduLLAAH

Jika kita melihat pada perjalanan hidup para sahabat ra, maka akan kita lihat bagaimana mereka senantiasa menjaga terhadap hal-hal yang sunnah, bahkan berhati-hati terhadap hal yang mubah, karena cinta mereka yang begitu tinggi kepada Allah SWT dan karena takut terjerumus pada hal-hal yang dimurkai Allah.

Kita membaca seorang sahabat yang mulia Abu Salamah ra, yang memiliki kebiasaan setiap pulang dari majlis Rasulullah SAW di malam hari, senantiasa membangunkan istrinya untuk bersegera menceritakan oleh-oleh berupa cahaya wahyu al-Qur’an yang baru didapatnya. Kita juga melihat bagaimana shahabat Umar ra menginfakkan
kebunnya yang disayanginya di Madinah hanya karena tertinggal takbiratul-ihram dalam shalat berjama’ah, dll.

Sebab-Sebab Terjadinya Pengabaian

1. Terkotori oleh kemaksiatan

  • Kemaksiatan berapapun kecilnya adalah berbahaya, bukankah Nabi SAW bersabda: “Apabila seorang hamba berbuat dosa, maka diberikan noda hitam dalam hatinya.” Maka janganlah melihat kecilnya sebuah maksiat, tapi lihat kepada siapa maksiat itu diarahkan?!
  • Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa makna hajrul-qur’an (meninggalkan al-Qur’an) dalam surat al-Furqan bukan hanya berarti tidak membaca, melainkan juga tidak mau menghafal & mengamalkan al-Qur’an. Maka saat ditimpa musibah berat, jangan sedih, mungkin sedemikian banyaklah dosa
    kita.
  • Tapi kita tak perlu putus asa, karena jika bertaubat insya Allah akan dihapus dosa tersebut oleh Allah SWT, sebagaimana kata para ulama : La Kaba’ir ma’al Istighfar, wala Shagha’ir ma’al Istimrar.

2. Berlebih-lebihan dalam hal yang mubah

  • Memang mubah adalah boleh, tapi jika berlebihan maka dapat merusak amal, minimal menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga.
  • Dalam Kitab at-Tauhid, Imam Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa pintu masuk syetan yang terakhir adalah pintu ini, setelah pintu murtad, pintu syirik, pintu bid’ah, pintu kufur, pintu maksiat dan pintu makruh.

3. Tidak sadar akan nilai nikmat Allah

  • Dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 34 [1] disebutkan tentang demikian banyaknya limpahan nikmat-Nya pada diri kita. Juga surat QS al-Kautsar [2]. Maka nikmat RABB-mu yang mana lagi yang akan kamu dustakan (dengan tidak bersyukur/beribadah)?
  • Sampai-sampai kita masuk jannah-pun karena nikmat-Nya dan bukan karena amal kita (HR Bukhari Muslim).

4. Lalai terhadap kebutuhan kita terhadap amal-amal tersebut.

  • Di antara manfaat istighfar adalah menambah kekuatan fisik, rizki, dsb [3].
  • Jika ingin diingat-Nya maka kita dulu harus ingat pada-Nya (Fadzkuruni adzkurkum…).
  • Fenomena yang ada di antaranya ialah banyak menyia-nyiakan waktu, menunda-nunda atau bahkan sampai tak tahu apa yang akan dikerjakan lagi.

5. Lemahnya pemahaman yang benar tentang hakikat pahala yang berlipatganda.

  • Di antara amal yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu walau sedikit.
  • Nabi SAW, jika ada waktu istirahat maka istirahat beliau SAW adalah melakukan shalat (Arihna ya Bilal bish Shalat…).

6. Melupakan kematian & apa yang menanti setelahnya.

  • Allah mengingatkan kita untuk senantiasa mempersiapkan bekal untuk setelah mati [4].
  • Kata Ali ra: “Shalatlah kalian seperti shalatnya seorang yang akan meninggalkan dunia.”
  • Pesan Abubakar pada Aisyah ra: “… dan jika aku sudah meninggal, maka kafanilah aku dengan kain yang paling murah, karena ia hanya akan menjadi wadah nanah & darah…”

7. Mengira amalnya sudah cukup

  • Dicela oleh Allah SWT.
  • Nabi SAW saat turun surat Hud, Waqi’ah, An Naba’ & Takwir sampai beruban rambutnya.

8. Terlalu banyak tugas & pekerjaan

  • Maka harus tawazun, ingat kisah Salman & Abu Dzar ra.
  • Nabi SAW membagi waktunya dalam 3 bagian: 1/3 untuk Rabb-nya, 1/3 untuk keluarganya & 1/3 untuk ummatnya.

9. Ditunda-tunda & dinanti-nanti

  • Sabda nabi SAW: “Persiapkanlah yang 5 sebelum datang yang 5: Masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum masa matimu.”
  • Orang yang kuat menurut Umar ra adalah orang bersegera dalam setiap amal.

10. Menyaksikan sebagian panutan dalam kondisi pengabaian

  • Imam Ghazali menyebutkan bahwa salah satu dosa kecil yang bisa menjadi dosa besar adalah dosa kecil yang dilakukan oleh ulama, karena dapat mengakibatkan ditiru orang lain.
  • Oleh karenanya maka Nabi SAW demikian menekankan disiplin pada keluarganya (Fathimah ra, Ali ra, Hasan & Husein ra) sebelum orang lain.

Maraji’:

– Kitab Afaatun ‘ala Thariiq ad Dakwah, DR. Muh. Nuh
– Al-Mustakhlash fi Tazkiyyatil Anfus, Syaikh Sa’id Hawwa
– Tadzkiratud Du’at, Syaikh Bahi al-Khauly rahimahumuLLAH.

Catatan Kaki:

[1] “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah).” (QS. Ibrahim [14]: 34)

[2] “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. Al Kautsar [108]: 1-3)

[3] “…maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh [71]: 10-12)

[4] “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr [59]: 18)

Read Full Post »

Nikah dengan Wanita Non Muslim

Minggu, 7 Jan 07 06:53 WIB

Yth.Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.

Saya lajang usia tahun 2007 ini memasuki 41 th, saat ini saya berpacaran dengan wanita keturunan(China) danNon Muslim, saya berniat menikah dengan nya begitu juga dengan Dia, tapi kami bersikukuh pada agama kami masing-masing. Diatakut masuk Islam krn Dia menyasikan sendiri, betapa brutalnya orang-orang Islam me-ngobrak abrik kios majalah yang pedagangnya orang “Kecil” Muslim pula dan tayangan TV yang memojokan Islam. Saya berharap stlh menikah dengan saya Dia mau memeluk Islam, krn saya ingin menunjukan bhw Islam itu adalah Agama yang Sempurna dan tidak seperti yang diperkirakan. Yang saya ingin tanyakan bolehkan laki-laki Muslim menikah dengan wanita Non Muslim(Kristen Protestan)?? Adakah ayat Al-Quran yang berbicara tgg masalah perkawainan ini?? Kalo boleh bagaimana caranya?? Saya ingin sekali berdialog masalah ini dengan bapak, bagaimana caranya bisaberbicara langsung dengan bapak??

Terima Kasih

Tya

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Secara tegas Al-Quran sejak 14 abad lampau telah memberikan kehalalan bagi laki-laki muslim untuk menikahi wanita ahli kitab. Silahkan baca surat Al-Maidah:

(dihalalkan bagimu menikahi wanita) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu. (QS. Al-Maidah: 5)

Semua ulama ahli syariah pun sepakat membenarkan tentang halalnya pria muslim menikahi wanita ahli kitab. Demikian juga dengan pendapat 4 imam mazhab, semua menghalalkannya.

Namun ada beberapa hal yang perlu kiranya dijadikan bahan pertimbangan, antara lain:

1. Masalah beda pendapat tentang pengertian ahli kitab

Harus diakui di balik dari tegasnya ayat Al-Quran dan sepakatnya jumhur ulama, ternyata masih ada pendapat sebagian ulama yang membatasi pengertian dan batasan ahli kitab.

Di antaranya ada yang menyebutkan bahwa wanita kristen itu tidak lain adalah wanita musyrikah, karena menyembah Yesus. Atau ada yang mengatakan bahwa yang masuk dalam kriteria ahli kitab hanyalah mereka yang keturunan langsung dari bani Israil. Bukan bangsa-bangsa lain yang dikristenkan.

Rupanya pendapat mereka mengembalikan pengertian ahli kitab kepada unsur keturunan, bukan kepada status. Di antara yang berpendapat demikian antara lain Dr. Salim Segaf Al-Jufri, sebagaimana pernah kami tanyakan hal ini saat kami masih kuliah dulu. Beliau membatasi pengertian wanita ahli kitab pada keturunan (sulalah) bani Israil saja, sedangkan wanita kritsten dari bangsa di luar itu, tidak termasuk hukum wanita ahli kitab.

Kalau menggunakan batasan ini, maka calon isteri anda yang keturunan cina itu tidak termasuk wanita ahli kitab. Tapi kalau kita menggunakan pendapat jumhur ulama yang tidak membedakan berdasarkan keturunan atau nasab, maka hukumnya boleh secara syariah. Yang jadi ukuran semata-mata status yang telah diikrarkan oleh yang bersangkutan.

Testnya mudah saja untuk membedakan apakah seseorang itu termasuk ahli kitab atau bukan, yaitu kita tanyakan kepadanya tentang agamanya, apakah anda seorang nasrani? Kalau dia menjawab ‘ya’, maka dia adalah seorang nasrani. Urusan dia percaya atau tidak percaya kepada bible, gereja, yesus atau doktrin-doktrin lainnya, tidak perlu kita risaukan. Pokoknya, begitu seseorang mengaku beragama kristen, maka secara hukum syariah kita perlakukan sebagai pemeluk agama itu.

Kalau seandainya dia meninggal, kita tidak perlu wawancara dulu tentang detail-detail doktrin agamanya, langsung saja kita kuburkan di pekuburan kristen, selesai.

2. Masalah styreotype umat Islam

Hal kedua yang jadi bahan pertimbangan adalah cara pandang sebagian umat Islam atas pernikahan model begini.

Kenyataan yang sulit dihindari adalah bahwa sebagian masyarakat kita ini meski mengaku muslim, tapi sangat awam dengan agamanya. Lihatlah Aa Gym yang berpoligami secara 100% halal, tapi habislah beliau dihujani hujatan, makian, cemooh, cibiran, bahkan fitnah berkepanjangan. Sementara Maria Eva yang jelas berzina dan menggugurkan bayi, malah mendapat simpati.

Aa Gym pasti sudah tahu resiko dicibirkan oleh orang yang dahulu memuja dirinya. Sangat menyakitkan pastinya.

Tinggal semua kembali kepada anda, tentunya panen kritik dan hal-hal sejenis pun akan terjadi. Padahal Al-Qruan dan syariah Islam sudah 100% menghalalkannya. Tetapi anda harus berhadapan dengan keawaman mereka plus sikap anarkisnya juga.

3. Masalah Fitnah dan Politik

Masalah ketiga adalah masalah fitnah di dalam tubuh umat Islam, lebi tepatnya di dalam lingkungan wanita muslimah. Masih banyak wanita muslimah yang sudah paten, shalihah, qanitah, berketurunan baik-baik dan lainnya, mengapa harus jauh-jauh mencari wanita yang masih belum jelas agamanya?

Hal ini juga yang dahulu jadi motivasi mengapa khalifah Umar bin Al-Khattab ra berkirim surat kepada bawahannya yang menikahi wanita ahli kitab.

Konon surat khalifah itu sangat tegas, “Jangan kamu letakkan suratkku ini sebelum kamu ceraikan dulu isterimu yang ahli kitab itu.”

Tentu perintah khalifah itu bukan untuk menentang kehalalan yang sudah jelas di dalam Al-Quran, melainkan sebagai politisi, beliau punya kebijakan-kebijakan internal demi mendapatkan tujuan-tujuan yang lebih besar.

Mungkin beliau berpandangan lebih baik memerintahkan bawaannya untuk menceraikan isteri dari ahli kitab, dari pada timbul gelombang fitnah besar di dalam negeri, yang tentunya akan berimbas pada ketidak-stabilan politik lebih besar. Toh para bawahannya itu sudah punya isteri sebelumnya.

4. Masalah Pendidikan Anak dan Keluarga

Masalah ini juga perlu untuk dipertimbangkan matang-matang. Sebab masalah hidayah masuk Islam kan urusan Allah SWT. Meski pernikahan anda tetap halal untuk selamanya tanpa ada syarat masuk Islamnya isrti, namun bagaimana dengan pendidikan anak-anak anda.

Pastinya anda berkewajiban punya keturunan yang beragama Islam, bukan beragama sebagaimana agama ibunya. Kecuali bila anda memang tidak berniat punya keturunan dari isteri anda itu.

Tapi normalnya semua orang menikah pasti menginginkan anak keturunan.

Wallahu ‘alam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Read Full Post »

Apakah Kita Baca Al-Fatihah

Ketika Shalat di Belakang Imam?

Senin, 8 Jan 07 05:49 WIB

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Ustadz yang dirahmati Allah langsung saja saya ingin bertanya:

1. Bagaimanakan tata cara shalat berjamaah yang baik & benar yang dicontohkan oleh Rasulullah saw?

2. Apakah yang dilakukan oleh makmum saat imam membaca Surah Al-Fatihah? Apakah mereka hanya diam menyimak bacaan imam kemudian baru membaca Al-Fatihah saat imam membaca surah-surah pendek? Ataukah mereka membaca Al-Fatihah berbarengan dengan imam?

3. Apakah hukumnya membaca surah-surah pendek setelah Al-Fatihah? Apakah makmum juga membaca surah pendek?

Terima Kasih Ustadz.

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

JH

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Tata cara shalat yang benar adalah shalat yang merujuk kepada contoh dari Rasulullah SAW, lewat hasil kajian atas jutaan jalur sanad yang kuat dan tersambung kepada Rasulullah SAW.

Pekerjaan ini tidak sesederhana membolak-balik satu atau dua kitab hadits, tetapi harus merupakan sebuah proyek maha raksasa yang dilakukan oleh para ulamaekspertdengan multi talen, sekelas Imam Abu Hanifah, Al-Imam Malik, Al-Imam As-Syaf’i atau Al-Imam Ahmad bin Hanbal.

Dan posisi kita sekarang ini sangat diuntungkan dengan keberadaan mereka, sebagai orang-orang terbaik yang pernah dilahirkan di muka bumi. Kita yang awam ini cukup mengacu kepada apa yang telah mereka rilis sebelumnya. Meski bukan berarti pintu untuk melakukan riset mendalam jadi tertutup setelah mereka melakukannya 12dan 13 abad yang lampau.

Maka cara yang paling benar dalam menjalankan sunnah Rasululah adalah dengan merujuk kepada para ulama fiqih, karena mereka boleh dibilang orang yang paling paham dengan warisan petunjuk dari Rasulullah SAW.

2. Tentang Baca surat Al-FAtihah Buat Makmum

Jumhur ulama menyebutkan bahwa membaca surat Al-Fatihah adalah rukun shalat, di mana shalat seseorang tidak syah tanpa membacanya. Dengan dalil kuat dari hadits nabawi:

“Tidak syah shalat kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah“(HR Ibnu Hibban dalam shahihnya)

a. Mazhab As-Syafi`i

Mazhab As-syafi`iyah mewajibkan makmum dalam shalat jamaah untuk membaca surat Al-Fatihah sendiri meski dalam shalat jahriyah (yang dikeraskan bacaan imamnya). Tidak cukup hanya mendengarkan bacaan imam saja.

Karena itu mereka menyebutkan bahwa ketika imam membaca surat Al-Fatihah, makmum harus mendengarkannya, namun begitu selesai mengucapkan, masing-masing makmum membaca sendiri-sendiri surat Al-Fatihah secara sirr (tidak terdengar).

Namun dalam pandangan mazhab ini, kewajiban membaca surat Al-Fatihah gugur dalam kasus seorang makmum yang tertinggal dan mendapati imam sedang ruku`.

Maka saat itu yang bersangkutan ikut ruku` bersama imam dan sudah terhitung mendapat satu rakaat. Rujuk kitab Al-Majmu’ syarah Al-Muhazzab, karya Al-Imam An-Nawawi rahimahullah jilid 3 halaman 344 s/d 350.

b. Mazhab Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah
Mazhab Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa seorang makmum dalam shalat jamaah yang jahriyah (yang bacaan imamnya keras) untuk tidak membaca apapun kecuali mendengarkan bacaan imam. Sebab bacaan imam sudah dianggap menjadi bacaan makmum.

c. Mazhab Al-Hanafiyah
Sedangkan mazhab Al-Hanafiyah yang mengatakan bahwa Al-Fatihah itu bukan rukun shalat, cukup membaca ayat Al-Quran saja pun sudah boleh. Sebab yang dimaksud dengan `rukun` menurut pandangan mazhab ini adalah semua hal yang wajib dikerjakan baik oleh imam maupun makmum, juga wajib dikerjakan dalam shalat wajib maupun shalat sunnah.

Sehingga dalam tolok ukur mereka, membaca surat Al-Fatihah tidak termasuk rukun shalat, sebab seorang makmum yang tertinggal tidak membaca Al-Fatihah tapi syah shalatnya. Bahkan makmum shalat dimakruhkan untuk membaca Al-Fatihah karena makmum harus mendengarkan saja apa yang diucapkan imam.

Selain itu mereka berpendapat bahwa di dalam Al-Quran diperintahkan membaca ayat Quran yang mudah. Sebagaimana ayat berikut ini:

.maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an dan dirikanlah shalat…(QS. Al-Muzzamil: 20)

Dan sabda Rasulullah SAW:

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak syah shalat itu kecuali dengan membaca al-Quran.”(HR Muslim)

Dalam mazhab ini, minimal yang bisa dianggap sebagai bacaan Al-Quran adalah sekadar 6 huruf dari sepenggal ayat. Seperti mengucapkan tsumma nazhar, di mana di dalam lafaz ayat itu ada huruf tsa’, mim, mim, nun, dha` dan ra`.

Namun ulama mazhab ini yaitu Abu yusuf dan Muhammad mengatakan minimal harus membaca tiga ayat yang pendek, atau satu ayat yang panjangnya kira-kira sama dengan tiga ayat yang pendek.
(silahkan lihat pada kitab Addur Al-Mukhtar jilid 1 halaman 415, kitab Fathul Qadir jilid 1 halaman 193-205322, kitab Al-Badai` jilid 1 halaman 110 dan kitab Tabyinul Haqaiq jilid 1 halaman 104).

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Read Full Post »

Sunday Times

Israel Siap Gempur Fasilitas Nuklir Iran

Senin, 8 Jan 07 08:50 WIB

Majalah Sunday Times terbitan Inggris (7/1) menyingkap informasi soal persiapan rahasia Israel untuk menghancurkan sejumlah lokasi pengembangan uranium milik Iran. Sejumlah pilot pesawat Israel kini tengah melakukan latihan intensif untuk misi tersebut, di Jabal Thariq.
Masih menurut Sunday Times, kelak aksi militer yang digelar Israel juga akan menghantam dua lokasi lainnya milik Iran, yakni sebuah pabrik tenaga air di Aarak dan pabrik pengembangan uranium di Asfahan, dengan bom konvensional.

Sebagai strateginya digambarkan bahwa Israel sudah menempatkan pelontar bom yang kini sudah diarahkan berikut sinar lasernya untuk membuka jalur menuju sejumlah tempat di Iran. Menurut Sunday Times Israel akan menggunakan sejumlah bom berkepala nuklir, untuk menghancurkan sebuah pabrik di Nathnez. Bom itu kelak akan meledak setelah masuk beberapa puluh meter ke dalam lapisan bumi dan menghasilkan efek ledakan yang dahsyat.

Sunday Times menyinggung pula peran sejumlah pilot Israel yang telah berangkat menuju lokasi Jabal Thariq pada beberapa pekan terakhir guna melakukan latihan pulang pergi ke sejumlah target Iran yang berjarak kurang lebih 3.200 km. Ada tiga jalur yang mungkin digunakan Israel untuk mencapai Iran, antara lain langit Turki.

Akan tetapi Sunday Times mengutip sejumlah komentar dari tokoh Israel yang menyebutkan bahwa Israel takkan melakukan pukulan militer ke wilayah Iran dengan menggunakan senjata nuklir. Menurut AS, penggunaan kekuatan militer masih menjadi alternatif terakhir yang harus didahului dengan berbagai langkah diplomatik untuk mencari solusi masalah nuklir Iran.

Sejumlah strategi Israel yang diungkap Sunday Times, boleh jadi merupakan upaya menekan Iran agar mau menghentikan pengembangan uraniumnya. Pada tanggal 23 Desember lalu, Dewan Keamanan PBB sudah mengetuk palu untuk menjatuhkan sangsi atas Iran karena masih enggan menghentikan proyek uraniumnya. Tapi, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menanggapi hal ini dengan mengatakan, “Itu tidak akan membuat rakyat Iran takut. Kami tidak akan menghentikan proyek uranium. Karenanya, kami memandang sebaiknya Barat bisa lebih baik memahami proyek uranium Iran.” (na-str/iol) eramuslim.com

Read Full Post »

Alquran Mewarnai Seremoni Kongres AS

Redaksi 06 Jan 2007 – 10:21 pm

Bukan hanya ingin tampil beda, Keith Ellison bertekad menggunakan Alquran bersejarah dalam pengambilan sumpah jabatannya sebagai anggota Kongres AS. Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS ini berkeinginan kuat mengkampanyekan semangat toleransi lewat seremoni tersebut.

Anggota Kongres AS yang baru saja terpilih lewat pemilu beberapa waktu lalu diambil sumpahnya pada Kamis (4/1) waktu setempat. Hampir semua anggota Kongres, menggunakan Injil dalam acara tersebut. Namun Ellison memilih menggunakan Alquran. Lewat Kitab Suci tersebut, dia ingin menyampaikan pesan bahwa perbedaan agama bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Tak cuma itu, Alquran yang akan digunakan Ellison dalam pengambilan sumpah jabatannya itu adalah Alquran yang sudah berumur tua dan bersejarah. Kantor Berita AP, menulis Alquran tersebut murupakan salah satu koleksi bersejarah milik Thomas Jefferson (mantan presiden AS).

Presiden ketiga AS ini memang memiliki hobi mengoleksi buku tentang berbagai topik. Alquran yang semula menjadi koleksi bersejarahnya itu kemudian dijual ke Kongres AS pada 1815. Hingga saat ini, Alquran tersebut masih tersimpan di perpustakaan Kongres. Tak hanya bersejarah, Alquran ini juga selamat dari kebakaran yang pernah melalap gedung Kongres pada 1851.

Penjualan Alquran ini merupakan bagian dari penjualan sebanyak 6.400 buku koleksi Jefferson kepada perpustakaan Kongres AS. Transaksi senilai 24 ribu dolar AS itu dilakukan supaya perpustakaan Kongres kembali terisi buku. Pada perang 1812, seluruh koleksi perpustakaan ini dibakar tentara Inggris.

Alquran dengan terjemahan berbahasa Inggris ini diterbitkan di London pada 1764. Ini merupakan terbitan ulang dari Alquran yang edisi awalnya diterbitkan pada 1734. ”Keberadaan Alquran ini sebagai bentuk dari pengetahuan masyarakat Eropa terhadap Alquran,” tutur Kepala Divisi Buku Langka dan Koleksi Khusus Perpustakaan Kongres AS, Mark Dimunation.

Dimunation akan menjadi orang yang mengambil peran penting dalam pengambilan sumpah Ellison. Dia akan menjadi pembawa Alquran tersebut dari perpustakaan menuju ruang pengambilan sumpah jabatan. Dimunation akan membawa Alquran tersebut dengan berjalan kaki. Usai seremoni, dia segera mengembalikan Alquran bersampul kulit itu ke tempat semula. Dia menyebut peristiwa ini sebagai sesuatu yang spesial.

Ide pengambilan sumpah menggunakan Alquran bersejarah itu mulanya muncul dari selembar surat yang dikirim orang tak dikenal kepada Ellison. Dari surat tersebut, pria berketurunan Afro-Amerika ini mengetahui keberadaan Alquran bersejarah tersebut. Dari situlah dia kemudian merancang penggunaan Alquran dalam sumpah jabatannya. Rencana ini kemudian terendus pers, dan kali pertama disiarkan Washington Post edisi Rabu (3/1).

Ide tersebut, dikatakan Ellison, sebagai langkah untuk mengikuti tokoh yang pernah menjadi pendahulunya, yakni Jefferson. ”Kita memiliki tokoh yang sangat visioner, sangat religius dan toleran, juga sangat percaya nilai-nilai kearifan bisa diambil dari mana saja, termasuk Alquran,” ungkap Ellison dalam wawancara lewat telepon dengan AP.

Dia menambahkan tokoh visioner seperti Jefferson berani memiliki kepercayaan yang berbeda dari umumnya kepercayaan bangsa AS waktu itu. ”Ini menunjukkan toleransi beragama merupakan sendi dasar negara kita (AS). Dan perbedaan agama bukanlah sesuatu yang pantas ditakuti,” tutur dia. Koran USA Today juga menuliskan bahwa Theodore Roosevelt tidak menggunakan Injil dalam pengambilan sumpahnya sebagai presiden AS ke-26 pada 1901.

Keberadaan Ellison di Kongres AS memang menjadi sejarah baru bagi Muslim AS. Tak heran jika kiprah pria kelahiran Detroit 43 tahun lalu itu kerap menjadi sorotan pers. Mulanya, Ellison adalah penganut Katolik Roma, seperti kedua orang tuanya. Namun saat duduk di bangku kuliah dalam usia 19 tahun, dia menemukan Islam dan langsung mengucap dua kalimat syahadat.

Dalam pemilihan anggota Kongres AS, November 2006, dia mewakili daerah pemilihan Minneapolis. Dengan meraup suara sebanyak 56 persen, dia berhasil terpilih sebagai anggota Kongres AS untuk Partai Demokrat. Dia juga sekaligus sebagai orang keempat yang mewakili daerah pemilihan tersebut di Kongres AS sejak 1943. Selain toleransi beragama, dia juga menentang sangat keras agresi militer yang dipimpin AS ke Irak.

Rencana Ellison untuk bersumpah di bawah Alquran ini rupanya mengundang komentar sinis dari wakil Partai Republik di Kongres AS, Virgil Goode. Komentar sinis Goode tidak hanya ditujukan kepada Ellison dan Alquran, tapi juga kepada umat Islam secara luas. Dalam surat terbuka yang dibuat untuk konstituennya, dia memperlihatkan kekhawatiran akan munculnya Muslim lain selain Ellison di Kongres AS, jika pemerintah AS tidak segera memperbaiki aturan tentang imigrasi.

”Jika rakyat AS tidak segera bangkit dan tidak mengadopsi ide saya tentang imigrasi, nanti akan lebih banyak Muslim yang terpilih (menjadi anggota Kongres AS) dan akan menggunakan Alquran dalam upacara pengambilan sumpah,” ujar dia dalam situs USA Today.

Koran ini pun mengungkapkan bahwa sebenarnya sebagian warga Yahudi yang terpilih juga tidak menggunakan Injil dalam pengambilan sumpah jabatannya. Ellison pun enggan menanggapi pernyataan ini. Dia tetap pada tekadnya untuk bersumpah menggunakan Alquran. (irf/RioL) eramuslim.com

Read Full Post »

Older Posts »