Feeds:
Posts
Comments

Archive for December 18th, 2006

Jadi Dokter Anak-Anak

COMMON PROBLEMS IN PEDIATRICS

Beberapa negara, terutama negara maju, telah menerapkan konsep partnership atau kemitraan antara dokter dan konsumen medis (pasien).  Kondisi ini suka atau tidak suka masih belum membudaya di negara kita, Indonesia. Sistem yg berlaku relatif paternalistik. Sementara itu di era komunikasi ini, konsumen banyak sekali dibantu dengan kemudahan teknologi yg ada. Melalui internet, konsumen medis dapat belajar lebih jauh untuk memahami masalah kesehatan. Sehingga pasien yg aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya merupakan hal penting dalam layanan kedokteran yang baik. Karenanya, istilah Konsumen Medis jauh lebih tepat dibandingkan “pasien”. Konsumen terkesan lebih aktif dibandingkan dg pasien yg terkesan pasif dan pasrah. Ingat, sebagai konsumen medis/kesehatan, kita memiliki hak, bukan hanya kewajiban.

Apa hak konsumen kesehatan? Memperoleh informasi yang benar dan obyektif. Hal ini sesuai dengan tugas seorang tenaga kesehatan. Tugas dokter bukan hanya KURATIF (mengobati kondisi sakit), melainkan juga EDUKATIF PROMOTIF (penyuluhan kesehatan) dan upaya PREVENTIF (Pencegahan).

Apa kewajiban konsumen? Learn as much as possible. Salah satunya adalah mencari informasi, mempelajari dasar-dasar kesehatan dan mempelajari segala sesuatu perihal penyakit yang sedang dialami. Manfaatkan kemajuan teknologi yanga ada. Cari informasi kesehatan melalui internet, tetapi selektiflah memilih situs yang dipercaya. Be active, speak up terutama saat medical visit. Jika perlu cari 2nd opinion.

Topik pertemuan kali ini adalah berbagai masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak. Selain demam, alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter adalah batuk pilek, radang tenggorokan, dan diare. Orang tua panik, anak memperoleh berbagai macam obat yang belum tentu diperlukan, yang juga belum tentu tanpa efek samping. Sedihnya lagi, tak jarang anak diberikan antibiotik.  Padahal sebagian besar penyebabnya adalah virus, yang tidak bisa “dilawan” oleh antibiotik.

Demam, batuk-pilek, radang tenggorokan, diare, merupakan kondisi langganan anak-anak. Pelajarilah, agar dapat bertindak dengan tenang dan rasional, agar tidak tergopoh-gopoh mengambil obat dan mengobati gejala-gejala tersebut.

Semoga melalui sharing dan materi ini kita, para orang tua, akan jauh lebih bijak dalam menyikapi masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak.

SLIDE 1. Common Problems in Pediatrics : Title

Peran seorang pasien (tepatnya konsumen medis) sangat berpengaruh dan menentukan dalam kinerja tenaga medis. Konsumen medis yang aktif berpartisipasi dalam menangani masalah kesehatannya, akan sangat membantu kinerja dokter dan tenaga medis lainnya. Terutama kinerja dokter untuk tetap berpegang pada prinsip pola pengobatan yang rasional (Rational Use of Drugs / RUD) .  Pola pengobatan yang rasional adalah AMAN dan COST EFFECTIVE. Perlu kita ketahui banyak faktor yang berperan dalam pemberian obat. Paling tidak ada 3 faktor yang dominan berperan kuat, yaitu dokter (penulis resep), konsumen (pasien) dan industri obat.

Intinya, konsumen (pasien) yang tidak rasional akan mendorong iklim layanan kesehatan yang tidak rasional pula.  Demikian pula sebaliknya.

SLIDE 2. IRRATIONAL USE OF DRUGS (IRUD)

Pola pengobatan yang irrational menjadi concern seluruh dunia.

Minimal ada dua masalah utama perihal IRUD yaitu polifarmasi dan pemberian antibiotik yg berlebihan/tidak pada tempatnya. 

Masalah polifarmasi tanpa disadari sering terjadi, terutama saat anak sakit.

Evaluasi kembali buku kesehatan / kartu berobat putra/I bapak/ibu.

Perhatikan berapa kali dalam 1 th kita membawa anak berobat karena sakit.

Coba jawab pertanyaan berikut :

·        Berapa kali dalam kunjungan ke dokter, ibu tidak memperoleh obat ?

Tidak juga antibiotik ?

·        Apakah setiap kali berobat anak mendapatkan obat puyer ?

·        Berapa jumlah obat dalam tiap puyer ?

Umumnya para dokter mengajukan minimal 3 alasan mengapa mereka cenderung “abusive”, yaitu :

1.      LACK OF CONFIDENCE.

Kebanyakan dokter sering tidak yakin atau merasa kurang PEDE untuk menyatakan bahwa pasien tsb sakit akibat infeksi virus, yang tidak membutuhkan antibiotik. Para dokter juga merasa “insecure” takut pasien pindah ke dokter lain.

2.      PATIENT PRESSURE.

Tidak sedikit pasien, tanpa disadari, memilih bersikap pasif dan menganggap dokter tahu yg terbaik. Sehingga obat yang diberikan dokter pasti yang terbaik. Padahal dokter dapat bisa saja salah memberikan obat.

Pasien yang irasional, sering menuntut dokter untuk memberikan antibiotik , karena menganggap antibiotik merupakan “obat dewa” yang bisa menyembuhkan segala kondisi. Pasien irrasional sering “menuntut” dokter sebagai “tukang sihir”, yang dapat memberikan obat yang cespleng.

DOCTOR is a kind of MAGICIAN sehingga setiap kita ke dokter kita selalu berharap segera sembuh. Hal ini juga menimbulkan beban tersendiri bagi para dokter.

3.  COMPANY PRESSURE.

Dalam Doctor-patient partnership, dokter sangat bergantung/membutuhkan pasien sebagaimana pasien bergantung / membutuhkan dokter.  Tindakan pasien akan sangat mempengaruhi tindakan sang dokter. Pasien yang irrasional akan mendorong dokter menjadi irrasional. Intinya adalah tanggung jawab atau kewajiban menyehatkan anak bukan hanya di bahu seorang dokter, tetapi juga orangtua sbg konsumen medis.

SLIDE 3. IMMUNE SYSTEM

Sejak lahir Tuhan telah melengkapi kita dengan sistem imun (daya tahan tubuh) yang sempurna & canggih. Diantaranya ASI.

Secara garis besar, sistem imun terdiri atas 2 bagian, yaitu :

1.      Bagian yang langsung “membunuh” kuman/virus/parasit, dll yang menyerang tubuh kita dan membuat tameng / proteksi untuk “serangan” serupa.

Sistem imun yang bertugas langsung membasmi “musuh” tsb adalah Sel Darah Putih atau LEUKOSIT. Leukosit juga membentuk antibodi, suatu zat untuk menetralisir “musuh” bila suatu saat kita kembali terserang oleh infeksi yang sama.

2.      Bagian atau sel-sel yang bertugas membantu sel leukosit sehingga

leukosit jauh lebih efektif “serangan”nya.

SLIDE 4. BACTERIA & VIRUS

Kedua makhluk tersebut amat dangat kecil tetapi memiliki canggih & lihai agar dapat lolos dari serangan sistem imun tubuh kita.

·        Bakteri.

Bakteri ada dimana-mana, di alam, dan di sekitar kita. Bahkan tubuh kita dipenuhi oleh bakteri. Bahkan ASI mengandung bakteri.

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas bakteri TIDAK JAHAT, bahkan menguntungkan. Kita justru membutuhkan bakteri tsb di dalam usus seperti untuk :

a) Mencernakan makanan menjadi zat-zat bergizi

b) Mengolah makanan menjadi vitamin B & K

c) Melindungi kita agar tidak terinfeksi oleh kuman yang jahat.

d) Membantu pencernaan agar kita tidak sembelit

Berdasarkan sifat kimiawinya, bakteri dibagi dua yaitu bakteri Gram Positif dan bakteri Gram negatif.

1. Bakteri Gram positif

a.  umumnya lebih mudah di”lawan” dibandingkan bakteri Gram negatif.

b. dapat diatasi oleh antibiotik yang ringan (narrow spectrum antibiotik)

c. umumnya menyebabkan Infeksi di bagian atas diafragma

2. Bakteri Gram negatif

a. menyebabkan infeksi di bagian bawah diafragma

Broad spectrum antibiotics adalah antibiotik yang menyerang kedua kelompok bakteri di atas

INGAT :

– Pemberian antibiotik yang terlalu sering dan terlalu lama akan mematikan kuman yang baik.  Hal ini akan menganggu pencernaan misalnya diare akibat munculnya banyak jamur,  kekurangan vitamin B & K.

– Semakin sering kita  memakan antibiotik, semakin sering kita jatuh sakit.

·        Virus.

Virus jauh lebih kecil daripada bakteri. Virus tidak dapat dibunuh oleh obat, antibiotik sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita.

SLIDE 5. RADANG / INFLAMMATION – ITIS

Kita sering menyalahartikan istilah radang sebagai suatu keadaan akibat infeksi kuman.

Radang atau inflamasi artinya MERAH, BENGKAK, dan SAKIT. Radang tenggorokan, artinya tenggorokannya merah, sakit, dan mungkin agak membengkak (amandelnya).

v     Radang karena INFEKSI.

Radang akibat infeksi dapat dibagi2, yaitu :

1.       Radang karena kuman

2.       Radang karena virus.

85% radang tenggorokan pada bayi/anak disebabkan oleh infeksi VIRUS  – sehingga tidak perlu antibiotik.

v     Radang BUKAN INFEKSI.

Biasanya disebabkan oleh kondisi seperti ALERGI, TRAUMA, AUTOIMMUN, TEETHING, dll. Kesemuanya, sekali lagi, tidak dapat diobati dengan antibiotik. Upaya terbaik mengatasi alergi adalah avoidance – mengurangi kemungkinan exposure hal2 yang bisa menimbulkan alergi (debu, karpet, binatang berbulu, mainan berbulu, AC, makanan tertentu dengan pewarna, pengawet, perasa sintetik, permen, sea food, dll).

v     Demikian halnya dengan DEMAM.

Demam dapat disebabkan oleh infeksi dan juga bukan karena infeksi.

Sekali lagi, penyebab demam terbanyak pada anak adalah infeksi virus. Demam itu sendiri merupakan salah senjata tubuh untuk melawan infeksi. Dengan perkataan lain, kalau ada infeksi, tubuh kita memproduksi panas sebagai bagian dari sistem imun untuk melawan infeksinya. Tetapi demam juga bisa dikarenakan hal lain yg tidak ada hubungannya dg infeksi.

SLIDE 6. FEVER

Demam adalah alasan terbanyak orangtua membawa anaknya ke dokter. Apalagi jika orangtua tidak memiliki ilmu yang cukup mengenai demam, penyebab demam & tatacara merawat anak demam.

Bahayakah demam itu ? Burukkah demam itu ?

Tidak ada sesuatu yang 100% buruk atau 100% baik. Demikian juga dengan demam. Tuhan pasti memiliki maksud dibalik fenomena demam.

There is something for many reasons.

Tubuh kita diciptakan oleh Tuhan dengan dilengkapi mekanisme pengaturan yang canggih, termasuk mekanisme pengaturan suhu.

Di otak kita terdapat termostat bernama hipotalamus yang mengatur mekanisme ini. Tepatnya terdapat pusat pengaturan suhu disebut juga SET POINT. Pengatur suhu tubuh ini akan memastikan tubuh kita senantiasa pada suhu konstan (sekitar 37C) .

Demam adalah kondisi dimana otak (melalui Set Point) memasag suhu diatas setting normal yaitu > 38C. Namun demikian demam yang sesungguhnya adalah bila suhu >38.5C. Akibat kenaikan setting suhu tubuh tsb, maka tubuh akan memproduksi panas melalui tahapan : menggigil hingga mencapai suhu puncak à suhu demam stabil à suhu mulai turun.

Bagaimana dan mengapa timbul demam ?

Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam tubuh, yaitu PIROGEN – suatu zat pencetus panas.

Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?

Penyebabnya antara lain : infeksi, radang, keganasan, alergi. Teething, dll. Pada saat terserang infeksi, sistem imun tubuh kita akan membasmi infeksi tsb dengan serangan leukosit (sel darah putih).

Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk pirogen, yang ebrtugas :

1.      Mengerahkan sel darah putih (leukosit)

2.      Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subut di suhu rendah.

Perhatikan hal berikut :

1.      Selama infeksi masih berlangsung, memang harus ada demam.

2.      Demam merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk membasmi infeksi.

3.      Prinsip utama adalah cari penyebab timbulnya demam. Dengan mengetahui sumber masalahnya, maka kita dapat bertindak secara rasional. Pada anak penyebab utamanya adalah infeksi virus.

4.      Beri minum lebih banyak dari biasanya.  Waspadai kemungkinan terjadinya komplikasi dehidrasi.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasi tatacara penanganan demam.  Berikut kondisi kapan orang tua harus menghubungi dokter :

v     Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38C

v     Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh > 38.3C

v     Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh > 40C

Konsultasikan juga dengan dokter jika terdapat kondisi berikut :

v     Sama sekali tidak mau minum atau sudah dehidrasi; Gelisah, muntah, diare

v     Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan 

v     Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)

v     Kejang; Kaku kuduk leher; Sakit kepala hebat

v     Sesak napas

v     Gelisah, muntah, daire

SLIDE 7. TREATING FEVER

Point-point utama yang harus diperhatikan selama merawat anak demam adalah :

1.      Mencari penyebab demam dan memperhatikan pola perilaku anak.

Amati tingkah laku anak. Jika perilaku anak hampir sama seperti biasanya, maka kita tidak perlu khawatir. Karena pada dasarnya demam itu bukan hal yang membahayakan.

2.      Cegah dehidrasi.

Demam akan meningkatkan penguapan cairan tubuh. Karenanya bayi dan anak beresiko mengalami dehidrasi. Berikan cairan lebih banyak. Berikan air, air sup, jus buah segar yang dicampur air, es batu, es krim.

Bila muntah atau diare, berikan minuman elektrolit : pedialyte, oralit.

3.      Ruangan dijaga agar tidak panas, pasang kipas angin. Anak memakai baju yang tipis.

4.      Kompres air hangat atau berendam di ari hangat.

5.      Biarkan anak memakan apa yang diinginkan. Jangan dipaksa. Hindarkan makanan berlemak, karena sulit dicerna oleh tubuh.

6.      Meskipun anak dianjurkan untuk tidak masuk sekolah, bukan berarti ia harus berada di tempat tidur seharian.

7.      Pemberian obat penurun panas mengikuti aturan berikut :

<102F (<38.3C)        : Tidak perlu obat penurun panas, ekstra cairan

  (minum banyak)

>102F (38.3C), uncomfortable        : Beri obat penurun panas, kompres   

  hangat

>104 (>40C)  : Beri obat penurun panas, kompres hangat, hubungi dokter.

Ingat: DO NOT TREAT LOW GRADE FEVER (< 38.3C)

SLIDE 8. COLDS AND FLU

Penyebabnya infeksi virus. Umumnya berlangsung selama 5 hari (3 – 14 hari rentangnya) tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau di sekolah. Jika bai dan anak memiliki saudara kandung yang lebih besar dan sudah bersekolah, maka ia sangat potensial sering mengalami colds & flu.

Tidak ada obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dengan waktu

Tatalaksana:

v     Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.

v     Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu. 

v     Apabila pada malam hari tiak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).

v     Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.

v     Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)

v     Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.

Pencegahan:

v     Sering cuci tangan

v     Hindari kontak erat dengan penderita flu

v     Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.

Kapan menghubungi dokter?

v     Persistent cough, fever > 72 hours

v     Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru

v     Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.

SLIDE 9. SORE THROAT / PHARYNGITIS (Radang tenggorokan & infeksi amandel)

v     Umumnya disebabkan oleh infeksi virus. ARTINYA: akan sembuh sendiri – self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik.

v     Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia 4 – 7 tahun. Dengan catatan, diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorokan.

Tatalaksana  

  1. Banyak minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan.
  2. Untuk anak yg lebih besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges.
  3. Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (seperti panadol atau tempra).
  4. Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu, dapat diberikan Nasal decongestant.

SLIDE 10. COUGHS

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb).  Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.

Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.

Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.

Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk.  Infeksi kah atau bukan infeksi.

Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.

Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi.  Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.

Tatalaksana  :

M Cari PENYEBAB batuk.

Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :

v     Minum banyak yang hangat misalnya lemon

v     Jangan ada asap rokok

v     Rangan jangan kering (Moist air – kamar mandi – buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)

v     Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi

v     NO – ANTIBIOTICS. Ingat !  Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik

v     NO cough suppressant.  Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.

Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.

Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !

SLIDE 11. BRONCHITIS (INFEKSI SALURAN NAFAS)

Penyebab banyak, tetapi yang tersering adalah alergi (Allergic rhinitis, asthma, environmental exposures). Bisa juga karena sinusitis, refluks, reaksi obat, kelainan bawaan saluran napas, tersedak “benda asing”, pneumonia (virus, jamur). Mohon diingat – pneumonia belum tentu karena infeksi bakteri. Jadi  – belum tentu perlu antibiotik. Biasanya ditandai dengan batuk lama.

Tatalaksana :

v     Mencari penyebab. Bila karena alergi – modifikasi lingkungan sekitar untuk mengurangi eksposur pada anak

v     Humidifikasi

v     Ekstra cairan, dll

Jika anak kita dinyatakan menderita bronkitis, maka kita harus segera berpikir bahwa -itis di sini artinya radang – inflamasi. Penyebabnya belum tentu infeksi bakteri – mayoritas bronkitis pada anak tidak perlu antibiotik.

SLIDE 12. EAR INFECTION

Penyebab :

v     Umumnya karena infeksi virus

v     Pasca infeksi hidung atau radang tenggorokan seperti cold / flu

v     Tooth problem

Gejala:

v     Sakit telinga (biasanya 1 sisi), demam, pilek dengan hidung buntu, rewel, telinga di-tarik2, nafsu makan menurun

v     Kadang2 tampak cairan kuning keluar dari telinga, kadang2 juga anak mengalami sedikit gangguan pendengaran

v     Rata-rata setiap anak mengalami infeksi minimal 1 x sebelum usia 5 tahun.

Tatalaksana :

v     Penghilang rasa sakit

v     Posisi tegak/upright position,

v     Jangan ada yang merokok

v     Jangan minum susu dari dot-botol sambil tiduran

v     Air hangat di botol, bungkus kain perca, taruh di atas telinga

v     Kalau perlu minum obat decongestant (mengurangi hidung buntu)

Pencegahan: berikan ASI selama mungkin

Hubungi DOKTER / penggunaan ANTIBIOTIK :

v     Bila berkepanjangan, lebih dari 2 minggu atau

v     Bila infeksi berat dan anak kesakitan hebat

SLIDE 13. DIARRHEA – VOMITING

Hampir serupa dengan batuk, diare & muntah adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada manusia.  Diare & muntah adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan racun, virus/kuman yang masuk ke dalam tubuh. Diare & muntah itu ibarat alarm tubuh untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yg tidak beres dalam tubuh kita.

Yang perlu dilakukan adalah mencari PENYEBAB nya.

Tidak perlu diberikan obat anti muntah atau obat untuk “mampet”kan diarenya.  Obat-obat tsb memang akan mengurangi/menghentikan diare/muntah, tetapi tidak mengobati penyakitnya.

Perbaikan tersebut bersifat “semu”. Ibarat bom waktu. Kita terkecoh seolah anak membaik, padahal penyakitnya masih terus berlangsung.  Selain itu, obat2 tersebut juga bukan tanpa risiko / efek samping.

PENYEBAB:

v     >80% penyebabnya pada anak, terutama bayi, adalah virus. Dikenal juga dengan ROTAVIRUS.

v     Food poisoning

v     Alergi makanan,

v     Pemakaian antibiotik.

TATALAKSANA – CEGAH DEHIDRASI – Minum banyak

v     ASI diteruskan, campur dg Oral rehydration Solution (ORS) seperti pedialit atau oralit.

v     Perbanyak minum.

v     Bila diare hebat, fokus pada upaya rehidrasi (menjaga agar tidak dehidrasi).  Kalau perlu, untuk sementara waktu tidak perlu makan sampai dehidrasi teratasi

Kapan menghubungi dokter?

v     Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam

v     Tanda-tanda dehidrasi berat : tidak buang air kecil > 8 jam, bibir kering, air mata kering ketika menangis, skin turgor menurun (jika tangan dicubit, tidak akan kembali seperti semula), mata cekung, abdomen (sekitar perut) cekung, fontanelle (ubun-ubun) pada bayi cekung.

v     Luar biasa mengantuk, sulit dibangunkan

v     Luar biasa lemas, layu

PRINSIP:

v     Umumnya tidak perlu diberi antibiotik, antibiotik hanya bila tinja berdarah (butuh evidence/lab). Pada banyak kasus, antibiotik justru akan memperparah diarenya. Belum lagi pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya akan menyebabkan infeksi tambahan oleh jamur/fungus/candida

v     Jangan minum obat untuk menghentikan diare seperti primperan, motilium, juga tidak perlu minum Kaopectate, smecta, ensim, dsb.

v     Pada diare biasa, tidak perlu mengganti susu formula.

– INGAT – Jangan memberikan obat anti muntah!!!!

SLIDE 14. KONSTIPASI

PENYEBAB:

Penyebab utama biasanya pola perilaku, khususnya pola konsumsi makanan yang low-fiber, high-fat & high-sugar.

Pola makan kita dulu sarat dengan sayur dan buah (serat), sekarang beralih ke fast food yang bukan hanya rendah serat, tetapi juga tinggi garam dan lemak. Penyebab lainnya adalah:

v     Kurang minum

v     Ignoring the urge (anak mengacuhkan rasa ingin buang air besar dan justru menahannya)

v     Kurang gerak/olah raga, banyak duduk

v     Penyakit: Hypothyroidism (kelenjar gondok kurang berfungsi, jarang, ada gejala lain sejak bayi seperti retardasi mental), retardasi mental

GEJALA:

v     Sakit perut, melilit, mules, kembung

v     Nafsu makan menurun

v     Rewel

v     Celana dalam ada berkas tinja (Soiled underwear)

v     Tinja keras, tinja ada goresan/bercak darah (Large/blood streaked stools)

v     Sering buang air kecil

TATALAKSANA :

v     Minum banyak

v     Pola makan yang kaya serat

v     Lebih memperhatikan bowel’s habit dari anak.

v     Melatih anak akan kebersihan.

v     Berbicara & diskusi dengan anak.

Hubungi dokter jika terjadi hal berikut :

·        Tidak BAB > 10 hari

·        Sering / rutin mengalami konstipasi sejak lahir.

·        Aktivitas sehari-hari menurun.

·        Terdapat anal tears atau hemorrhoids

·        Sulit mengejan saat BAB

·        Ada darah di tinja

SLIDE 15. TYPHOID

Sebenarnya, tifus tdk tergolong kondisi yang sering terjadi pada anak. Namun demikian, kondisi ini sering sekali didiagnosis (“gejala tifus”/verdacht typhus”).  Padahal seharusnya untuk mendiagnosa suatu penyakit harus jelas dan tegas : TIFUS atau BUKAN.

Bagaimana dan kapan kita menegakkan diagnosis tifus?

v     Curigai bila ANAK demam > 7 hari.  Mengapa anak, bukan bayi ? Karena tifus ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar. Sementara bayi masih mengkonsumsi ASI, susu formula, makanan rumah.

v     Diagnosis: pemeriksaan laboratorium biakan empedu (GAL CULTURE) bukan pemeriksaan widal. Di negara endemis seperti Indonesia, pemeriksaan widal hampir pasti akan positif tetapi tidak otomatis menyatakan yang bersangkutan sedang menderita infeksi tifus.

v

v     Be critical !

TBC

Kondisi serupa yang juga sering salah diagnosa adalah TBC. Angka kejadian infeksi TBC di Indonesia memang tinggi, tetapi itu bukan berarti – sedikit-sedikit TBC. Anak yang kurus, yang kurang nafsu makan, anak yang batuk-batuk, sering dicap “ada vlek” di paru2nya. Padahal mendiagnosis TB tidak sesederhana ini. 

Di lain pihak, kalau memang anak kita TBC, perlu diterapi dengan benar agar kuman TBC benar-benar bisa dieradikasi dari tubuh kita. Yang sering terjadi:

v     Anak mendapat obat TBC tanpa dasar diagnosis yang jelas.

v     Obat TBC tersebut tidak diberikan dengan benar (jenis obat, jumlah obat, dosis, lama pemberian).

Selalu mencari second opinion ! Karena mendiagnosis TBC tidak mudah. Dan sekali anak didiagnosis TBC – konsekuensinya banyak – harus mengkonsumsi obat-obatan untuk jangka waktu panjang.  Padahal obat-obatan tersebut sangat berat`- berpotensi menimbulkan gangguan hati.

Again, be critical !

SLIDE 16.  HOSPITALIZATION

Indikasi rawat inap harus kuat, seperti :

v     Kehilangan kesadaran

v     Kejang berulang

v     Sesak napas

v     Dehidrasi berat

v     Membutuhkan obat yang harus diberikan ke pembuluh darah (IV medication)

Bagi anak, rawat inap di RS bukan hanya menyebabkan trauma kejiwaan, tetapi juga menghadapkan anak kepada risiko tertular INFEKSI NOSOKOMIAL. Yaitu infeksi akibat kuman rumah sakit, dari pasien lain.  Sementara itu kuman di RS jauh lebih “GANAS” dibandingkan kuman di rumah.  Mengapa?  Coba cermati kalimat-kaliamt berikut.

Di RS, kita terlalu banyak mempergunakan antibiotik dan umumnya yang dipergunakan adalah antibiotik yang “kuat”. Dengan demikian, kuman di rumah sakit banyak yang sudah resisten (kebal) terhadap berbagai macam antibiotik (superbugs). Kuman di rumah jauh lebih “jinak”. Perawatan di RS dapat memperbesar potensi terkena infeksi tambahan (nokosomial) ini.

Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus memahami betul kondisi emergency (kapan anak harus dirawat di RS). Sehingga kondisi-kondisi yang tidak memerlukan perawatan RS, maka anak tidak perlu dirawat di RS.

SLIDE 17.  THE LIVER AND THE DRUGS

Apa yang terjadi dengan obat yang kita konsumsi? Obat harus menjalani serangkaian proses metabolisme di hati. Prosesnya dua tahap. Di antara kedua tahapan tersebut, dihasilkan suatu zat antara yang bersifat toksik (beracun). Hal inilah yang   dapat menyebabkan timbulnya kemungkinan kerusakan hati akibat obat.

Makin banyak obat, makin besar kemungkinan efek sampingnya (termasuk kerusakan hati).
 

Sebagai contoh adalah gabungan beberapa obat dalam satu puyer. Ibu umumnya tidak menyadari bahwa puyer tersebut terdiri dari beberapa obat. Tidak tertutup kemungkinan obat-obat tersebut saling berinteraksi.

Pertanyaan yang seharusnya selalu ada di benak kita sebelum mengkonsumsi obat atau menerima resep obat adalah :

v     Apakah anak kita benar-benar membutuhkan obat ?

v     Apakah memang benar anak kita membutuhkan sekian banyak obat dan bukan hanya 1 atau 2 obat saja ? Ada baiknya kita mencari second opinion atau mencari informasi tentang penyakit & obat-obat tsb. Manfaatkan teknologi terkini yaitu internet untuk mencari informasi.

Siapa yang potensial terkena efek samping obat?

v     Mereka yang berusia sangat muda

v     Mereka yang lanjut usia

Sekarang mari kita evaluasi kembali kartu berobat anak kita. Coba perhatikan & hitung berapa banyak obat dalam setiap puyer / racikan.

      Bagaimana mengurangi risiko terkena efek samping obat?

 

  1. Pada dasarnya, obat itu ”racun” sehingga potensial menimbulkan efek samping.  Konsumsi obat hanya bilamana benar-benar diperlukan. Hindari polypharmacy.

 

  1. Antibiotik bukan obat “ dewa “yang dapat menyembuhkan semua penyakit, atau menyembuhkan semua gejala (mulai dari demam, diare, batuk, pilek, radang tenggorokan, alergi, dll)

SLIDE 18.  WHAT ARE ANTIBIOTICS

Antibiotik adalah obat untuk membunuh infeksi bakteri. ANTIBIOTIK TIDAK DAPAT MEMATIKAN VIRUS.

After their discovery in the early 20th century, they transformed medical care and dramatically reduced illness and death infectius diseases. Indeed, antibiotics are among the most powerful and important medicines known because when they are used properly, they can save lives.

Antibiotics = Against Life. Artinya antibiotik adalah suatu zat yang sifatnya mematikan kehidupan dalam hal ini, mematikan kuman.

Berdasarkan konsep “against life” tsb, beberapa ahli menyatakan bahwa penggunaan antibiotik dapat dikatakan sebagai penggunaan PESTISIDA bagi manusia (pesticide used on people).

APA BAHAYA PEMBERIAN ANTIBIOTIK YANG MEMBABI BUTA?

Setelah pemakaian antibiotik selama beberapa dekade, ternyata bermunculan banyak bakteri yang resisten (kebal) terhadap antibiotik. Hal ini membuktikan bahwa pemakaian antibiotik yang tidak rasional/membabi buta, justru akan merugikan pasien dan khalayak luas. Antibiotik merupakan satu2nya obat yang memiliki dampak sosial yang besar.

Contoh. Anak X sering memakan antibiotik setiap kali demam atau pilek.batuk, diare. Cepat atau lambat, kuman-kuman di sekitar X menjadi kebal terhadap berbagai antibiotik.  Bila kuman yang resisten terhadap antibiotik tersebut menyerang anak Y, maka anak Y otomatis juga tiurut dirugikan, bukan hanya anak X.

Antibiotic resistance dapat membahayakan jiwa dan memperberat kondisi dan penderitaan si pasien yang mungkin infeksinya sebenarnya tidak berat tetapi kumannya tidak dapat dibunuh oleh berbagai antibiotik (padahal sebelumnya, infeksi kuman ni dengan mudah dapat diatasi). Kuman yang kebal terhadap antibiotik ini –berkembang biak dengan cepat, menyerang anggota keluarga lainnya, tetangga, teman sekolah, teman kerja – mengancam seluruh komunitas. Lingkungan terancam infeksi oleh kuman jenis baru, yang sudah berubah bentuk, yang lebih ganas, kuman yang sulit dibunuh oleh antibiotik.

SLIDE 19.  THE TROUBLE WITH ANTIBIOTICS

v     Pemberian antibiotik yang berlebihan menyebabkan kuman yang tidak terbunuh mengubah diri (mutasi) menjadi kuman yang tidak mempan dilawan dengan antibiotik. Kuman itu disebut juga “superbugs”. Superbugs ini juga dapat lolos dari serangan sistem imu tubuh kita, karena perubahan dirinya. Sistem imun tubuh kita tidak mengenalinya.

v     Superbugs ini memerlukan antibiotik yang jauh lebih kuat, pasien harus dirawat di rumah sakit karena antibiotik harus diberikan melalui selang infus. Antibiotik super kuat ini berisiko menimbulkan efek samping yang lebih berat. Selain itu dalam waktu cepat, bakteri tsb juga menjadi kebal terhadap antibiotik yang super kuat. Pada kondisi ini, tenaga medis / dokter seperti berlari di treadmill, terus mengejar, mencari antibiotik yang lebih kuat dan lebih baru.

v     Dampak negatif kedua dari pemberian antibiotik yang berlebihan dan tidak bijak adalah terbunuhnya “kuman baik” di dalam tubuh kita. Tempat yang semula dipakai oleh kuman2 ini menjadi vakum dan kekosongan ini diisi oleh kuman  “jahat” atau jamur. Kondisi infeksi ini disebut sebagai “superinfection”.

v     Semakin lama/sering makan antibiotik semakin besar risiko terbentuknya superbugs, dan superinfection. Akibatnya semakin sering kita mengkonsumsi antibiotik, SEMAKIN SERING KITA SAKIT.

Antibiotik adalah sumber alam,  karunia Tuhan yang harus dipergunakan secara bijaksana. Antibiotik menyelamatkan kita, kita harus “menyelamatkan” mereka.

SLIDE 20.  APPROPRIATE ANTIBIOTIC USE

Penelitian membuktikan setiap harinya, telah diresepkan jutaan antibiotik bagi pasien infeksi virus.  Suatu kekeliruan yang sangat besar. Beberapa alasannya:

v     Pasien  meminta obat yang cespleng – apa saja – termasuk antibiotik kalau perlu antibiotik yang superkuat

v     Bagi dokter, jauh lebih mudah menulis resep dibandingkan harus bersusah payah memberi penjelasan, menenangkan orang tua.

Pada tabel tertera beberapa kondisi yang umumnya disebabkan infeksi virus dan tidak memerlukan antibiotik.

ILLNESS

ANTIBIOTICS ?

Cold – Flu

No

Runny nose – green yellow

No

Sore throat *

No

Sinusitis*

No, some yes

Bronchitis*

No

Fluid in the middle ear

No

SLIDE 21.  HOW TO BE A GOOD HEALTH CONSUMER

Selalu pertanyakan: Does MY child really need the drug?

Hal lain yang selanjutnya perlu dilakukan adalah:

v     Hitung jumlah obat yang diberikan kepada anak.

Bila dalam bentuk puyer, hitung jumlah baris dipuyer – yang mencerminkan jumlah obat (bila bingung, tanya ke ahli farmasinya)

v     Selalu membuat foto kopi resep dan diarsip dengan baik.

v     Konsultasi ahli farmasi. Tanyakan obat apa saja (minta agar ditulis nama obat satu persatu), apa mekanisme kerja obat2 tersebut, apakah ada antibiotik, berapa antibiotik yang diberikan, bagaimana interaksi obat sebanyak itu. 

v     Beritahu dokter bila anak anda sedang mengkonsumsi produk herbal, suplemen, obat tradisional. Obat-obataan tsb mungkin saja berinteraksi dengan zat2 tambahan tersebut.

Intinya:

1.   Hindarkan polifarmasi – mengkonsumsi obat sesedikit mungkin.

2.  Antibiotik bukan “magic saver. Hanya keadaan tertentu saja yg memerlukan antibiotik. Dan Mayoritas penyakit pada anak – disebabkan oleh infeksi virus, yg samasekali tdk membutuhkan antibiotik.

(Original article written by Dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed.

Edited by Lulu to be used in Seminat PESAT 2)

 

Advertisements

Read Full Post »

Talak & Cerai

Beda antara Talak dan Cerai

Senin, 18 Des 06 10:34 WIB

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saya ingin bertanya sebagai berikut:

1. Apakah bila suami isteri bertengkar, dan suami mengatakan kata “cerai” sebanyak 3 kali dan perkataan itu diucapkan dalam kedaan emosi atau mungkin tidak sadar maka itu sudah dianggap talak 3 jatuh kepada isteri dan detik itu juga haram bagi suami untuk menggauli isterinya. Dan bila suami isteri tadi hendak baikan lagi maka si isteri harus menikah dulu dengan laki-laki lain.

2. Mohon sedikit penjelasan mengenai surat al-Baqaroh ayat 230, tentang talak tiga, dikaitkan dengan pertanyaan di atas.

3. Kenapa wanita harus menunggu masa id’ah atau suci 3 kali?

Demikian pertanyaan saya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Rizqid

 

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Beda cerai dengan talak adalah kalau cerai itu bahasa Indonesia, sedangkan talak itu bahasa arab. Namun dari segi pengertian, hukum dan konsekuensi, antara keduanya tidak ada bedanya. Talak dan cerai memang satu hal yang sama, kecuali hanya masalah bahasa.

Jatuhnya talak atau cerai cukup dengan sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh suami. Tidak perlu ada yang mendengarkannya, saksi atau pengakuan dari pemerintah, bahkan isteri tidak dengar sekalipun, bila suami sudah mengatakan untuk mencerai isterinya, maka jatuhlah cerai kepada isterinya. Dan kalau syarat sahnya talak itu bukan dalam keadaan emosi, maka nyaris semua talak itu selalu jatuh dalam keadaan emosi.

Berbeda dengan hasil kompilasi hukum Islam di negeri ini, di mana cerai itu membutuhkan keputusan pengadilan agama. Selama palu pak hakim belum diketukkan dan surat keputusan cerai belum keluar, maka hubungan suami isteri dianggap masih berlangsung oleh hukum buatan manusia ini. Padahal boleh jadi suami sudah mengucapkan lafadz cerai sehari tiga kali, persis orang minum obat.

Sedangkan di mata Allah SWT, begitu seorang suami mengucapkan lafadz cerai, talaq, firaq dan padanannya dalam semua bahasa, maka saat itu juga terjadilah hukum baru, yaitu suami telah menjatuhkan satu talaq pada isterinya.

Namun selepas dari mengucapkan lafadz talak ini, bukan berarti pasangan itu langsung terputus hubungannya. Sebab masih ada rujuk yang juga bisa dilakukan saat itu juga. Jadi baik talak atau rujuk, keduanya bisa dilakukan secara singkat, langsung dan berlaku saat itu juga.

Seperti yang berlaku pada talak, maka di dalam rujuk pun tidak dibutuhkan saksi, pengakuan dari orang lain atau bahkan surat dari pengadilan agama. Ketika seorang suami menyesal telah mengucapkan lafadz talak kepada isterinya, saat itu juga dia bisa melakukan rujuk. Bahkan para ulama mengatakan bahwa rujuk itu tidak membutuhkan lafadz khusus, cukup suami mendatangi isterinya di ‘dalam kamar’, maka rujuk sudah terjadi.

Namun rujuk yang seperti ini hanya boleh dilakukan di dalam masa ‘iddah. Bila masa ‘iddah itu sudah berlalu, rujuk hanya boleh dilakukan dengan cara menikah ulang dari semula. Tentu dengan ijab qabul, mahar, wali yang sah serta tidak lupa dengan 2 orang saksi yang memenuhi syarat.

Tinggal pertanyaanya, berapa lama masa ‘iddah seorang isteri yang dicerai suaminya?

Jawabannya ada di dalam surat Al-Baqarah ayat 228.

Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri tiga kali quru’. (QS. Al-Baqarah:228)

Ada dua versi penafsiran para ulama tentang quru’ yang dimaksud. Pertama, dan ini yang lebih kuat, yaitu masa suci dari haidh. Kedua, lama masa haidh itu sendiri.

Jadi selama tiga kali quru’ atau tiga kali suci dari haidh, seorang isteri yang dicerai suaminya masih boleh dirujuk cukup di ‘dalam kamar’, tidak perlu menggelar akad nikah ulang. Namun bila telah selesai tiga kali suci dari haidh, apa boleh buat, kalau suami mau balik lagi, dia harus menyiapkan akad nikah seolah menikah baru lagi.

Maksud Talak Tiga

Setiap pasangan suami isteri punya jumlah talak sebanyaktiga kali. Maksudnya, antara mereka berdua diberikan kesempatan terjadi talak hanya 3 kali saja seumur hidup. Baik dengan jeda atau tanpa jeda. Maksudnya tanpa jeda adalah talak yang langsung rujuk sebelum habis masa ‘iddah. Sedangkan maksud dengan jeda adalah talak yang dibiar hingga habis masa ‘iddah isteri, lalu mereka menikah lagi.

Bila suami menjatuhkan talak, disebut dengan talak satu.Dengan demikian, satu lapisan talak terkelupas, hubungan mereka segera berakhir kalau tidak segera rujuk selama masa 3 kali quru’. Selama masa ‘iddah itu, suami masih wajib memberi nafkah termasuk masih diharus bagi isteri untuk tinggal di rumah suaminya. Kalau suami tidak merujuknya, maka putuslah hubungan suami isteri di antara mereka.

Namun mereka masih boleh menikah lagi, hanya yang perlu dicatat, skor talak mereka hanya punya tersisa dua talak lagi.

Dia harus menjaga baik-baik kedua talak yang masih tersisa itu, agar jangan sampai kehilangan ketiga-tiganya. Sebab kalau sampai kehilangan tiga-tiganya, maka tidak ada lagi kesempatan buat suami isteri itu untuk rujuk lagi. Kecuali dengan adanya muhallil, yaitu isteri yang ditalak tiga (kali) itu menikah dengan laki-laki lain, dengan niat untuk membina rumah tangga selamanya. Namun bila suatu saat atas kehendak Allah SWT, suami barunya itu menceraikannya tanpa merujuknya lagi hingga selesai masa ‘iddahnya, barulah suami yang pertama berhak untuk menikahi dari semula.

Wallahu ‘alam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Read Full Post »

Menikah dengan Mantan Kakak Ipar

Menikah dengan Mantan Kakak Ipar, Bolehkah?

Senin, 18 Des 06 10:18 WIB

Assalamualaikum Pak Ustadz,

Saya ingin bertanya dan berharap dapat segera dijawab oleh pak ustadz.

Saya seorang pria WS belum berumahtangga. Saat ini saya mencintai seorang wanita sebut saja LN, dan saya sangat meyayanginya. Saya berniat menikah dengannya dan dapat membina rumahtangga yang sakinah dengannya.

Sebelumnya LN pernah menikah dengan kakak kandung saya dan sudah lama bercerai. Pertanyaan saya adalah bolehkah saya menikah dengannya?

Mohon segera dijawab ya pak ustad, karena saya sangat ingin cepat menikah dengannya.

Wassalaam,

Faisal
bond_007 at eramuslim.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Wanita yang haram dinikahi itu disebut dengan istilah mahram. Dan kita mengenal ada dua jenis mahram, yaitu mahram yang bersifat abadi (muabbad) dan mahram yang bersifat sementara (muaqqat).

Isteri kakak yang sudah cerai atau pisah karena meninggal, tidak termasuk ke dalam kelompok wanita yang diharamkan secara abadi, namun hanya masuk ke dalam kelompok yang kedua, yaitu mahram secara sementara saja. Yaitu selama masih menjadi isteri dari kakak.

Dalilnya adalah firman Allah SWT:

وَأَن تَجْمَعُواْ بَيْنَ الأُخْتَيْنِ إَلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ

Dan menghimpunkan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. (QS An-Nisa: 23)

Bila hubungan suami isteri di antara mereka sudah tidak berlangsung lagi, biak karena cerai atau karena meninggal, maka mantan isteri kakak kembali menjadi wanita yang halal dinikahi.

Maka halal bagi anda untuk menikahi mantan isteri kakak anda itu. Tidak ada halangan apa pun secara hukum syariah. Apalagi perpisahan di antara mereka telah lama terjadi.

A. Wanita yang Haram Dinikahi Selamanya

Wanita yang haram dinikahi secara abadi atau selamanya ada 17 orang. Dan bisa dibagi menjadi tiga kelompok. Meerka adalah:

1. Mahram Karena Nasab

  • Ibu kandung (umm) dan seterusnya keatas seperti nenek, ibunya nenek.
  • Bint (anak wanita) dan seterusnya ke bawah seperti anak perempuannya anak perempuan.
  • Ukht (saudara kandung wanita).
  • `Ammat (bibi), yaitu saudara wanita ayah.
  • Khaalaat(bibi), yaitu saudara wanita ibu.
  • Banatul Akh (anak wanita) dari saudara laki-laki.
  • Banatul Ukht(anak wanita) dari saudara wanita.

b. Mahram Karena Mushaharah (besanan/ipar) atau Sebab Pernikahan

  • Ibu dari isteri (mertua wanita).
  • Anak wanita dari isteri (anak tiri).
  • Isteri dari anak laki-laki (menantu peremuan).
  • Isteri dari ayah (ibu tiri).

c. Mahram Karena Penyusuan

  • Ibu yang menyusui.
  • Ibu dari wanita yang menyusui (nenek).
  • Ibu dari suami yang isterinya menyusuinya (nenek juga).
  • Anak wanita dari ibu yang menyusui (saudara wanita sesusuan).
  • Saudara wanita dari suami wanita yang menyusui.
  • Saudara wanita dari ibu yang menyusui.

B. Wanita yang Haram Dinikahi untuk Sementara

Kemahraman ini bersifat sementara, bila terjadi sesuatu, laki-laki yang tadinya haram menikahi seorang wanita, menjadi boleh menikahinya. Di antara para wanita yang termasuk ke dalam kelompok haram dinikahi secara sementara waktu saja adalah:

  • Isteri orang lain, tidak boleh dinikahi tapi bila sudah diceraikan oleh suaminya, maka boleh dinikahi.
  • Saudara ipar, atau saudara wanita dari isteri. Tidak boleh dinikahi tapi juga tidak boleh khalwat atau melihat sebagian auratnya. Hal yang sama juga berlaku bagi bibi dari isteri. Namun bila hubungan suami isteri dengan saudara dari ipar itu sudah selesai, baik karena meninggal atau pun karena cerai, maka ipar yang tadinya haram dinikahi menjadi boleh dinikahi. Demikian juga dengan bibi dari isteri.
  • Wanita yang masih dalam masa Iddah, yaitu masa menunggu akibat dicerai suaminya atau ditinggal mati. Begitu selesai masa iddahnya, maka wanita itu halal dinikahi.
  • Isteri yang telah ditalak tiga, untuk sementara haram dinikahi kembali. Tetapi seandainya atas kehendak Allah dia menikah lagi dengan laki-laki lain dan kemudian diceraikan suami barunya itu, maka halal dinikahi kembali asalkan telah selesai iddahnya dan posisi suaminya bukan sebagai muhallil belaka.
  • Menikah dalam keadaan Ihram, seorang yang sedang dalam keadaan berihram baik untuk haji atau umrah, dilarang menikah atau menikahkan orang lain. Begitu ibadah ihramnya selesai, maka boleh dinikahi.
  • Menikahi wanita budak padahal mampu menikahi wanita merdeka. Namun ketika tidak mampu menikahi wanita merdeka, boleh menikahi budak.
  • Menikahi wanita pezina. Yaitu selama wanita itu masih aktif melakukan zina. Sebaliknya, ketika wanita itu sudah bertaubat dengan taubat nashuha, umumnya ulama membolehkannya.
  • Menikahi isteri yang telah dili`an, yaitu yang telah dicerai dengan cara dilaknat.
  • Menikahi wanita non muslim yang bukan kitabiyah atau wanita musyrikah. Namun begitu wanita itu masuk Islam atau masuk agama ahli kitab, dihalalkan bagi laki-laki muslim untuk menikahinya.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

 

Read Full Post »

Arisan Qurban

Arisan Qurban, Bisakah?

Selasa, 12 Des 06 11:11 WIB

 

Assalamualakum warahmatullahi wabarakatuh

Ustadz, beberapa tahun terakhir di tempat kami setiap hari raya Idul Adha hampir tidak ada yang qurban sehingga warga yang sebagian besar ekonomi lemah (miskin) tidak menikmati daging qurban. Hal ini memberikan gagasan dari DKM dan jajarannya untuk mengadakan qurban bergilir (arisan) di mana hal tersebut juga atas saran tokoh alim setempat. Namun demikian kami memiliki beberapa ganjalan yang mudah-mudahan ustadz dapat memberikan penjelasannya antara lain:

1. Jumlah peserta 28 orang dan tiap tahun kami berqurban 1 ekor sapi untuk 7 orang, jadi habis dalam empat tahun. Apakah yang kami lakukan tersebut tidak bertentangan dengan syariat?

2. Beberapa waktu lalu kami mendapat penjelasan dari tokoh ulama bahwa dengan demikian maka qurban kami termasuk ke dalam qurban wajib, sehingga para qurbani tidak boleh untuk memakan daging qurban tersebut.

a. Apakah yang dimaksud dengan qurban wajib dan bagaimana pula kriterianya?

b. Apakah benar setiap qurban wajib berarti kita tidak boleh memakan daging tersebut walau sedikit?

Demikian ustadz, atas penjelasannya diucapkan terimakasih

Wassalamualakum warahmatullahi wabarakatuh

Nandang Ginanjar
kangnandang at eramuslim.com

 

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

1. Arisan Qurban

Memang cara yang anda ceritakan itu bisa ditafsirkan dari berbagai sudut pandang. Misalnya, bisa saja orang mengatakan bahwa cara yang demikian itu tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Sebab berqurban dengan sistem arisan memang tidak pernah terjadi di masa lalu.

Namun hukum arisan itu sendiri sebenarnya halal, selama semua syarat dan ketentuannya dipatuhi, serta tidak mengandung unsur riba dan penipuan.

Di balik sistem arisan yang dibenarkan syariah, juga ada manfaat lain, misalnya untuk memberikan motivasi mengumpulkan uang atau menabung, meski tidak selalu berhasil untuk semua orang. Tetapi sebagai salah satu teknik menabung, dalam beberapa kasus sering juga berhasil.

Jadi intinya, arisan yang anda sebutkan itu hanya upaya atau trik lain dari menabung. Toh, ujung-ujungnya sama saja. Yaitu setiap orang mengumpulkan uangnya dari kantong masing-masing selama kira-kira empat tahun. Dan sudah diperhitungkan bahwa selama menabung 4 tahun itu akan terkumpul 4 ekor sapi. Tiap sapi adalah qurban dari 7 orang.

Bentuk arisan seperti ini juga ada kemiripan dengan cara lain, misalnya dengan infak untuk qurban. Infaq untuk qurban ini sering diselenggarakan di sekolah-sekolah. Bedanya, yang ini judulnya infak, bukan tabungan. Niat masing-masing anak sekolah bukan berqurban tetapi berinfak biasa.

Sebagai sebuah perumpamaan, bila ada 100 orang murid yang banyak itu masing-masing berinfak kepada satu orang, katakanlah seorang seribu rupiah sehari, maka dalam sehari terkumpul 100.000 rupiah. Dalam sepuluh hari akan terkumpul infaq sebesar 1 juta rupiah.

Uang infak yang terkumpul itu diserahkan kepada satu orang, bukan dengan niat ibadah qurban tetapi sedekah biasa. Barulah kemudian si penerima infaq ini membeli seekor kambing dengan niat untuk beribadah qurban untuk dirinya. Dan tentu saja pahalanya untuk dirinya sendiri. Ketika kambing akan disembelih, maka nama yang disebutkan adalah nama dirinya, bukan nama semua anak sekolah itu.

Seandainya infak ini dilakukan bukan hanya selama sepuluh hari, tetapi selama setahun, katakannya 350 hari, maka jumlah uang yang terkumpul adalah Rp 35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah). Tentunya jumlah hewan yang akan disembelih jadi lebih banyak.

2. Makna Qurban Wajib

Yang dimaksud dengan qurban wajib adalah qurban yang hukumnya wajib untuk dikerjakan. Padahal hukum dasar menyembelih hewan qurban bukan wajib, melainkan sunnah. Lalu mengapa bisa jadi wajib?

Suatu perbuatan yang hukum asalnya sunnah lalu bisa menjadi wajib disebabkan beberapa hal. Di antaranya karena dinadzarkan.

Misalnya, seseorang bernadzar bahwa tahun ini akan menyembelih hewan qurban, apabila doanya terkabul oleh Allah SWT. Bila nadzar itu sudah disebutkan, lalu doanya memang nyata terkabul, maka khusus bagi yang bersangkutan, hukum menyembelih hewan qurban menjadi wajib. Namun pengertian nadzar berbeda dengan sekedar niat atau keinginan. Keduanya berbeda dalam konsekuensi.

Orang yang sudah bernadzar tidak boleh meninggalkan apa yang telah dinadzarkannya. Tetapi orang yang sekedar menabung ingin menyembelih hewan qurban, boleh saja mengubah niatnya.

Seandainya seorang yang sekedar mengumpukan uang untuk bisa menyembelih qurban langsung dituduh bernazar, maka berarti begitu banyak qurban yang hukumnya wajib.

3. Sembelihan Wajib atau Nadzar Tidak Boleh Dimakan Sendiri

Sebagian ulama memang mengatakan bahwa sembelihan hewan qurban yang bersifat wajib, tidak boleh dimakan sendiri oleh yang berqurban. Pernyataan seperti ini bisa kita dapati di kitab-kitab fiqih mazhab As-Syafi’iyah. Misalnya dalam kitab Kifayatul Akhyar jilid 2 halaman 232. Di sana disebutkan bahwa:

Wala ya’kulul mudhahhi syaian minal udhiyatil manzdurah wa’kul minal mutathawwa’ biha. Wa la yabi’u minha.

Orang yang berqurban tidak boleh memakan dari hewan sembelihannya yang bersifat nazdar, namun boleh memakan yang hukumnya tathawwu’ (sunnah). Dan tidak boleh menjualnya.

Alasannya karena hewan yang sudah dinazdarkan itu sudah dianggap bukan miliknya lagi. Tetapi sudah menjadi milik Allah SWT. Sehingga secara status, dia dianggap bukan pemilik, karena itu dia kehilangan hak untuk memakan sebagian dari dagingnya.

Berbeda dengan hewan yang belum dinadzarkan, umumnya kita menyembelih hewan qurban tanpa ada prosesi menadzarkanya. Hanya keinginan saja belum bisa disamakan dengan nadzar. Apalagi masih berbentuk uang, itupun belum terkumpul. Maka sangat tidak bisa disamakan dengan hewan qurban yang sudah dinadzarkan.

Hewan qurban yang berstatus nadzar adalah hewan yang sudah dimiliki oleh sesorang, baik karena dipeliharanya sejak kecil atau dibelinya dari orang lain, lalu sejak itu dia bernadzar untuk dijadikan hewan qurban nanti pada hari Raya Idul Adha atau hari tasyrik.

Sedangkan sembelihan qurban yang tidak pernah dinadzarkan, boleh dibagi tiga. Pertama, boleh dimakan sendiri. Kedua, boleh dihadiahkan. Ketiga, disedekahkan kepada fakir miskin.

Kebolehan untuk memakan sendiri sebagian dari hewan qurban adalah firman Allah SWT:

فكلوا منها وأطعموا اليائس الفقير

Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir. (QS. Al-Hajj: 28)

والبدن جعلناها لكم من شعائر الله

Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. (QS. Al-Hajj: 36)

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Read Full Post »

Qurban untuk Orang Tua yg sudah Wafat

Qurban untuk Orang Tua yang Sudah Wafat

Jumat, 15 Des 06 15:49 WIB

Konsultasi Sebelumnya

Assalamualaikum, pak ustadz.

Mohon dijelaskan tentang hukum berqurban untuk dihadiahkan pahalanya demi orang tua kami yang sudah wafat. Apakah hal itu dibenarkan atau tidak? Ataukah hal itu menjadi khilaf di kalangan para ulama?

Terima kasih sebelumnya, pak ustadz.

Wassalamualaikum,

Wahono Muhammad
wahono13 at eramuslim.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama memang berbeda pendapat hukum menyembelih hewan qurban dengan niat untuk orang tua yang telah wafat.

Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa hal itu dibolehkan, sebagaimana dibolehkan berhaji untuk orang yang sudah wafat. Juga sebagaimana dibolehkan bersedekah untuk orang yang sudah wafat.

Hanya menurut beliau, sebaiknya penyembelihan itu dilakukan di rumah, bukan di tempat umum, demi menghindari tafakhur atau membanggakan orang tua masing-masing. Rupanya barangkali di zaman beliau, menyembelih hewan qurban untuk orang tua seringkali dijadikan media untuk saling berbangga-banggaan orang tua di antara mereka. Itulah yang ingin dihindari oleh beliau.

Namun secara umum, bagi Ibnu Taimiyah yang merupakan ulama dari kalangan mazhab Al-Hanabilah, yang namanya mengirim pahala kepada orang yang sudah wafat memang dibenarkan. Termasuk pahala bacaan Al-Quran.

Lain halnya dengan pendapat para ulama dari mazhab lainnya seperti mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Asy-Syafi’iyah. Mereka umumnya mensyaratkan harus ada harta waqaf dari almarhum atau paling tidak ada wasiat sebelum kematiannya. Wasiat ini maksudnya agar ahli warisnya menyembelihkan hewan qurban untuknya bila telah meninggal dunia. Bila wasiat itu ada, maka umumnya para ulama dari ketiga mazhab itu membolehkan penyembelihan hewan quran untuk almarhum.

Namun bila tidak ada wasiat, tetapi para ahli waris almarhum rela mengeluarkan uang mereka masing-masing untuk menyembelihkan hewan qurban untuk orang tua mereka, sebagian dari para ulama membolehkannya, seperti Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah. Namun sebagian lainnya tidak membolehkannya atau memakruhkannya, seperti Asy-Syafi’iyah dan Al-Malikiyah.

Menurut Asy-Syafi’iyah, bila tidak ada harta waqaf atau harta yang diwasiatkan, maka tidak hukum penyembelihan itu tidak boleh dilakukan.

Di dalam kitab At-Taudhih milik mazhab Al-Malikiyah, disebutkan bahwa Imam Malik mengatakan, “Saya tidak menyukai seseorang yang menyembelih hewan qurban untuk ayah ibunya yang telah wafat.”

Pensyarah kitab Al-Kabir menegaskan bahwa menyembelih hewan qurban untuk orang yang sudah wafat dimakruhkan, lantaran tidak pernah dicontohkan oleh nabi SAW, juga tidak pernah dilakukan oleh seorang pun dari ulama salaf. Ditambah lagi justru hal itu seringkali dijadikan media untuk saling membangga-banggakan orang tua masing-masing.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc.

Read Full Post »

Qurban dg Aqiqah

Bedanya Qurban dengan Aqiqah

Jumat, 4 Agu 06 10:58 WIB

Saya mau tanya apa bedanya Qurban dengan Aqiqah:

1. Dasar-daasr hukum yang menjelaskan (al-Qur’an dan haditsnya yang
shahih),
2. Kapan dilaksanakannya Qurban dengan Aqiqah?
2. Dagingnya boleh atau tidak dimakan oleh sang empunya?
3. Apa hukumnya apabila aqiqah baru dilaksanakan setelah sekian tahun
(misal 10 tahun kemudian, karena waktu kelahiran anaknya masih belum
mampu).
4. Apa hukumnya apabila berkurban untuk orang tua yang telah meninggal.
5. Bolehkah mengeluarkan aqiqah bagi anak kita yang meninggal dalam
kandungan (keguguran ). Hukumnya bagaimana?

Abu Abdillah
genki_moslem at eramuslim.com

 

Jawaban

Assalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Qurban dan aqiqah punya banyak persamaan dan perbedaan. Di antara persamaannya adalah sama-sama ibadah ritual dengan cara penyembelihan hewan. Dagingnya sama-sama boleh dimakan oleh yang menyembelihnya, meskipun sebaiknya sebagian diberikan kepada fakir miskin, tapi boleh juga diberikan sebagai hadiah. Hal ini berdasarkan hadis Aisyah ra.

Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh. (HR Al-Baihaqi).

Sedangkan perbedaannya, ibadah qurban hanya boleh dilakukan pada hari tertentu saja, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Dimulai sejak selesainya shalat ‘Idul Adha. Sedangkan aqiqah dilakukan lantaran adanya kelahiran bayi, yang dilakukan penyembelihannya pada hari ketujuh menurut riwayat yang kuat. Sebagian ulama membolehkannya pada hari ke 14, bahkan pendapat yang lebih luas, membolehkan kapan saja.

Bolehkah Menyembelih Qurban untuk Orang yang Sudah Wafat?

Umumnya para ulama membenarkan menyembelih hewan qurban untuk keluarganya yang telah wafat. Kalau pun ada berbedaan di antara mereka, maka sedikit saja permasalahannya.

Apalagi bila semasa hidupnya pernah berwasiat untuk berkurban dari harta yang dimilikinya, maka semua mazhab menerimanya dan berpendapat bahwa berkurban untuk orang yang sudah meninggal itu syah.

Sedangkan bila inisiatif itu datang dari orang lain dan juga uangnya, maka para ulama sedikit berbeda pendapat.

Fuqaha dari kalangan Al-Malikiyah mengatakan bahwa hal itu masih tetap boleh tapi dengan karahiyah (kurang disukai). Sebaliknya, kalangan fuqaha dari Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah dan Al-Hanabilah sepakat bahwa hal itu boleh hukumnya. Artinya tetap syah dan diterima disisi Allah SWT sebagai pahala qurban.

Sebenarnya jumhur ulama umumnya menerima bahwa pahala yang dikirimkan kepada mayit di kubur itu bisa sampai. Terkecuali pendapat kalangan Asy-Syafi’iyah, mereka tidak menerima pandangan itu. Artinya, kalangan fuqaha Asy-Syafi’iyah mengatakan bahwa tidak bisa dikirm pahala kepada orang yang sudah wafat. Kecuali bila memang ada wasiat atau waqaf dari mayit itu ketika masih hidup.

Sebenarnya pendapat kalangan Asy-Syafi’iyah ini justru bertentangan dengan perilaku umat Islam di negeri ini yang mengaku bermazhab Asy-Syafi’iyah. Dan fenomena tahlilan atau mengirim pahala bacaan ayat Al-Quran al-Kariem kepada ruh di kubur justru menjadi ciri khas keagaamaan bangsa ini. Sementara mazhab mereka dalam hal ini Imam Asy-Syafi’i justru mengatakan bahwa pengiriman itu tidak akan sampai.

Sedangkan dasar kebolehannya adalah bahwa dalil-dalil menunjukkan bahwa kematian itu tidak menghalangi seorang mayit bertaqaruub kepada Allah SWT, sebagaimana dalam masalah shadaqah dan haji.

Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi SAW dan berkata, “Ibu saya telah bernazar untuk pergi haji, tapi belum sempat pergi hingga wafat, apakah saya harus berhaji untuknya?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya pergi hajilah untuknya. Tidakkah kamu tahu bila ibumu punya hutang, apakah kamu akan membayarkannya? Bayarkanlah hutang kepada Allah karena hutang kepada-Nya lebih berhak untuk dibayarkan.” (HR Al-Bukhari).

Hadits ini menunjukkan bahwa pelaksanaan ibadah haji dengan dilakukan oleh orang lain memang jelas dasar hukumnya, oleh karena para shahabat dan fuqoha mendukung hal tersebut. Mereka di antaranya adalah Ibnu Abbas, Zaid bin Tsabit, Abu Hurairah, Imam Asy-Syafi`i ra. dan lainnya. Sedangkan Imam Malik ra. mengatakan bahwa boleh melakukan haji untuk orang lain selama orang itu sewaktu hidupnya berwasiat untuk dihajikan.

Seorang wanita dari Khats`am bertanya, “Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-nya untuk pergi haji, namun ayahku seorang tua yang lemah yang tidak mampu tegak di atas kendaraannya, bolehkah aku pergi haji untuknya?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya.” (HR Jamaah)

Adapun anak yang meninggal saat dilahirkan, menurut banyak ulama tidak perlu disembelihkan aqiqah, sebab secara umum aqiqah hanya untuk anak yang hidup, sebagai doa atas kebaikannya di dunia ini.

Wallahu a`lam bishshawab, wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc.

Read Full Post »