Feeds:
Posts
Comments

Archive for December 7th, 2006

Jendela yang Dapat Menembus Waktu dan Ruang

Hampir setiap rumah memiliki jendela. Tanpa jendela, penghuni dari rumah tersebut akan sangat terbatas pandangannya. Ia hanya dapat melihat apa yang ada di dalam rumah dan tidak bisa melihat keindahan alam dan kesibukan orang-orang di luar rumahnya. Mungkin, ia dapat melihatnya jika ia keluar pintu rumah, tapi tentunya hal tersebut memerlukan usaha lebih jika dibandingkan dengan hanya melihat keluar melalui jendela.

Sekarang bayangkanlah jika rumah yang kita miliki memiliki jendela yang dapat menembus waktu dan ruang. Kita dapat melihat keindahan air terjun niagara dari dalam rumah meskipun rumah kita di Indonesia;. Kita dapat melihat bagaimana cara para petani mengolah sawah mereka walaupun kita berada di tengah kota. Bahkan, perjuangan kemerdekaan yang telah berlalu selama berpuluh-puluh tahun dapat kita pelajari.

Subhanallah! Jika kita ingin memasang jendela tersebut di rumah, tetapi tidak memiliki jendela tersebut dan tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya, tidak perlu khawatir. Kita dapat tetap memakai jendela kita yang lama dan mendapatkan fungsi tambahan dari jendela luar biasa tersebut dari benda hebat yang disebut ‘buku’..
Sebelum kita membahas mengenai manfaat buku, tidaklah rugi untuk menyamakan persepsi kita tentang apa yang disebut buku.

Dulu sebelum keberadaan peralatan yang memadai, buku masih berupa batu yang digoreskan untuk menyimpan informasi. Kemudian, setelah ditemukan peralatan yang cukup memadai, buku masih berupa lembaran-lembaran kertas dan daun. Saat ini hal tersebut sudah tidak disebut buku lagi. Pemahaman umum tentang buku adalah lembaran-lembaran kertas yang disatukan.

Kemudian, seiring dengan pesatnya informasi buku-buku ini dapat dijadikan sebuah kode-kode digital dan menjadikan penyimpanan buku sangat efisien, contohnya ebook.

Salah satu manfaat buku adalah buku dapat menceritakan kepada kita tentang masa lalu. Betapa menakjubkan bisa melihat penyebab kehancuran dan runtuhnya suatu peradaban di masa lalu. Atau faktor-faktor penentu kemenangan dari kelompok yang mengendalikan peradaban. Keduanya adalah pengalaman yang sangat berharga bagi orang-orang yang menjalaninya. Mereka harus membayar pengalaman tersebut dengan suatu pengorbanan.

Hanya dengan membaca buku kita dapat segera mendapatkan pengalaman mereka tanpa harus membayar dengan pengorbanan yang besar.

Buku juga dapat mengajarkan penemuan-penemuan yang dilakukan oleh ahli-ahli pada waktu lampau. Penemuan yang mungkin membutuhkan waktu seumur hidup dari penemunya untuk dipelajari. Penemuan yang mungkin membutuhkan nyawa dari penemunya untuk mempelajarinya. Dengan mempelajari penemuan tersebut, kita mampu meneruskan penelitian dan menemukan banyak hal-hal baru lainnya.
Layaknya sebuah obat, buku dapat membuat orang yang sedih menjadi ceria, meredakan emosi orang yang sedang marah, dan menyejukkan hati. Penstabilan emosi ini ternyata bisa meminimalkan risiko terkena penyakit karena ada penyakit yang disebabkan oleh kontrol emosi yang lemah.

Ada sebuah buku yang sangat hebat yang memiliki semua manfaat-manfaat yang telah dibahas, bahkan sangat mungkin lebih dari itu. Buku ini menceritakan tentang sejarah sejak sebelum peradaban manusia dimulai sampai ramalan masa depan saat peradaban manusia di bumi berakhir. Sebuah buku yang dapat menentramkan hati pembacanya. Sebuah buku yang berisikan ilmu-ilmu, bahkan ilmu yang belum ditemukan oleh manusia saat ini.

Subhanallah! Buku itu adalah Al-Qur’an, sebuah buku suci yang tidak ada bandingannya di bumi ini.Dengan buku, kita bisa meningkatkan peradaban manusia. Akan tetapi, bak sebuah jendela, kita dapat melihat ke arah yang benar dan dapat juga melihat ke arah yang salah.

Jika kita membaca buku yang salah, maka kita bisa saja mendapatkan hal yang sebaliknya dari yang kita inginkan. Bisa saja kita mendapatkan sejarah yang salah yang telah banyak dirubah dan ditutupi. Setelah membaca suatu buku, bisa jadi timbul marah, dan haru. Buku juga dapat berisi ilmu pengetahuan yang salah, yang jika diterima begitu saja, dapat membawa kita ke arah yang salah. Buku juga bisa berisi ramalan masa depan yang berdasarkan statistik atau bahkan tidak berdasarkan sama sekali.

Tentunya kita harus bisa memilah-milih buku mana yang harus kita baca, kita prioritaskan untuk dibaca, boleh kita baca, dan tidak boleh kita baca. Akan tetapi, sekali lagi, jika kita mengetahui ada buku yang demikian hebat yang telah dibuktikan oleh banyak ilmuwan kebenarannya, mengapa kita tidak mencoba untuk meluangkan waktu setiap harinya untuk mencicil membaca buku tersebut?

Marilah kita mulai membiasakan diri untuk membaca buku. Sempatkanlah untuk meluangkan waktu anda untuk membaca buku, seperti saat menunggu kendaraan umum, menunggu pesanan makanan, atau saat khusus untuk membaca buku. Jika sanggup, anggarkanlah pengeluaran anda untuk membeli buku, sehingga anda tidak pernah kehabisan bacaan. Jadikanlah buku ‘jendela rumah anda’.

Rendra Rahmatullah,
Ketua Departemen Musholla dan Perpustakaan, FUKI 2006-2007 (ukhuwah.or.id)

Advertisements

Read Full Post »

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini,

“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. “Ya, Prof, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa
pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor. Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”

“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.” Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Prof. Gelap itu juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya.
Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak tidak bisa kita pelajari. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.

Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Prof. Kajahatan itu tidak ada.

Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

Read Full Post »

Segeralah Berbuat Baik

Menyegerakan Berbuat Baik

… Saat itu adalah musim buah dimana saatnya memanen hasil-hasil kebun, udara sedang sejuk-sejuknya, dan pohon-pohon melambai untuk merayu manusia agar bersantai di bawah kerindangannya. Dan saat itu pula datang seruan dari Rasulullah saw kepada kaum muslimin untuk turut berperang dalam perang Tabuk.

Adalah Ka’ab bin Malik, seorang sahabat yang belum pernah absen dari peperangan bersama Rasulullah kecuali pada perang Badar, ketika mendengar seruan ini ia pun berniat untuk berkemas, dan bergegas pulang.

Tetapi sampai di rumah, ia tidak melakukan apa-apa , bahkan ia berbisik dalam hatinya, “Aku mampu melakukan semua itu dengan mudah bila aku mau.” Keesokan harinya, Rasulullah saw dan kaum muslimin berangkat, sedang ia belum menyiapkan apa-apa. Bahkan is berkata dalam dirinya, “Aku akan-akan bersiap-siap setelah sehari atau dua hari dari keberangkatan Rasul, dan aku akan mampu menyusul mereka.”

Demikian pula pada hari berikutnya dan berikutnya, hal itu selalu menggodanya, hingga akhirnya Rasulullah saw dan para sahabatnya telah kembali ke Madinah, yang berarti ia telah melewatkan peperangan tersebut …
(hingga akhir kisah dimana Allah menerima taubat Ka’ab sebagaimana dituangkan dalam Q.S. At-Taubah 117-119)

Salah satu pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah sahabat di atas adalah pentingnya menyegerakan berbuat baik.

Sahabat Ka’ab tersebut sebenarnya tidak pernah berniat untuk tidak ikut berperang. Ia hanya tergoda dengan kondisi kota Madinah ketika itu dan bermaksud menyusul di kemudian waktu setelah keberangkatan Rasulullah dan sahabat lainnya.

Akan tetapi, pada hari-hari berikutnya pun ia masih menunda keberangkatannya hingga akhirnya ia telah benar-benar melewatkan peperangan tersebut. Peperangannya sendiri akhirnya tidak terjadi karena pasukan Romawi yang akan dihadapi sudah mengundurkan diri.

Namun, memang fase keberangkatannya inilah yang menjadi ujian untuk kaum muslimin.
Setidaknya ada beberapa hal yang menjadi alasan kenapa kita harus menyegerakan untuk berbuat baik.

Pertama, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Sebagaimana sahabat Ka’ab tadi, dia tidak tahu bahwa peperangan ternyata tidak terjadi sehingga pasukan muslim pulang lebih awal. Tanpa disadari dia sudah terlambat untuk menyusul. Begitu pula bila kita menunda-nunda kebaikan yang bisa kita lakukan sekarang. Kita tidak akan tahu bila ternyata kesempatan itu tidak akan kembali lagi atau mungkin kembali tapi bukan dengan kondisi yang sama seperti sekarang.

Sesuatu yang pasti menghilangkan kesempatan kita adalah batas usia kita sendiri. Kita tidak tahu kapan ajal kita, apakah 1 tahun, 1 bulan, 1 minggu, 1 hari, atau bahkan dalam hitungan detik lagi.

Apabila waktunya telah tiba, maka kita sendiri yang akan mendatanginya. Saat itulah kita tidak memiliki kesempatan lagi untuk berbuat baik.


Kedua, karena kita hampir selalu berbuat dosa/maksiat. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Begitu banyak dosa-dosa yang dilakukan dalam keseharian hidup kita sehingga sudah sepantasnya memperbanyak kebaikan tiap hari. Rasulullah mengajarkan dalam sabdanya, ”Bertakwalah kamu dimanapun kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu menghapuskannya, dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik”. Inilah resep yang diajarkan Rasulullah untuk mengimbangi kemaksiatan yang hampir setiap hari kita lakukan sehingga wajib bagi kita untuk tidak menunda-nunda berbuat baik. Ketika kita kembali menundanya, bisa jadi kemaksiatan lagi yang akan kita lakukan.

Ketiga, ternyata waktu yang kita miliki amatlah terbatas. Bila sebuah bejana kosong kemudian kita isi dengan beberapa buah batu hingga penuh, tentu batu-batu tersebut dapat dengan mudah masuk karena bejana tadi masih kosong. Kemudian bila bejana yang telah berisi batu-batu tadi kita coba isi lagi dengan batu-batu kerikil, maka kerikil-kerikil itu akan masuk mengisi ruang-ruang kosong di antara batu-batu yang lebih besar. Kemudian bejana tersebut kita coba isi lagi dengan pasir, tentu pasir itu akan dengan mudah memenuhi ruang-ruang kosong yang ada. Kemudian kita coba isi lagi dengan air, maka air itu pun akan mengisi pula ruang kosong yang masih ada. Bayangkan bila kita masukkan dengan urutan terbalik, mulai dari air, pasir, kerikil, terakhir batu-batu yang cukup besar, tentunya akan lebih banyak batu-batu besar yang tidak bisa masuk. Bahkan, mungkin tidak bisa sama sekali.


Bejana tadi bisa kita analogikan sebagai waktu yang kita miliki. Sementara batu-batu besar tersebut bisa kita analogikan dengan amal-amal kebaikan yang bisa kita lakukan. Kerikil, pasir, dan air adalah amal-amal lain yang tidak terlalu penting dan bermanfaat bagi kita. Kita sadari bahwa waktu kita begitu terbatas sebagaimana daya tampung bejana tersebut. Maka, sudah seharusnya bila kita isi dengan amal-amal kebaikan terlebih dahulu baru kemudian amal-amal lain mengikuti. Bila kita balik urutannya, maka akan sulit untuk memasukkan amal-amal kebaikan kita lagi karena waktu-waktu sisa yang ada jumlahnya tidak banyak.

Itulah beberapa alasan untuk memotivasi kita agar tidak menunda-nunda amal kebaikan. Allah dan Rasul-Nya sendiri banyak memerintahkan secara langsung tentang hal ini. Seorang imam besar bahkan pernah mengatakan “kewajiban yang kita miliki lebih banyak dari waktu yang kita miliki”. Hal ini menggambarkan betapa kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang kita miliki.

Wahyu Sulistio, Ketua FUKI 2006-2007 (ukhuwah.or.id)

Read Full Post »

Dukungan Yang Pertama Kali

Kemerdekaan Republik Indonesia 1945

Kota pelabuhan Iskandariyah pertengah Juli 1945. Jam kayu di sebuah penginapan murah di kota pelabuhan Mesir telah menunjuk angka 22.00 waktu setempat. Di satu ruangan yang tak seberapa besar, empat-puluhan kelasi kapal berkebangsaan Indonesia berkumpul. Sejumlah mahasiswa Indonesia yang tengah studi di Mesir terlihat memimpin rapat.

Beda dengan pertemuan sebelumnya, malam itu atmosfir rapat terasa agak emosionil! Para kelasi Indonesia yang bekerja di berbagai kapal asing yang tengah merapat di Iskandariyah, Port Said, dan Suez itu banyak yang yakin, jihad fii sabilillah yang tengah digelorakan banga Indonesia melawan penjajah belanda dalam waktu dekat akan sampai pada puncaknya.

Muhammad Zein Hassan, salah seorang mahasiswa Indonesia yang hadir, berpesan pada para kelasi agar mulai menabung. “Di saat terjadinya jihad, mereka sebaiknya meninggalkan kapal-kapal sekutu agar tidak menodai perjuangan.”

Sambutan para kelasi yang dalam kesehariannya jauh dari tuntunan agama itu sungguh mengharukan. Mereka dengan sepenuh hati menyanggupi hal tersebut. “Jika fatwa sudah turun, kami akan mematuhi,” ujar salah seorang dari mereka.

Tak terasa, jam telah berada di angka satu. Acara ditutup dengan sumpah setia dengan perjuangan bangsanya yang nun jauh di seberang lautan. Seluruh peserta mengangkat tangan kanan dan dikepalkan. Dengan menyebut nama Allah SWT, mereka bertekad akan membantu dengan sekuat tenaga jihad fii sabilillah yang akan digelorakan bangsanya dalam waktu dekat ini.

Sumpah para kelasi tersebut tidak main-main. Terbukti di kemudian hari, dua bulan setelah proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta, dua orang kelasi Indonesia tiba di Kairo dengan berjalan kaki dari Tunisia.

“Saat kami tanya mengapa berjalan kaki sejauh itu, mereka menjawab bahwa mereka menerima fatwa yang dibawa teman-teman mereka dari Indonesia. Fatwa itu menyatakan haram hukumnya bekerja dengan orang kafir yang memerangi kaum Muslimin,” ujar Zein Hassan.

Walau tidak punya cukup uang, dua orang kelasi itu segera meninggalkan kapal sekutu tempatnya bekerja dan berjalan kaki menuju Mesir, karena di Mesir-lah berada banyak orang sebangsanya.

Di Mesir sendiri kala itu tengah berkembang sikap antipati terhadap penjajahan Inggris. Sikap non kooperatif terhadap penjajah Inggris ini dicetuskan oleh salah satu organisasi di sana, yaitu Ikhwanul Muslimin, yang mendapat sambutan luar biasa dari rakyat Mesir.

Sebagai gerakan dakwah yang menembus sekat geografis, Ikhwanul Muslimin telah memiliki “jaringan iman” dengan berbagai gerakan Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sebab itu, ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Sekutu dengan sekuat tenaga memblock-out berita ini masuk ke Timur Tengah. Dikhawatirkan jika kemerdekaan Indonesia sampai didengar umat Islam di sana, ini bisa menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di Timur Tengah.

Serapat-rapatnya sekutu menutup informasi ini, akhirnya pada awal September 1945, sebulan setelah kemerdekaan Indonesia dibacakan, berita ini sampai juga ke Mesir.

Mansur Abu Makarim, seorang informan Indonesia yang bekerja di Kedutaan Belanda di Kairo, membaca berita kemerdekaan Indonesia dalam suatu artikel di majalah Vrij Nederland. Bagai angin berhembus, berita ini dengan cepat menyebar ke Dunia Islam.

Koran dan radio Mesir memuat berita kemerdekaan RI dengan gegap gempita. Para penyiar dengan penuh semangat mengatakan bahwa inilah awal kebangkitan Dunia Islam melawan penjajahan Barat.

Di Mesir saat itu, seorang Arab hanya dihargai sepuluh pound Mesir jika dibunuh atau dilindas kendaraan militer Sekutu tanpa hak mengadu atau menggugat. Sebab itu, proklamasi kemerdekaan sebuah negeri Muslim terbesar di dunia ini disambut dengan luapan kebahagiaan.

Di sejumlah kota, Ikhwanul Muslimin segera menggelar munashoroh (demonstrasi) besar-besaran mendukung penuh kemerdekaan Indonesia. Ini dijadikannya momentum yang bagus untuk memerdekakan Mesir dari Inggris.

Bukan itu saja, sejumlah ulama di Mesir dan Dunia Arab dengan inisiatif sendiri membentuk “Lajnatud Difa’i’an Indonesia” (Panitia Pembela Indonesia). Badan ini dideklarasikan pada 16 Oktober 1945 di Gedung Pusat Perhimpunan Pemuda Islam dengan Jendral Saleh Harb Pasya sebagai pimpinan pertemuan.

Hadir dalam acara itu antara lain Syaikh Hasan Al Banna dan Prof. Taufiq Syawi dari Ikhwanul Muslimin, Pemimpin Palestina Muhammad Ali Taher, dan Sekjen Liga Arab Dr. Salahuddin Pasya.

Dalam pertemuan yang semata didasari ukhuwah Islamiyah, pakar hukum internasional Dr. M. Salahuddin Pasya menyerukan negara-negara Islam untuk sesegera mungkin mendukung, membantu, dan mengakui kemerdekaan RI. Selain itu, Panitia Pembela Indonesia juga mengancam Inggris agar tidak membantu Belanda kembali ke Indonesia.

“Jika Inggris membantu Belanda untuk kembali ke Indonesia, maka Inggris akan menuai kemarahan Dunia Islam di Timur Tengah!” ancam Salahuddin Pasya.

Sejarah telah menulis, Inggris tetap membela “kawan seakidah” bernama Belanda. Pasukan NICA membonceng Sekutu kembali ke Indonesia.

Pada 25 Oktober 1945, sejumlah ulama NU pimpinan KH. Wahid Hasyim bertemu dan mengeluarkan fatwa jihad fii sabilillah melawan penjajah. Fatwa ini bergema ke seluruh nusantara dan disambut dengan gegap gempita.

Fatwa jihad inilah yang melatarbelakangi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya (hingga kini 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan di Indonesia). Untuk memompakan keberanian rakyat Surabaya, Bung Tomo lewat corong radio perlawanan – cikal bakal RRI – terus menerus mengingatkan para mujahid bahwa gerbang surga telah terbuka luas bagi mereka yang syahid.

Hanya semangat jihad dan keridhaan Allah SWT yang mampu membuat ribuan rakyat Surabaya berani melawan pasukan Sekutu bersenjata lengkap.

Kedahsyatan pertempuran Surabaya bergema hingga ke Dunia Arab. Keberanian umat Islam Surabaya mengobarkan jihad melawan pasukan Sekutu yang habis mabuk kemenangan dalam Perang Dunia II, ditambah tewasnya satu Jenderal Sekutu – Malaby – di Surabaya, dirasakan oleh kaum Muslimin Timur Tengah sebagai bagian dari kemenangan Islam atas kaum kafir. Upaya perlawanan terhadap Inggris di Mesir pun kian membuncah.

Di berbagai lapangan dan Masjid di Kairo, Mekkah, Baghdad, dan negeri-negeri Timur Tengah, dengan serentak umat Islam mendirikan sholat ghaib untuk arwah para syuhada di Surabaya.

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”

Dukungan negara-negara Islam di Timur Tengah terhadap kemerdekaan Indonesia tidak saja dilakukan dalam tingkat akar rumput, namun juga dalam dunia diplomasi. Dalam berbagai sidang di Perserikatan Bangsa-Bangsa, terlihat dengan jelas adanya perbedaan sikap antara negeri-negeri Muslim yang mendukung Indonesia dengan negeri-negeri salib yang memandang Indonesia masih bagian dari Belanda.

Wakil-wakil dari Indonesia di sidang PBB, diperbolehkan ikut sidang setelah negeri-negeri Arab mengakui kedaulatan RI, dalam menghadapi serangan pihak Sekutu sering menanggapinya dengan cara diplomatis dan terkesan lunak. Hal ini dikecam keras Muhammad Ali Taher dari Palestina.

“Mengapa kamu masih saja bersikap diplomatis terhadap seseorang yang ingin menghancurkan negeri kamu!” sergahnya mengingatkan wakil dari Indonesia agar tidak takut melawan kezaliman.

Di Mesir, sejak diketahui sebuah negeri Muslim bernama Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya dari penjajah kafir, Ikhwanul Muslimin tanpa kenal lelah terus menerus memperlihatkan dukungannya.

Selain menggalang opini umum lewat pemberitaan media, yang memberikan kesempatan luas kepada para mahasiswa Indonesia untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran lokal miliknya, berbagai acara tabligh akbar dan demonstrasi pun digelar.

Para pemuda dan pelajar Mesir, juga kepanduan Ikhwan, dengan caranya sendiri berkali-kali mendemo Kedutaan Belanda di Kairo. Tidak hanya dengan slogan dan spanduk, aksi pembakaran, pelemparan batu, dan teriakan-teriakan permusuhan terhadap Belanda kerap dilakukan mereka.

Kondisi ini membuat Kedutaan Belanda di Kairo ketakutan. Mereka dengan tergesa mencopot lambang negaranya dari dinding Kedutaan. Mereka juga menurunkan bendera merah-putih-biru yang biasa berkibar di puncak gedung, agar tidak mudah dikenali pada demonstran.

Kuatnya dukungan rakyat Mesir atas kemerdekaan RI, juga atas desakan dan lobi yang dilakukan para pemimpin Ikhwanul Muslimin, membuat pemerintah Mesir mengakui kedaulatan pemerintah RI atas Indonesia pada 22 Maret 1946.

Inilah pertama kalinya suatu negara asing mengakui kedaulatan RI secara resmi. Dalam kacamata hukum internasional, lengkaplah sudah syarat Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat.

Bukan itu saja, secara resmi pemerintah Mesir juga memberikan bantuan lunak kepada pemerintah RI. Sikap Mesir ini memicu tindakan serupa dari negara-negara Timur Tengah.

Untuk menghaturkan rasa terima kasih, pemerintah Soekarno mengirim delegasi resmi ke Mesir pada tanggal 7 April 1946. Ini adalah delegasi pemerintah RI pertama yang ke luar negeri. Mesir adalah negara pertama yang disinggahi delegasi tersebut.

Tanggal 26 April 1946 delegasi pemerintah RI kembali tiba di Kairo. Beda dengan kedatangan pertama yang berjalan singkat, yang kedua ini lebih intens. Di Hotel Heliopolis Palace, Kairo, sejumlah pejabat tinggi Mesir dan Dunia Arab mendatangi delegasi RI untuk menyampaikan rasa simpati. Selain pejabat negara, sejumlah pemimpin partai dan organisasi juga hadir. Termasuk pemimpin Ikhwanul Muslimin Hasan al Banna dan sejumlah tokoh Ikhwan dengan diiringi puluhan pengikutnya.

Setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia, diikuti serius oleh setiap Muslim baik di Mesir maupun di Timur Tengah pada umumnya. Para mahasiswa Indonesia yang saat itu tengah berjuang di Mesir dengan jalan diplomasi revolusi, senantiasa menjaga kontak dengan Ikhwan.

Ketika Belanda melancarkan agresi Militer I (21 Juli 1947) atas Indonesia, para mahasiswa Indonesia di Mesir dan aktivis Ikhwan menggalang aksi pemboikotan terhadap kapal-kapal Belanda yang memasuki selat Suez.

Walau Mesir terikat perjanjian 1888 yang memberi kebebasan bagi siapa saja untuk bisa lewat terusan Suez, namun keberanian para buruh Ikhwan yang menguasai Suez dan Port Said berhasil memboikot kapal-kapal Belanda.

Pada tanggal 9 Agustus 1947, rombongan kapal Belanda yang dipimpin kapal kapal Volendam tiba di Port Said. Ribuan aktivis Ikhwan yang kebanyakan terdiri dari para buruh pelabuhan, telah berkumpul di pelabuhan utara kota Ismailiyah itu.

Puluhan motor boat dan motor kecil sengaja berkeliaran di permukaan air guna menghalangi motor-boat motor-boat kepunyaan perusahaan-perusahaan asing yang ingin menyuplai air minum dan makanan kepada kapal Belanda itu.

Motor-boat para ikhwan tersebut sengaja dipasangi bendera merah putih. Dukungan Ikhwan terhadap kemerdekaan Indonesia bukan sebatas dukungan formalitas, tapi dukungan yang didasari kesamaan iman dan Islam.

Walau pemimpin Ikhwan Hasan Al Banna menemui syahid ditembak mati oleh begundal rezim Mesir di siang hari bolong, 12 Februari 1949, dukungan ikhwan terhadap muslim Indonesia tidaklah berakhir. Dakwah tiada kenal kata akhir, hingga Islam membebaskan semua manusia.

Read Full Post »

Sehat ala Rasulullah

KIAT SEHAT ALA RASULULLAH

Rasulullah bersabda :
“Mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah ……”(HR Muslim)

SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH
Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat shubuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain
– Berlimpah pahala dari Allah
– Kesegaran udara shubuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB
– Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN
Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumát beliau mencuci rambut2 halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.
“Mandi pada hari JUmát adalah wajib bagi setiap orang2 dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman”(HR Muslim)

TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN
Sabda Rasul :
“Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai kekenyangan)”(Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dg adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan

GEMAR BERJALAN KAKI
Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.
Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2 terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung

TIDAK PEMARAH
Nasihat Rasulullah : “Jangan Marah” diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :
– Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
– Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
– Segeralah berwudhu
– Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA
Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT

TAK PERNAH IRI HATI
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

(ukhuwah.or.id)

Read Full Post »

Atasi Stress

Stress???
jika ini yang sedang anda alami…upps..
HaTi-HaTi!!
Anda dalam keadaan bahaya….
apa yang harus Anda lakukan???

1. Renungkan

Maksudnya bukan jadi termenung kaya’ kehilangan harapan hidup…
tapi…coba renungkan , bagaimana sebenarnya Anda sudah berusaha untuk menyenangkan diri Anda sendiri. Jangan-jangan selama ini Anda tidak pernah melakukan ‘Yang Terbaik’ , minimal untuk diri anda sendiri.
Jangan lantas marah dan menyesal kalau Anda sadar bahwa memang semua itu karena kesalahan Anda, akhiri tahap ini dengan Senyum:)

2. Akui
Anda tidak perlu malu untuk mengakui bahwa Anda sedang StreSS..
Akui saja…bilang saja sama orang sekitar Anda kalo Anda sedang streSS

3. Ingatlah…
Nah…sebenernya….poin ini kuncinya….
kalo poin-poin sebelumnya, bisa dibilang, poci-poci aja dech..tapi ga buruk juga untuk diikuti.
Maksud poin ini,
ingatlah…kita sebagai hamba Sang Pencipta yang suangat…lemah..
yang kadang atau bahkan sering, merasa bangga dengan diri kita …
kalo berhasil mengerjakan sesuatu..sering lupa mengucap Alhamdulillah..
kalo menyaksikan suatu kehebatan, sering lupa mengucap Subhanallah…
padahal..tahukah Anda?? bahwa tidak ada suatu kejadian pun di muka bumi ini kecuali atas kehendak-Nya….
termasuk segala keberhasilan yang pernah Anda alami.
semua itu tidak akan menghampiri kehidupan Anda jika Sang Maha Kuasa tidak berkehendak.
namanya juga Maha Kuasa…
ya pasti akan Berkuasa atas segala-galanya..
ingatlah…selalu ada “takdir” di balik semua yang anda alami..

Sholat yang Khusyuk…(kalo bisa juga sholat lail…)
Baca Al Qur’an dan terjemahannya yang ikhlas…
InsyaAllah akan mendamaikan hati Anda…
akan memulihkan keadaan Anda…dari geLap…menuju TeRang….
seterang lampu NeOn…

Pesan terakhir…:
Jangan berharap orang sekitar Anda akan membantu memulihkan keadaaan Anda …
hanya Anda yang dapat membangkitkan diri Anda dari StreSS menuju CeRiA…

(ukhuwah.or.id)

Read Full Post »

Makanan Sehat

Usia 40+

Memasuki usia 40-an, mulai terjadi masalah dengan kepadatan tulang, persendian, hipertensi, dan lain-lain. Kondisi tubuh berubah, seharusnya diet Anda juga berubah.
Berikut ini makanan unggulan untuk Anda yang berusia 40+

1. Beras merah
Kenapa pilih beras merah? Untuk pasokan energi. Satu cangkir beras merah memasok 88 persen kebutuhan mangan dalam tubuh, mineral yang penting untuk mengubah protein dan karbohidrat menjadi energi. Perlu diingat pula bahwa proses pengubahan beras merah jadi beras biasa merusak 67 persen vitamin B. 80 persen vitamin 81, 90 persen vitamin B6, 60 persen zat besi dan serat.

2.Telur
Kenapa? Untuk melindungi jantung dan pembuluh darah. Studi yang diterbitkan di Biological and Pharmaceutical Bulletin menemukan bahwa protein dalam kuning telur memperlambat waktu pembentukan fibrinogen, suatu protein dalam darah yang akan diubah menjadi fibrin. Fibrin inilah zat penting dalam pembekuan darah. Darah yang beku inilah awal dari serangan jantung dan stroke. Namun, harap hati-hati dengan jumlah kuning telur. Alih-alih kolesterol Anda malah meningkat!

3. Yoghurt
Kenapa? Untuk kesehatan pencernaan. Selain kaya kalsium, yoghurt juga makanan probiotik yang kaya dengan bakteri baik. Probiotik ini baik untuk wanita paruh baya yang sering mengalami sembelit. Probiotik juga baik untuk menambah kekebalan tubuh.

4. Bayam
Kenapa? Untuk mencegah katarak, Pandangan kabur di lensa karena katarak dapat memperburuk penglihatan. Menurut Asosiasi Optometris Australia, hampir setiap orang berusia di atas 60 tahun menderita katarak. Cara menghindarinya adalah makan sayuran hijau. Zat perlindungan itu terdapat pada lutein, sejenis karotenoid yang terdapat dalam bayam. Studi dari Harvard Medical School menemukan bahwa wanita yang cukup mengonsumsi lutein paling tidak 2 kali seminggu lebih sedikit menderita katarak.

5. Ikan
Kenapa? Karena kandungan zat antipembengkakan. Nyeri dan sakit persendian cenderung mendera di usia 40+. Asam lemak omega 3 adalah zat perlindungan terhadap nyeri persendian itu. Ikan sumber asam lemakomega 3

Read Full Post »

Older Posts »