• Home
  • About
  • Rujukan
  • Shalat

Tridaya Mufakat Adil & Amanah

Bersinergi, Bersatu, dan Beritikad Baik.

Feeds:
Posts
Comments
« Masih bingung untuk memulainya
Wirausahawan »

Masih bingung untuk memulainya…

May 15, 2007 by trimudilah

Bertani Organik atau Beternak Lele dan Belut?

Assalamualaikum.

Saya ingin memulai usaha pertanian organik, namun menurut teman saya perputaran uangnya tidak begitu cepat (tidak dapat dipastikan jangka waktu berapa lama pengelola dapat keuntungan), modalnya pun cukup besar dan prosesnya cukup beresiko menyesuaikan dengan musim (cuaca). Lalu teman saya menganjurkan saya untuk beternak lele atau belut yang resiko dan prosesnya tidak begitu sulit. Menurut ustadz baiknya mengambil usaha apa, dilihat dari peluang pasar saat ini?

Jazakumulloh khoir atas jawabannya…

Wassalamu’alaikum,

Tessa Krisna Dewi
teca at eramuslim.com

Jawaban

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.

Mbak Tessa. Keputusan manusia untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, selalu didasarkan oleh informasi yang ada dalam kepalanya, terlepas dari benar tidaknya informasi tersebut. Dalam kasus anda, bisa jadi informasi (langsung atau tidak langsung) yang diterima oleh kawan anda memang demikian adanya. Usaha pertanian organik lebih sulit dan lebih tinggi resikonya dibandingkan dengan usaha beternak lele atau belut. Dan selanjutnya, karena anda begitu percaya pada teman anda, anda begitu saja bisa terkena pengaruh. Informasi negatif yang anda terima dari kawan anda, begitu saja anda terima. Setidaknya, niat anda untuk bertani organik jadi tertunda akibat pembicaraannya.

Saran saya, tanya pada teman anda, apakah ia pernah mengalami sendiri beberapa pengalaman yang diceritakannya, misalnya pernah bangkrut karena bertani organik, atau sukses beternak lele atau belut. Kalau ya, anda bisa ikuti jejaknya beternak lele atau belut, karena anda akan belajar banyak dari pengalamannya. Tapi kalau jawabannya tidak, lebih baik anda tidak dengarkan omongannya. Orang-orang seperti ini sangat berpotensi menjadi dream stealer (pencuri mimpi) anda. Lebih baik anda cari orang yang sukses bertani organik, dan belajarlah darinya.

Anda menulis bahwa usaha tani organik tidak bisa dipastikan jangka waktu berapa lama usaha tersebut menguntungkan), perlu modal besar dan rentan resiko cuaca. Pertanyaan saya:

a. Adakah usaha yang benar-benar bisa dipastikan jangka waktu sampai usaha tersebut menguntungkan?
b. Apakah usaha beternak lele atau belut bisa dipastikan kapan bisa menghasilkan keuntungan?
c. Misalnya anda punya dana Rp 100.000,- atau Rp 1.000.000,- Apakah anda hanya bisa beternak lele atau belut, tapi tidak bisa mulai berusaha bertani organik?
d. Apakah usaha beternak lele atau belut lebih aman daripada bertani organik?

Mbak Tessa. Salah satu sikap seorang wirausaha yang tidak bisa ditawar-tawar adalah sikapnya yang independen. Ia bisa menerima informasi dari banyak sumber, tetapi ia punya otoritas penuh untuk memutuskan langkah apa yang akan atau tidak akan dilakukannya.

Terakhir, jangan memilih jenis usaha berdasarkan trend sesaat. Bisnis seperti ini, akan membawa anda pada bisnis-bisnis sekali pukul, yang sangat boom di satu saat tetapi kemudian drop dan tidak bisa recovery lagi. Coba lihat bisnis peternakan cacing, ikan lou han atau pun jangkrik. Bagi saya pribadi, bisnis haruslah bisa dijalankan, apapun kondisinya. Memang ada saat-saat di mana kondisi bisnis sedang sepi. Tapi saran saya, jangan tinggalkan bisnis anda ketika sedang sepi. Lakukan sesuatu agar bisnis itu bisa terus bertahan. Di dunia selalu ada waktu-waktu tertentu di mana bisnis redang resesi, tapi apakah semua bisnis jatuh ke titik terendah pada saat itu? Ternyata tidak. Justru di saat-saat krisis, banyak bisnis bertumbuhan dan mencapai titik puncak.

Demikian jawaban yang bisa saya berikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Selamat berwirausaha. Semoga Allah mengabulkan keinginan anda.

Wa ‘alaikum salaam Wr. Wb.
Zainal Abidin

-eramuslim.com-

About these ads

Like this:

Like Loading...

Posted in Motivasi |

  • TRIMUDILAH

    • About
      • Demi Masa
    • Rujukan
      • Kutipan Hadist
    • Shalat
  • Salam Hangat dari Trimudilah

    Menyatukan jejak dan merangkumnya dalam hikmah Mohon maaf apabila terdapat kekurangan, Sekaligus semoga bermanfaat. -3boys-
  • Label

  • Recent Posts

    • Daurah Sejarah Peradaban Islam
    • Melepas Belenggu Taklid dan Fanatisme
    • Trend Muslim Bergaya Musyrik
    • Petunjuk Kerja
    • Pelaut dan Musafir
  • Archives

    • April 2009 (3)
    • November 2007 (1)
    • August 2007 (26)
    • July 2007 (26)
    • June 2007 (95)
    • May 2007 (99)
    • April 2007 (161)
    • March 2007 (94)
    • February 2007 (42)
    • January 2007 (110)
    • December 2006 (101)
    • November 2006 (21)
  • Kalender

    May 2007
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Top Posts

    • Talak & Cerai
    • GAYA HIDUP ZINA
    • FADHILAH SURAT YASIN
    • Budidaya Belut
    • Menghitung Keuntungan dan Menentukan Harga
    • MALAM PERTAMA DAN ADAB BERSENGGAMA
    • Tentang Istihsan
    • Hukum Air Liur dan Sholat
    • Bolehkah Orang Hamil Ziarah Kubur?
    • Budidaya Belut (3)
  • Ditanya Itu Pasti, Tapi Bagaimana Menjawabnya?

    Sesungguhnya kalian berada dalam perjalanan malam dan siang. Dalam umur yang terus berkurang, dengan amal yang tersimpan, dalam kematian yang akan tiba-tiba datang." (Ibnu Mas'ud r.a.) Alangkah luas dunia ini. Tempat setiap kita bisa menjalani hidup dan memilih -dengan sadar- arah dan tujuan kita. Tetapi segalanya tidak berakhir disini. Tapi di sana, di akhirat kelak. Saat kita akan ditanya, apa yang telah kita persembahkan untuk kehidupan yang abadi itu? Menjadi hidup memang takdir, tetapi menjalani hidup secara baik adalah pilihan. Sebab toh kita akan pergi, meninggalkan dunia ini. Tak ada yang menolak kepastian akan kematian. Tetapi menjadi sadar sepanjang waktu tidaklah mudah. Yang dengan kesadaran itu kita membekali diri dengan sebaik-baiknya. Betapa kesadaran itu tidak mudah. Ia harus terus diasah dan ditegaskan. Bahwa mengetahui kematian saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kesadaran apa yang bisa dibangun dari pengetahuan itu. Lalu dari kesadaran itu apa yang akan kita lakukan? Apa yang akan kita jawab, pada hari hisab, pada saat kita ditanya? Sebab ditanya itu pasti. Tapi bagaimana dan dengan apa menjawabnya?
  • Top Clicks

    • gatra.com/2004-11-12/arti…
  • Pengunjung

    • 700,952 hits

Blog at WordPress.com.

Theme: MistyLook by WPThemes.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Powered by WordPress.com
%d bloggers like this: