• Home
  • About
  • Rujukan
  • Shalat

Tridaya Mufakat Adil & Amanah

Bersinergi, Bersatu, dan Beritikad Baik.

Feeds:
Posts
Comments
« Shahabat Nabi Saling Berbunuhan :
Kepakkan Sayap Nuranimu! »

Berzina dengan Adik Ipar

January 16, 2007 by trimudilah

Haruskah Dinikahi?

Rabu, 5 Apr 06 09:02 WIB
Assalamualaikum wr. wb.

Yth Ust. Ahmad Sarwat,
Alhamdulillah saya akhirnya dapat memberanikan diri untuk mengajukan pertanyaan ke Ustadz.

Pak Ustadz, usia pernikahan saya sudah 20 th. dan dikaruniai 2 orang putera. Sebelum menikah saya tidak tahu adik istri saya padahal saya sering datang ke rumahnya hanya sebatas namanya aja. Dan kenal dia setelah saya menikahi kakaknya. Selang beberapa bulan saya ada hasrat hati untuk mendekati dia mengatakan cinta dan diapun dibalas dengan senyuman dan yang terucap “Kenapa harus kakakku dulu yang bertemu kamu.”

Pak Ustadz, saya sama sekali tidak merasa berpacaran dengan dia dan dia pun punya pacar yang sangat dicintainya, tapi entah kenapa ketika saya membutuhkan dia ataupun sebaliknya kami selalu hadir untuk melepaskan hasrat tersebut dan saya sering melakukannya tanpa rasa malu karena sebetulnya kami saling mencintai, karena hubungan saudara kami jalani diam-diam.

Dengan penuh harapan saya dan dia selalu berdo’a agar hal-hal tersebut itu tersingkirkan dari kami. Pada akhirnya kekasih adik iparku itu melamarnya dan menikahinya.

Setelah sekian lama mereka berumah tangga saya dan dia tidak pernah lagi melalukan hal-hal yang tercela dan hina itu namun saya dan dia selalu dirundung kesedihan dan duka yang dalam. Terkadang saya merasa kesepian dia lepas dariku dari lain pihak saya sangat bersyukur atas pernikahan tersebut.

Setelah adik ipar saya dikarunia 2 anak, dia menjanda ditinggal suamimya. Karena dia seorang janda dan tidak punya penghasilan dia sering datang kerumah saya dan akhirnya perbuatan yang dulu terulang lagi.

Pak Ustadz, sebenarnya kami dari dulu hingga sekarang, kami ini saling mencintai, apakah saya menceraikan istri saya dulu kemudian menikahinya atau saya nikahi dia secara diam-diam? Pak Ustadz, dia sedang mengandung…

AH

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Berzina dengan adik ipar sendiri sejak awal sudah diwanti-wanti oleh Rasulllah SAW untuk dihindari. Bahkan beliau mengatakan bahwa berhubungan lain jenis dengan adik ipar itu sama saja dengan kematian. Al-hamwu almautu.

Mengapa demikian keras Rasulullah SAW melarangnya?

Sebab kemungkinan terjadi zina antara kakak dan adik ipar itu memang sangat besar. Apalagi bila mereka tinggal serumah. Padahal kemungkinan terjadi zina antara seorang dengan wanita lain yang bukan mahram, kesempatannnya jauh lebih kecil dibandingkan zina dengan ipar sendiri. Bahkan bila dengan wanita lain, untuk sekedar bertemu sekalipun, harus ada mahram yang mendampingi.

Akan tetapi pintu syetan terbuka lebar buat hubungan antara kakak dan adik ipar. Sebab sudah menjadi hal yang lazim ipar itu tinggal di dalam satu rumah. Anda bisa bayangkan, di dalam satu rumah ada wanita lain mahram. Tentu ini sebuah keadaan yang tidak sehat. Di mana kemungkinan terbuka aurat menjadi sangat besar. Bahkan berikhtilath (bercampur baur) menjadi sangat mudah. Termasuk kesempatan untuk berduaan (khalwat) menjadi semakin sering.

Masyarakat bahkan keluarga akan menganggap hal itu biasa saja. Padahal kalau pasangannya tinggal di kampung lain dan ada laki-laki ketahuan pacaran sampai malam di rumah seorang gadis, masyarakat bisa heboh. Bahkan seringkali menjurus kepada pemaksaan untuk menikah di tempat. Apalagi bila istri sedang keluar, sedangkan suami di rumah bersama adik ipar perempuannya.

Akan tetapi bila hal itu terjadi antara kakak dan adik ipar di dalam sebuah rumah yang satu, tidak akan ada lagi filter dari masyarakat. Bahkan mereka cenderung menganggap hal itu biasa, karena statusnya memang masih keluarga sendiri.

Untuk sekedar diketahui, seharusnya zina yang anda lakukan diancam hukum dalam syariat Islam adalah rajam. Rajam adalah dilempar dengan batu oleh orang ramai hingga meninggal. Hukuman ini berlaku untuk pasangan zina di mana masing-masing sudah pernah melakukan hubungan seksual dengan pasangan halal sebelumnya.

Namun karena anda tinggal di luar wilayah hukum Islam, karena negeri tempat Anda tinggal itu tidak menerapkan hukum syariah secara formal, maka hukuman rajam ini menjadi tidak bisa dilakukan. Yang tersisa bagi anda hanya bertaubat kepada Allah SWT dengan sebenar-benar taubat. Dan Allah SWT adalah tuhan Yang Maha Menerima Taubat hamba-Nya.

Adapun kewajiban menjalankan hukum rajam yang tidak terlaksana itu, asalkan pada dasarnya anda sudah siap menjalankannya, bukan lagi menjadi tanggung-jawab anda. Melainkan tanggung jawab penguasa yang sah di negeri ini, kalau dia muslim. Para penguasa muslim di negeri ini akan ditanya di akhirat atas beban kewajiban yang telah Allah SWT berikan di pundak mereka.

Sedangkan pertanyaan anda tentang kebolehan menikahi adik ipar sendiri, tentu saja hukumnya haram. Sebagaimana firman Allah SWT:

Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu…. dan menghimpunkan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 23)

Namun keharaman menikahi adik ipar itu bersifat muaqqat (sementara), yakni selama saudaranya itu masih menjadi istri yang resmi. Namun bila istri telah wafat atau telah bercerai, maka mantan adik ipar itu boleh dinikahi. Istilah yang sering digunakan adalah turun ranjang.

Jadi kalau anda ingin menikahi adik ipar anda yang sudah janda itu, anda harus menceraikan dulu istri anda. Dan tentunya istri anda akan marah dan sakit hati, karena posisinya digantikan oleh adiknya sendiri. ini adalah pilihan yang teramat sulit buat seorang laki-laki dengan dua cinta.

Karena itu sejak dini Rasulullah SAW sudah mewanti-wanit.ipar adalah maut.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.

Like this:

Like
Be the first to like this post.

Posted in Tanya Jawab |

  • TRIMUDILAH

    • About
      • Demi Masa
    • Rujukan
      • Kutipan Hadist
    • Shalat
  • Salam Hangat dari Trimudilah

    Menyatukan jejak dan merangkumnya dalam hikmah Mohon maaf apabila terdapat kekurangan, Sekaligus semoga bermanfaat. -3boys-
  • Label

  • Recent Posts

    • Daurah Sejarah Peradaban Islam
    • Melepas Belenggu Taklid dan Fanatisme
    • Trend Muslim Bergaya Musyrik
    • Petunjuk Kerja
    • Pelaut dan Musafir
  • Archives

    • April 2009 (3)
    • November 2007 (1)
    • August 2007 (26)
    • July 2007 (26)
    • June 2007 (95)
    • May 2007 (99)
    • April 2007 (161)
    • March 2007 (94)
    • February 2007 (42)
    • January 2007 (110)
    • December 2006 (101)
    • November 2006 (21)
  • Kalender

    January 2007
    M T W T F S S
    « Dec   Feb »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Top Posts

    • Talak & Cerai
    • MALAM PERTAMA DAN ADAB BERSENGGAMA
    • Budidaya Belut
    • FADHILAH SURAT YASIN
    • Sistem Ekonomi Islam
    • Budidaya Belut (3)
    • Berzina dengan Adik Ipar
    • About
    • Peranan Pemuda dalam Islam
    • Gagasan Modernisasi Islam
  • Ditanya Itu Pasti, Tapi Bagaimana Menjawabnya?

    Sesungguhnya kalian berada dalam perjalanan malam dan siang. Dalam umur yang terus berkurang, dengan amal yang tersimpan, dalam kematian yang akan tiba-tiba datang." (Ibnu Mas'ud r.a.) Alangkah luas dunia ini. Tempat setiap kita bisa menjalani hidup dan memilih -dengan sadar- arah dan tujuan kita. Tetapi segalanya tidak berakhir disini. Tapi di sana, di akhirat kelak. Saat kita akan ditanya, apa yang telah kita persembahkan untuk kehidupan yang abadi itu? Menjadi hidup memang takdir, tetapi menjalani hidup secara baik adalah pilihan. Sebab toh kita akan pergi, meninggalkan dunia ini. Tak ada yang menolak kepastian akan kematian. Tetapi menjadi sadar sepanjang waktu tidaklah mudah. Yang dengan kesadaran itu kita membekali diri dengan sebaik-baiknya. Betapa kesadaran itu tidak mudah. Ia harus terus diasah dan ditegaskan. Bahwa mengetahui kematian saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kesadaran apa yang bisa dibangun dari pengetahuan itu. Lalu dari kesadaran itu apa yang akan kita lakukan? Apa yang akan kita jawab, pada hari hisab, pada saat kita ditanya? Sebab ditanya itu pasti. Tapi bagaimana dan dengan apa menjawabnya?
  • Top Clicks

    • eelstheband.com
  • Pengunjung

    • 639,932 hits

Blog at WordPress.com.

Theme: MistyLook by Sadish.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Powered by WordPress.com